RADAR BALI – Situasi arus mudik di jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mulai menunjukkan tren penurunan pada Selasa (17/3/2026) pagi.
Setelah sempat mengalami kemacetan parah dengan ekor antrean mencapai 30 kilometer, kini antrean kendaraan pemudik yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa tercatat menyisakan sekitar 8 kilometer.
Kondisi ini menandakan puncak arus mudik dari Bali menuju Jawa telah terlampaui.
Sebelumnya, lonjakan kendaraan yang luar biasa terjadi sejak Minggu (15/3/2026).
Ribuan pemudik terjebak selama belasan jam di jalur tengkorak tersebut, yang disebut-sebut sebagai kemacetan terparah dalam belasan tahun terakhir.
Lonjakan drastis volume kendaraan tahun ini dipicu oleh kalender hari raya yang berdekatan antara Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 2026.
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menjelaskan bahwa karakteristik pemudik dari Bali kali ini berbeda.
"Puncak perkiraan mudik dari Bali memang hari ini. Patokan pemudik dari Bali bukan Hari Raya Idul Fitri, tetapi Hari Raya Nyepi," ujar Kadek Citra Dewi.
Masyarakat memilih pulang lebih awal sebelum seluruh aktivitas di Pulau Dewata dihentikan total saat Nyepi.
Langkah Antisipasi dan Penambahan Armada
Menanggapi situasi tersebut, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengurai kepadatan.
Salah satu solusi utama yang dijalankan adalah penambahan dan pergeseran kapal penyeberangan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, dan ada pergeseran kapal untuk bisa mempercepat itu," kata Agus.
Selain itu, otoritas pelabuhan menerapkan sistem TBB (Tiba Bongkar Balik) pada beberapa armada ferry untuk mempercepat pengosongan kendaraan di sisi Gilimanuk.
Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada Senin (16/3/2026), tercatat sebanyak 251 trip penyeberangan telah melayani pemudik.
Jadwal Penutupan Operasional Nyepi
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengingatkan masyarakat mengenai penutupan sementara operasional penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk untuk menghormati pelaksanaan Nyepi.
Berikut adalah jadwal detailnya:
Pelabuhan Gilimanuk (Bali): Ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi): Ditutup mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.
Executive Director Regional III ASDP Lutfi Pratama Adi Subarkah menegaskan bahwa pada 19 Maret 2026, seluruh aktivitas di Selat Bali akan berhenti total.
Skema Delaying System
Untuk mencegah penumpukan di area pelabuhan saat gerbang ditutup, ASDP bersama kepolisian telah menyiapkan titik delaying system dan buffer zone.
Di sisi Gilimanuk, penahanan kendaraan ditempatkan di UPPKB Cekik, Terminal Kargo, dan Terminal Bus Gilimanuk.
Masyarakat dan operator logistik sangat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang dan menghindari keberangkatan pada saat pelaksanaan Nyepi karena tidak akan ada layanan penyeberangan yang beroperasi.***
Editor : Ibnu Yunianto