Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Surabaya Belajar Pembiayaan Alternatif ke Badung

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 7 Desember 2025 | 19:42 WIB
MACET : Suasana kesibukan lalu lintas di Underpass Dewa Ruci, Kuta, Badung. (miftahuddin.m halim)
MACET : Suasana kesibukan lalu lintas di Underpass Dewa Ruci, Kuta, Badung. (miftahuddin.m halim)

RADAR BALI - Pemerintah Kabupaten Badung menjadi rujukan bagi Pemerintah Kota Surabaya dalam mengimplementasikan kebijakan fiskal yang inovatif.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi diterima langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Nayaka Gosana Puspem Badung pada Jumat (05/12).

Dalam pertemuan tersebut, Eri secara khusus meminta informasi tentang pengelolaan skema pinjaman daerah untuk pembiayaan infrastruktur.

Akhir Oktober lalu, Badung memang menarik pinjaman sebesar Rp 2,83 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai proyek pembangunan jalan di Kabupaten Badung.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menyampaikan bahwa dukungan ini menegaskan komitmen Perseroan dalam mendanai proyek daerah yang berdampak jangka panjang pada peningkatan pendapatan asli daerah dan peningkatan kualitas Badung sebagai destinasi wisata.

Badung sendiri merupakan jantung pariwisata Bali, dengan destinasi wisata utama seperti Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, Jimbaran, Nusa Dua, serta Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Menurut Bupati Wayan Adi Arnawa, pinjaman daerah dipilih untuk merespons kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang sudah tidak lagi memadai.

Pendanaan ini merupakan bagian dari program akselerasi pembangunan infrastruktur jalan yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029 dengan total nilai proyek mencapai Rp 15 triliun.

"Kami memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di Badung bukan hanya janji politik, tetapi strategi pembangunan nyata yang berdampak lintas generasi," tegas Bupati.

Dana pinjaman dari PT SMI akan membiayai pembangunan 9 ruas jalan strategis sepanjang total 11,8 kilometer di Kuta Utara dan Kuta Selatan.

Pembangunan jalan tersebut diharapkan memacu kenaikan pendapatan pajak hotel dan restoran, kenaikan nilai jual objek pajak yang berkorelasi dengan pajak bumi bangunan dan BPHTB, serta penurunan waktu tempuh dan biaya transportasi wisata.

Pembangunan infrastruktur juga ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan mobilitas, dan pengurangan kemacetan.

Dengan pinjaman tersebut, Pemkab Badung mendapatkan ruang fiskal yang lebih fleksibel untuk membiayai program prioritas lainnya.

Menanggapi keberhasilan Badung, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa kunjungan ini adalah langkah krusial bagi Pemkot Surabaya dalam menjajaki pembiayaan alternatif melalui SMI demi percepatan pembangunan kotanya.

“Kami hadir untuk belajar dari Kabupaten Badung. Dari hasil diskusi kami dengan SMI, disampaikan bahwa Badung telah menyelesaikan seluruh proses dan sudah berjalan. Kami ingin memastikan seluruh kelengkapan yang dibutuhkan dapat kami penuhi,” ucap Eri Cahyadi.

Target Surabaya adalah melakukan penandatanganan perjanjian pinjaman pada bulan Desember ini agar pembangunan strategis dapat mulai bergerak pada Januari.

Percepatan ini diperlukan mengingat sejumlah pekerjaan strategis di Surabaya direncanakan berlangsung pada tahun 2026–2027, menjadikan kepastian pembiayaan dan kelengkapan dokumen sebagai faktor krusial.***

Editor : Ibnu Yunianto
#badung #sarana multi infrastruktur #smi #surabaya #Wayan Adi Arnawa #pinjaman daerah #eri cahyadi