27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Wow, Kunjungan ke Nusa Dua Naik 168 Persen, Capai 379.504 Pengunjung Selama 2022

MANGUPURA, Radar Bali.id – Catatan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), pengelola kawasan The Nusa Dua  tingkat kunjungan wisata melonjak tajam. Ada 379.504 kunjungan sepanjang tahun 2022. Tidak hanya pengunjung, rerata tingkat hunian atau occupancy rate juga mengalami peningkatan pesat.

Direktur Utama ITDC, Ari Respati mengakui kalau sepanjang tahun 2022 (Januari-Desember), pariwisata terus menunjukkan pemulihan. Dari data yang dimiliki, kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan The Nusa Dua sepanjang tahun 2022 tercatat sebesar 379.504 orang atau tumbuh 168 persen dibanding tahun 2021 yang mencapai 21.295 orang.

Respati melanjutkan, kalau pencapaian pada 2022 membuat pihaknya menyambut tahun 2023 dengan lebih optimistis. Pihaknya optimis tahun 2023 akan terus meningkat, apalagi pemerintah telah resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir tahun lalu. “Dipastikan, kunjungan akan terus mengalami peningkatan ke depannya seiring dengan pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),” timpalnya, Senin (23/1/2023).

Selain kunjungan, tingkat hunian di dalam kawasan The Nusa Dua juga menunjukkan trend positif. Bahkan, tingkat hunian (occupancy rate) di kawasan tersebut tercatat meningkat yakni 49,46 persen dibandingkan tingkat tahun 2021 yang hanya mencapai 16,63 persen. Menurut Respati, tingkat hunian di The Nusa Dua tumbuh melesat.

Baca Juga:  Uji Coba Pantai Melasti, Pengelola Klaim Wisatawan taat Protokol

Hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2021, dan sedikit lebih tinggi dari tingkat hunian rata-rata nasional. Hal ini dikarenakan tingginya intensitas penyelenggaraan event di The Nusa Dua, baik event nasional maupun internasional. “Tahun 2022 lalu merupakan tahun pemulihan pariwisata setelah dihantam pandemi selama dua tahun,” kisahnya.

Untuk di kawasan The Nusa Dua, berbagai event skala nasional maupun internasional menjadi salah satu faktor meningkatnya tingkat hunian.
Dijelaskan Ari Respati, beberapa event yang menjadi tingginya tingkat hunian dan kunjungan itu seperti Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) berskala internasional yang sukses digelar di kawasan The Nusa Dua.

Seperti Presidensi G20 2022, Indonesia Esports Summit 2022, AIS 6th Senior Official Meeting and 4th Ministerial Meeting, dan The 15th Bali Democracy Forum. Sejumlah kegiatan event musik dan gaya hidup yang berlangsung di The Nusa Dua seperti Univlox Lite Nite Vol. 4 dan Road To Now Playing Fest 2023.

Baca Juga:  Brand Handuk No.1 di Indonesia Ikut Bangkitkan Industri Pariwisata

Sejumlah event ini tercatat mampu menarik kunjungan wisatawan ke kawasan. Jika dilihat lebih rinci, Ari Respati Ari menjelaskan bahwa selama tahun 2022, tingkat hunian kawasan The Nusa Dua cukup stabil baik di masa high season hingga low season. Pada bulan Juli hingga November 2022, rata-rata tercatat di atas 60 persen.

Bahkan pada bulan Desember 2022, tingkat hunian rata-rata hotel di kawasan mencapai 70,68 persen. Capaian pada bulan Desember ini merupakan pertumbuhan terbesar dan hampir sama dengan kondisi sebelum pandemi. Di mana tingkat hunian pada bulan Desember 2019 sebesar 72,93 persen. Dengan adanya sejumlah agenda event yang akan berlangsung selama 2023 ini. “Kami percaya akan membantu upaya kami dalam menjaga tren positif kunjungan wisatawan ke The Nusa Dua dan terus menjaga momentum kebangkitan pariwisata,” pungkasnya. [andre sulla/radar bali]



MANGUPURA, Radar Bali.id – Catatan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), pengelola kawasan The Nusa Dua  tingkat kunjungan wisata melonjak tajam. Ada 379.504 kunjungan sepanjang tahun 2022. Tidak hanya pengunjung, rerata tingkat hunian atau occupancy rate juga mengalami peningkatan pesat.

