Radar Bali.id – Bencana longsor dan banjir bandang yang parah di Kabupaten Aceh Tengah telah menjerumuskan wilayah ini ke dalam kondisi darurat kemanusiaan yang kritis. Akses distribusi logistik terputus total, memicu kekhawatiran krisis pangan dan energi yang meluas.
Situasi di lapangan digambarkan sangat mengkhawatirkan:
- Puluhan desa terisolasi total, membuat ribuan warga terancam tanpa makanan dan layanan medis.
- Jalur darat lumpuh sepenuhnya.
- Listrik padam, dan yang paling parah, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG dinyatakan habis di seluruh wilayah.
Gilang Ken Tawar, Koordinator Aliansi Masyarakat Gayo, menyampaikan bahwa kondisi Aceh Tengah sudah berada pada titik kritis dan mendesak intervensi cepat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh dan Pemerintah Pusat.
"Jalur Logistik Lumpuh, Aceh Tengah Terancam Krisis Total," ujar Gilang, menggambarkan dampak bencana pasca-alam yang dialami masyarakat Gayo.
Desak Perbaikan Jalur Kunci dan Pengerahan Helikopter
Menurut Gilang, lumpuhnya jalur darat menjadi hambatan serius bagi distribusi bantuan. Ia menyoroti jalur vital yang kini terputus.
"Jalur Bener Meriah–Lhokseumawe harus segera diperbaiki. Itu satu-satunya jalur strategis untuk memastikan suplai pangan dan BBM masuk ke Aceh Tengah. Jika pembenahan tidak dipercepat, kita akan menghadapi kelumpuhan total," tegasnya.
Untuk mengatasi terisolasinya puluhan desa, Gilang mendesak pemerintah menyiapkan solusi cepat, yaitu pengerahan helikopter khusus logistik.
"Kita tidak bisa menunggu alat berat membersihkan semua titik longsor. Aceh Tengah butuh helikopter untuk membawa beras, obat-obatan, dan kebutuhan dasar ke desa-desa yang terisolasi. Warga tidak punya waktu menunggu, mereka butuh bantuan hari ini juga," kata Gilang.
Tuntut Pemerintah Pusat Ambil Alih dan Respons Cepat
Menilai respons Pemerintah Provinsi Aceh yang dianggap belum cukup cepat, Aliansi Masyarakat Gayo mendesak Pemerintah Pusat untuk segera turun tangan mencegah memburuknya keadaan dan meluasnya ketegangan sosial.
Aliansi tersebut merumuskan langkah-langkah cepat dan terukur yang harus segera dilakukan:
- Percepatan Pembenahan Jalur Bener Meriah – Lhokseumawe, Agar distribusi BBM, logistik pangan, dan bantuan dapat segera masuk. melalui darat
- Penugasan Helikopter Khusus Logistik Untuk bantuan darurat ke desa-desa yang masih banyak terisolasi.
- Penyaluran Beras Darurat Melalui Bulog dan Kementerian Sosial Agar protes masyarakat tidak meluas dan tidak memicu ketegangan sosial.
- Mobilisasi TNI/Polri dan BNPB Untuk percepatan pembukaan jalur, evakuasi, dan distribusi bantuan.
Gilang menutup pernyataannya dengan imbauan kepada pemerintah agar "tidak menunggu laporan meja, tetapi melihat langsung penderitaan masyarakat di lapangan langsung." [*]
Editor : Hari Puspita