Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Undang Investor Tiongkok, Poltekpar Bali dan Sandiaga Uno Satu Visi Bangun Pariwisata Kesehatan di Bali

I Wayan Widyantara • Selasa, 21 Mei 2024 | 02:25 WIB
SATU VISI: Menparekraf Sandiaga Uno (6 dari kiri) hadiri 2024 First China-ASEAN International Forum on Traditional Medicine" di Intercontinental Bali Resort, Badung, Sabtu (18/5/2024). (Kemenparekraf)
SATU VISI: Menparekraf Sandiaga Uno (6 dari kiri) hadiri 2024 First China-ASEAN International Forum on Traditional Medicine" di Intercontinental Bali Resort, Badung, Sabtu (18/5/2024). (Kemenparekraf)

JIMBARAN, radarbali.jawapos.com – Keseriusan untuk membangun Bali dari segi wisata kesehatan kembali diperlihatkan.

Terbaru, pihak pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mengajak para pelaku usaka/industry kesehatan asal Tiongkok, khususnya pengobatan tradisional untu berinvestasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan langusng oleh Sandiaga Salahuddi Uno, selaku Menparekraf dalam sebuah agenda 2024 First China-ASEAN International Forum on Traditional Medicine" yang berlangsung di Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, Badung, Sabtu (18/5/2024).

"Saya menawarkan peluang investasi yang lebih luas karena Tian Jin Hospital, salah satu peserta di forum ini memiliki keunggulan dalam metode pengobatan tradisional," kata Menparekraf Sandiaga.

Namun penawaran tersebut pun bukan sekadar penawaran. Pemerintah melalui kawasan ekonomi khusus kesehatan yang sedang dikembangkan, salah satunya di Kura-Kura Sanur akan memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan-kemudahan serta insentif.

"Kawasan Ekonomi Khusus Sanur sendiri targetnya menarik lebih dari 3 sampai 5 miliar dolar AS secara keseluruhan. Ini yang kita sedang kita tawarkan," kata Sandiaga.

Dukungan tersebut juga hadir dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali. Direktur Poltekpar Bali, Dr.Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes, sebelumnya mengatakan, ke depan direncanakan Poltekpar Bali akan dilengkapi dengan pusat kesehatan tradisional (Health Center).

“Terpilihnya China sebagai mitra untuk menjalin kerjasama karena negara “Tirai Bambu” itu cukup banyak memiliki pusat pengobatan tradisional,” tuturnya.

Tidak jauh berbeda Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Informasi Universitas Udayana (Unud), Prof.Dr.dr.I Putu Gede Adiatmika, M.Kes.MICE, mengemukakan kerjasama dengan China tentang pengobatan tradisional tersebut merupakan langkah yang sangat baik.

Pasalnya Unud saat ini telah memiliki rumah sakit yang juga sebagai tempat pengobatan tradisional. Karenanya ke depan kerjasama akan ditingkatkan secara lebih banyak/lengkap lagi.

Sementara itu, Duta Besar China untuk Indonesia, H.E. Mr.Djauhari Oratmangun, menjelaskan First China-ASEAN International Forum on Traditional Medicine merupakan forum yang sangat penting.

Pasalnya langkah kerjasama ini akan banyak memberikan keuntungan termasuk di bidang budaya, kesehatan, dan ekonomi.

Bahkan bidang ekonomi yang mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal. Kerjasama ini baru merupakan langkah awal bagi China, Unud, dan Poltekpar Bali, yang nantinya akan ditindaklanjuti kembali ke tahap berikutnya.

“Kalau kerja sama ini bisa berlanjut dengan baik oleh China, Unud dan Poltekpar Bali diyakini perkembangan kesehatan tradisional di Bali akan bisa berkembang dengan baik,” pungkasnya. (ara)

Editor : Rosihan Anwar