27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Esai Imlek Pandita Handy Prasetya:Tahun Kelinci Air, Semoga Jadi Momentum Limpahan Kebaikan

TAHUN  baru kalender China  atau Imlek 2574 Kongzili,  adalah tradisi di Tiongkok  menyambut musim semi setelah musim dingin begitu panjang. Dari mulai bercocok tanam,  hingga  semua bergembira menyambutnya. Dan, budaya, tradisi masyarakat Tiongkok  itu ya banyak kemiripan dengan budaya  di Bali, banyak ritual pemujaan kepada para Dewa.

Tentang pemujaan kepada para Dewa. Makhluk-makhluk dapat bersinggungan dengan manusia dan  menghormatinya karena  kita seperti teman. Krama  Bali pola aktivitas spiritualnya ya  menyerupai  itu. Ada banyak kemiripan.

Ketika kegembiraan itu hadir,  mereka juga tetap ingat dengan membersihkan abu-abu leluhur. Membersihkan pokoknya mereka punya pelangkiran (tempat memuja) para Dewa.  Seminggu sebelum Imlek, mereka percaya para dewa berangkat ke surga, ini bisa dibersihkan.

Zaman lampau, di Bali, ada yang  menyebut Tahun Baru Imlek itu disebut Galungan China. Ada 15 harinya,  Cap Go Meh  itu Kuningan China. Waktu kecil, sebelum kita tahu agama Buddha secara mendetail, Imlek kan juga ada yang bilang Galungan China dan 15 hari kemudian merayakan Cap Go Meh itu Kuningan China.

Dengan segala kegembiraan itu, semoga  tahun baru ini  membawa hal yang baru. Hal yang positif dan kami dengan prinsip  Buddhisme itu mempercayai hal apa pun yang hadir  terus menghimpun kebajikan.

Orang baik apa pun yang terjadi selalu selamat dan berbahagia. Apa cita-cita selalu bisa kita raih. Bekalnya itu kebajikan. Tahun ini akan memasuki tahun Kelinci Air, dari yang sebelumnya tahun macan. Harusnya begitu maknanya adalah kebaikan lebit tepatnya kesuburan.

Baca Juga:  'Piket Nol'

Semoga negara  Indonesia yang ditakuti akan terjadi resesi bisa selamat dan rezeki terus mengalir. Apalagi akan menyambut tahun politik dan juga akan membuat Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim. Melihat  perekonomian dunia yang bergejolak  karena katanya kursnya turun, tapi inflasi di Indonesia masih relatif baik.

Melihat negara lain sangat berdampak dengan perang Ukraina dan Rusia membuat pangan mahal. Bahan bakar minyak juga meningkat.

Negara besar seperti Amerika inflasi, pun juga Eropa. Kita di Indonesia tidak tinggi kisaran 3 persen.  Tidak terasa ada yang aneh di negara kita, tidak terlalu berpengaruh sehingga bahan pokok, pangan, obat-obatan di negeri ini masih terbilang murah.

Melihat juga wisatawan mancanegara sudah mulai ramai datang ke Bali. Harapnya tamu Tiongkok juga bisa segera datang sehingga Bali ramai menjadi normal dan perekonomian terus membaik.

Pada tahun politik 2024 mendatang rawan gesekan, jangan sampai terjadi pertentang yang menimbulkan perpecahan. Apa yang telah ditorehkan Presien Joko Widodo dengan prestasinya dapat dilanjutkan oleh pemimpin yang baru. Program yang baik didukung oleh semua pihak.

 

Apalagi akan membentuk ibu kota negara (IKN) baru. Gagasan IKN ini diketahui dari pemimpin terdahulu, dan akan diwujudkan oleh Joko Widodo. Semoga yang menggantikan adalah pemimpin yang baik, yang amanah.

Kerukunan selama ini terjalin dengan harmonis. Saya masuk dalam FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Badung sesama pucuk pimpinan, komunikasinya banyak. Bersahabat dan diharapkan di bawah terjadi kerukunan. Sebenarnya  yang radikal itu sedikit tapi bersuara lantang, sedangkan yang rukun-rukun damai dan tenang.

Baca Juga:  Astungkara! Imlek Berlangsung Aman, Polisi-TNI Turun Lakukan Pengamanan Ketat

Pemerintah mesti tegas jika ada yang merongrong Indonesia dan melanggar hukum. Harus tegas kepada mereka yang radikal.

Kalau sekarang dibiarkan dan ada  keraguan membuat masalah tambah besar itu yang membuat tidak tertib. Seharusnya kalau sudah melanggar hukum tindak segera, saya yakin  akan menjadi negara yang baik.

Pantangan tahun 2023, sudut pandang Budha tidak ada pantangan. Kalau percaya dengan tradisi Tionghoa, tahun kelinci air maknanya kemakmuran.

Tampilan kelinci yang menggemaskan dan jinak, harusnya damai serta tenang. Tapi yang kita dengar berdasarkan informasi di media mainstream, perekonomian terpuruk karena sudah ada inflasi tinggi di negara maju.

Syukurnya, Indonesia sejauh  ini tetap  baik-baik saja. Semoga saja Indonesia tidak kena resesi  Meskipun memang diberitakan akan ada resesi, berpotensi resesi, namun jangan pesimistis.

Jangan terlalu percaya, kita bisa mengendalikan konsumsi belanja dan berhemat untuk menyiapkan segala kemungkinan terjadi. Saya berharap kemakmuran, limpahan dari air membuat kita tetap baik-baik saja. Stabil-stabil saja.  Berharap negara kita menjadi lebih baik di masa depan, meskipun menghadapi tahun politik. [Pandita Handy Prasetya adalah Kepala Kerohaniawan Vihara Dharmayana Kuta, Badung. Tulisan ini seperti disampaikan kepada wartawan Jawa Pos Radar Bali, Ni Kadek Novi Febriani]

 



TAHUN  baru kalender China  atau Imlek 2574 Kongzili,  adalah tradisi di Tiongkok  menyambut musim semi setelah musim dingin begitu panjang. Dari mulai bercocok tanam,  hingga  semua bergembira menyambutnya. Dan, budaya, tradisi masyarakat Tiongkok  itu ya banyak kemiripan dengan budaya  di Bali, banyak ritual pemujaan kepada para Dewa.

Tentang pemujaan kepada para Dewa. Makhluk-makhluk dapat bersinggungan dengan manusia dan  menghormatinya karena  kita seperti teman. Krama  Bali pola aktivitas spiritualnya ya  menyerupai  itu. Ada banyak kemiripan.

Ketika kegembiraan itu hadir,  mereka juga tetap ingat dengan membersihkan abu-abu leluhur. Membersihkan pokoknya mereka punya pelangkiran (tempat memuja) para Dewa.  Seminggu sebelum Imlek, mereka percaya para dewa berangkat ke surga, ini bisa dibersihkan.

Zaman lampau, di Bali, ada yang  menyebut Tahun Baru Imlek itu disebut Galungan China. Ada 15 harinya,  Cap Go Meh  itu Kuningan China. Waktu kecil, sebelum kita tahu agama Buddha secara mendetail, Imlek kan juga ada yang bilang Galungan China dan 15 hari kemudian merayakan Cap Go Meh itu Kuningan China.

Dengan segala kegembiraan itu, semoga  tahun baru ini  membawa hal yang baru. Hal yang positif dan kami dengan prinsip  Buddhisme itu mempercayai hal apa pun yang hadir  terus menghimpun kebajikan.

Orang baik apa pun yang terjadi selalu selamat dan berbahagia. Apa cita-cita selalu bisa kita raih. Bekalnya itu kebajikan. Tahun ini akan memasuki tahun Kelinci Air, dari yang sebelumnya tahun macan. Harusnya begitu maknanya adalah kebaikan lebit tepatnya kesuburan.

