Ombak 2,5 Meter Ancam Pantai Bali, Siswa Study Tour Dilarang Berenang

RADAR BALI – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi yang mengancam sejumlah perairan di selatan Bali.
Berdasarkan data BMKG, gelombang laut diprediksi bisa mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter dalam periode 10–13 Juli 2026.
Menyikapi ancaman cuaca ekstrem ini, UPTD Badung Lifeguard meminta rombongan wisatawan, termasuk siswa dan guru yang sedang melakukan agenda study tour di kawasan pesisir Bali, untuk tidak berenang maupun bermain kano saat air laut pasang demi menjaga keselamatan jiwa.
Angin kencang dan cuaca ekstrem diprediksi memicu peningkatan tinggi gelombang di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, serta Perairan Selatan Bali yang diprediksi dapat mencapai 2 meter atau lebih.
Selain gelombang tinggi, masyarakat dan wisatawan juga diminta mewaspadai dampak bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor. Kondisi tersebut turut memengaruhi prakiraan tinggi gelombang di sejumlah pelabuhan utama di Bali yang berlaku mulai 12 hingga 14 Juli 2026.
Di Pelabuhan Benoa, tinggi gelombang laut diprediksi mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai rentang 1,25–2,5 meter pada Selasa, 14 Juli 2026, dengan kecepatan angin bertiup dari arah barat daya hingga 19 knot.
Kondisi gelombang di kisaran 0,5–1,25 meter terpantau berada di Pelabuhan Serangan, Pelabuhan Kusamba, Pelabuhan Nusa Penida, serta Pelabuhan ASDP Gilimanuk.
Sementara itu, untuk Pelabuhan Sanur, tinggi gelombang laut mencatatkan kisaran yang sama dengan Pelabuhan Serangan yakni berada pada rentang 0,5–1,25 meter.
Seluruh area pelabuhan ini juga diimbau tetap waspada karena disertai hembusan angin kencang mencapai 19 knot dengan kondisi langit didominasi berawan tebal.



