RADAR BALI - Menjelang Hari Raya Nyepi 2026 pada 19 Maret 2026, Bali akan kembali berubah menjadi panggung seni kolosal yang magis.
Pada malam Pengerupukan, tepat sehari sebelum pulau ini jatuh dalam keheningan total, ribuan patung raksasa yang dikenal sebagai ogoh-ogoh akan diarak di jalanan.
Jika Anda berencana menjadi saksi kemeriahan ini pada Rabu, 18 Maret 2026, berikut adalah panduan lengkap mengenai lokasi terbaik dan hal-hal yang wajib Anda persiapkan.
Pawai ogoh-ogoh berlangsung hampir di setiap desa adat di seluruh Bali.
Namun, bagi turis, beberapa titik berikut menawarkan visual yang paling spektakuler:
1. Simpang Catur Muka, Denpasar
Inilah pusat gravitasi malam Pengerupukan. Di jantung kota Denpasar, ogoh-ogoh terbaik dari berbagai banjar (komunitas desa) akan unjuk gigi dengan atraksi teatrikal dan teknologi mekanik yang canggih.
2. Kawasan Kuta dan Legian
Populer di kalangan wisatawan karena lokasinya yang strategis. Pawai biasanya berpusat di persimpangan jalan utama seperti Ground Zero atau sepanjang Pantai Kuta. Suasana di sini sangat energik dan ramai.
3. Puri Agung Ubud
Bagi Anda yang menyukai nuansa tradisional yang kental, Ubud adalah pilihannya. Dengan latar belakang arsitektur kerajaan, arak-arakan di sini terasa sangat sakral dan artistik.
4. Sanur Metangi Festival
Sanur menawarkan pengalaman yang sedikit lebih terorganisasi. Selain pawai di jalanan, sering kali diadakan festival khusus di area pantai atau lapangan terbuka yang memudahkan turis untuk menonton dengan lebih nyaman.
Titik Utama Pawai Ogoh-Ogoh di Badung
1. Simpang Dewa Ruci (Kuta)
Sebagai ikon pariwisata, kawasan Kuta biasanya memusatkan pawai di sekitar Simpang Dewa Ruci atau sepanjang Jalan Raya Kuta. Di sini, Anda akan melihat ogoh-ogoh dengan kreativitas tinggi yang sering kali menggabungkan unsur modernitas dan pencahayaan yang dramatis.
2. Kawasan Seminyak dan Canggu
Bagi Anda yang menginap di area populer ini, pawai biasanya terpusat di perempatan jalan utama seperti Simpang Kerobokan atau sepanjang jalur menuju Pantai Canggu. Suasana di sini sangat dinamis dengan perpaduan antara keriuhan turis mancanegara dan kekhusyukan warga lokal.
3. Puspem Badung (Mangupura)
Jika Anda ingin melihat skala yang lebih besar dan terorganisasi, silakan menuju kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Di sini sering diadakan festival atau lomba ogoh-ogoh tingkat kabupaten yang menampilkan karya-karya terbaik dari seluruh kecamatan di Badung.
4. Kawasan Jimbaran dan Nusa Dua
Di bagian selatan, Catus Pata Jimbaran (perempatan utama) menjadi lokasi favorit. Pawai di sini sangat ikonik karena melibatkan banjar-banjar yang memiliki tradisi seni ukir ogoh-ogoh yang sangat detail dan ekspresif.
Apa yang Harus Dipersiapkan?
Menonton ogoh-ogoh membutuhkan fisik yang prima dan kesiapan mental menghadapi kerumunan. Pastikan Anda memperhatikan hal-hal berikut:
Datang Lebih Awal
Jalan-jalan utama biasanya mulai ditutup sejak pukul 16:00 WITA. Pastikan Anda sudah berada di lokasi tujuan sebelum arus lalu lintas dialihkan.
Gunakan Pakaian Nyaman
Cuaca Bali bisa sangat lembap, ditambah dengan ribuan orang di sekitar Anda. Gunakan kaos yang menyerap keringat dan alas kaki yang nyaman untuk berdiri atau berjalan jauh.
Bawa Persediaan Air Minum
Tidak semua toko akan buka hingga malam hari, dan bergerak di tengah kerumunan akan sangat menguras tenaga.
Siapkan Uang Tunai
Banyak pedagang kaki lima di sekitar lokasi yang mungkin tidak menerima pembayaran digital.
Hormati Aturan Lokal
Anda akan melihat Pecalang (satpam adat Bali) yang mengatur jalur. Ikuti instruksi mereka dengan sopan. Jangan menghalangi jalur arak-arakan demi mengambil foto.
Catatan Penting untuk Nyepi 2026
Ingatlah bahwa keriuhan ini akan berakhir tepat pada tengah malam. Mulai Kamis, 19 Maret 2026 pagi hari, seluruh Bali akan melaksanakan Catur Brata Penyepian.
Anda tidak diperbolehkan keluar dari hotel, menyalakan lampu yang terlihat dari luar, atau membuat kegaduhan hingga keesokan harinya.
Pastikan Anda sudah menyelesaikan semua urusan logistik dan kebutuhan makan sebelum malam Pengerupukan berakhir.
Tips Tambahan untuk Kawasan Badung
Karena Badung adalah wilayah dengan mobilitas tertinggi di Bali, ada beberapa hal tambahan yang perlu Anda perhatikan:
Penyekatan Jalan: Di kawasan Kuta dan Seminyak, penyekatan jalan oleh Pecalang biasanya dilakukan lebih awal dibandingkan wilayah lain. Kendaraan bermotor sering kali dilarang melintas mulai pukul 15:00 WITA.
Parkir Kendaraan: Sangat sulit menemukan tempat parkir di malam Pengerupukan. Strategi terbaik adalah berjalan kaki dari hotel jika jaraknya memungkinkan, atau gunakan transportasi umum/ojek hanya sampai titik terluar penyekatan.
Konsumsi: Restoran dan kafe di sepanjang jalur pawai di Kuta dan Canggu mungkin masih buka, namun kapasitasnya akan sangat terbatas. Pastikan Anda sudah makan sebelum pawai dimulai atau membawa camilan praktis.
Akses Bandara: Mengingat Bandara I Gusti Ngurah Rai berada di wilayah Badung, pastikan jadwal penerbangan Anda tidak berdekatan dengan jam dimulainya pawai (sore hari) karena akses jalan menuju bandara akan sangat padat atau bahkan ditutup total.
Besok, Kamis, 19 Maret 2026, Bali akan memasuki kesunyian total. Seluruh aktivitas di Badung, termasuk operasional bandara dan jalan tol, akan dihentikan sepenuhnya selama 24 jam.***
Editor : Ibnu Yunianto