Baca Juga:  Semarak Menyambut Imlek 2574 di Bali (3):Di Jembrana Vihara Kinclong

Semoga negara  Indonesia yang ditakuti akan terjadi resesi bisa selamat dan rezeki terus mengalir. Apalagi akan menyambut tahun politik dan juga akan membuat Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim. Melihat  perekonomian dunia yang bergejolak  karena katanya kursnya turun, tapi inflasi di Indonesia masih relatif baik.

Melihat negara lain sangat berdampak dengan perang Ukraina dan Rusia membuat pangan mahal. Bahan bakar minyak juga meningkat.

Negara besar seperti Amerika inflasi, pun juga Eropa. Kita di Indonesia tidak tinggi kisaran 3 persen.  Tidak terasa ada yang aneh di negara kita, tidak terlalu berpengaruh sehingga bahan pokok, pangan, obat-obatan di negeri ini masih terbilang murah.

Melihat juga wisatawan mancanegara sudah mulai ramai datang ke Bali. Harapnya tamu Tiongkok juga bisa segera datang sehingga Bali ramai menjadi normal dan perekonomian terus membaik.

Pada tahun politik 2024 mendatang rawan gesekan, jangan sampai terjadi pertentang yang menimbulkan perpecahan. Apa yang telah ditorehkan Presien Joko Widodo dengan prestasinya dapat dilanjutkan oleh pemimpin yang baru. Program yang baik didukung oleh semua pihak.

 

Apalagi akan membentuk ibu kota negara (IKN) baru. Gagasan IKN ini diketahui dari pemimpin terdahulu, dan akan diwujudkan oleh Joko Widodo. Semoga yang menggantikan adalah pemimpin yang baik, yang amanah.

Kerukunan selama ini terjalin dengan harmonis. Saya masuk dalam FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Badung sesama pucuk pimpinan, komunikasinya banyak. Bersahabat dan diharapkan di bawah terjadi kerukunan. Sebenarnya  yang radikal itu sedikit tapi bersuara lantang, sedangkan yang rukun-rukun damai dan tenang.

Baca Juga:  John & John

Pemerintah mesti tegas jika ada yang merongrong Indonesia dan melanggar hukum. Harus tegas kepada mereka yang radikal.

Kalau sekarang dibiarkan dan ada  keraguan membuat masalah tambah besar itu yang membuat tidak tertib. Seharusnya kalau sudah melanggar hukum tindak segera, saya yakin  akan menjadi negara yang baik.

Pantangan tahun 2023, sudut pandang Budha tidak ada pantangan. Kalau percaya dengan tradisi Tionghoa, tahun kelinci air maknanya kemakmuran.

Tampilan kelinci yang menggemaskan dan jinak, harusnya damai serta tenang. Tapi yang kita dengar berdasarkan informasi di media mainstream, perekonomian terpuruk karena sudah ada inflasi tinggi di negara maju.

Syukurnya, Indonesia sejauh  ini tetap  baik-baik saja. Semoga saja Indonesia tidak kena resesi  Meskipun memang diberitakan akan ada resesi, berpotensi resesi, namun jangan pesimistis.

Jangan terlalu percaya, kita bisa mengendalikan konsumsi belanja dan berhemat untuk menyiapkan segala kemungkinan terjadi. Saya berharap kemakmuran, limpahan dari air membuat kita tetap baik-baik saja. Stabil-stabil saja.  Berharap negara kita menjadi lebih baik di masa depan, meskipun menghadapi tahun politik. [Pandita Handy Prasetya adalah Kepala Kerohaniawan Vihara Dharmayana Kuta, Badung. Tulisan ini seperti disampaikan kepada wartawan Jawa Pos Radar Bali, Ni Kadek Novi Febriani]

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru