Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Piodalan, Pelancong Sementara Hanya Bisa Berwisata di Jaba Pura Goa Lawah

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Senin, 21 Agustus 2023 | 19:05 WIB
SEMENTARA DI LUAR AREA : Wisatawan saat berkunjung ke Pura Goa Lawah.(dewa ayu pitri arisanti/radar bali)
SEMENTARA DI LUAR AREA : Wisatawan saat berkunjung ke Pura Goa Lawah.(dewa ayu pitri arisanti/radar bali)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan yang banyak dikunjungi, baik untuk tujuan bersembahyang maupun berwisata.

Setidaknya ada lebih dari seratuan wisatawan berkunjung ke pura yang memiliki goa dihuni ribuan kelelawar sebagai daya tarik itu setiap harinya.

Hanya saja berkaitan dengan piodalan Pura Goa Lawah yang berlangsung mulai 22 -29 Agustus 2023, wisatawan yang berkunjung hanya diperkenankan melihat keunikan pura dan prosesi upacara sampai jaba pura.

Mengingat saat piodalan berlangsung, pura tersebut akan dipadati oleh umat yang hendak bersembahyang. “Tidak diperkenankan masuk ke utama mandala pura (tempat goa dan kelelawar bersarang). Diperkenankan di jabe pura melihat proses upacara,” terang Panitia Pura Goa Lawah, I Putu Juliadi, Minggu (20/8/2023).

Sementara untuk umat yang hendak bersembahyang, dia mengimbau agar mengurangi penggunaan plastik dalam sarana persembahyangan. Kemudian diminta juga kepada umat agar membuang sisa-sisa persembahyangan ke tempat yang telah disediakan.

Sehingga pura selalu dalam keadaan bersih. “Dan bila ada umat yang membungkus sarana persembahyangannya menggunakan plastik, seyogyanya dibuka sebelum memasuki pura,” imbuhnya.

Terkait puncak piodalan pada 22 Agustus mendatang, piodalan akan dipimpin oleh dua ratu pedanda di utama mandala, Yakni Pedanda Istri Anom dari Grya Jumpung nyar dan ratu Ratu Pedanda Buda dari Wanasari.

Sementara di Pucak Sari akan dipimpin oleh Ratu Pedanda Gde dari Grya Ersanya Dawan Kaler. “Ngaturang panyineb berlangsung 29 Agustus pukul 14.00,” tandasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#goa lawah #pariwisata #klungkung