Direktur Utama ITDC, Ari Respati mengakui kalau sepanjang tahun 2022 (Januari-Desember), pariwisata terus menunjukkan pemulihan. Dari data yang dimiliki, kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan The Nusa Dua sepanjang tahun 2022 tercatat sebesar 379.504 orang atau tumbuh 168 persen dibanding tahun 2021 yang mencapai 21.295 orang.

Respati melanjutkan, kalau pencapaian pada 2022 membuat pihaknya menyambut tahun 2023 dengan lebih optimistis. Pihaknya optimis tahun 2023 akan terus meningkat, apalagi pemerintah telah resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir tahun lalu. “Dipastikan, kunjungan akan terus mengalami peningkatan ke depannya seiring dengan pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),” timpalnya, Senin (23/1/2023).

Selain kunjungan, tingkat hunian di dalam kawasan The Nusa Dua juga menunjukkan trend positif. Bahkan, tingkat hunian (occupancy rate) di kawasan tersebut tercatat meningkat yakni 49,46 persen dibandingkan tingkat tahun 2021 yang hanya mencapai 16,63 persen. Menurut Respati, tingkat hunian di The Nusa Dua tumbuh melesat.

Baca Juga:  Pungut USD 10 per Wisatawan Belum Jelas, Koster: Masih Cari Regulasi

Hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2021, dan sedikit lebih tinggi dari tingkat hunian rata-rata nasional. Hal ini dikarenakan tingginya intensitas penyelenggaraan event di The Nusa Dua, baik event nasional maupun internasional. “Tahun 2022 lalu merupakan tahun pemulihan pariwisata setelah dihantam pandemi selama dua tahun,” kisahnya.

Untuk di kawasan The Nusa Dua, berbagai event skala nasional maupun internasional menjadi salah satu faktor meningkatnya tingkat hunian.
Dijelaskan Ari Respati, beberapa event yang menjadi tingginya tingkat hunian dan kunjungan itu seperti Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) berskala internasional yang sukses digelar di kawasan The Nusa Dua.

Seperti Presidensi G20 2022, Indonesia Esports Summit 2022, AIS 6th Senior Official Meeting and 4th Ministerial Meeting, dan The 15th Bali Democracy Forum. Sejumlah kegiatan event musik dan gaya hidup yang berlangsung di The Nusa Dua seperti Univlox Lite Nite Vol. 4 dan Road To Now Playing Fest 2023.

Baca Juga:  Wisata Camping di Bali Diserbu Wisatawan dari Jakarta dan Surabaya

Sejumlah event ini tercatat mampu menarik kunjungan wisatawan ke kawasan. Jika dilihat lebih rinci, Ari Respati Ari menjelaskan bahwa selama tahun 2022, tingkat hunian kawasan The Nusa Dua cukup stabil baik di masa high season hingga low season. Pada bulan Juli hingga November 2022, rata-rata tercatat di atas 60 persen.

Bahkan pada bulan Desember 2022, tingkat hunian rata-rata hotel di kawasan mencapai 70,68 persen. Capaian pada bulan Desember ini merupakan pertumbuhan terbesar dan hampir sama dengan kondisi sebelum pandemi. Di mana tingkat hunian pada bulan Desember 2019 sebesar 72,93 persen. Dengan adanya sejumlah agenda event yang akan berlangsung selama 2023 ini. “Kami percaya akan membantu upaya kami dalam menjaga tren positif kunjungan wisatawan ke The Nusa Dua dan terus menjaga momentum kebangkitan pariwisata,” pungkasnya. [andre sulla/radar bali]


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru