AMLAPURA, Radar Bali.id– Konflik internal yang berlarut-larut di Desa Adat Bugbug, Karangasem, Bali, kembali mencuat dan kini berdampak langsung pada sektor pariwisata.
Bentrokan dua kelompok massa yang berseteru dilaporkan kembali pecah di akses pintu masuk utama objek wisata populer Bukit Asah dan Virgin Beach beberapa hari belakangan.
Pertemuan dua kelompok massa di lokasi strategis ini menyebabkan ketegangan yang membuat para wisatawan yang hendak berkunjung sempat tertahan, bahkan ada yang memutuskan untuk putar balik demi menghindari kericuhan.
Penjagaan Diperketat, Situasi Sempat Tegang
Mengantisipasi eskalasi, aparat kepolisian dari Polres Karangasem langsung mengerahkan ratusan personel. Meskipun terjadi ketegangan, Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, memastikan situasi dapat dikendalikan.
"Situasi kondusif. Hanya saja yang kemarin itu sempat tegang karena ada dua massa bertemu di pintu masuk," ujar Ipda Artono saat dikonfirmasi kemarin (20/11/2025). Ia menambahkan, meski sempat tegang, situasi selama momen Galungan pada Rabu (19/11/2025) dinyatakan kondusif berkat kesigapan aparat.
Akses Tiket Masuk Masih Menggantung
Saat ini, pihak kepolisian mencatat bahwa tidak ada penjagaan pintu tiket masuk di kedua objek wisata tersebut. Kondisi ini membuat status akses wisatawan, baik itu penutupan sementara atau pembebasan pungutan tiket masuk, menjadi tidak jelas.
"Informasinya [penjagaan tiket masuk] masih menunggu paruman (rapat) internal Desa Adat Bugbug. Nanti akan diputuskan di sana," lanjut Ipda Artono.
Kepolisian sendiri mengaku belum mendapat kepastian resmi mengenai kebijakan akses wisatawan ke Virgin Beach dan Bukit Asah. Masyarakat dan wisatawan kini menantikan hasil paruman desa adat untuk mengetahui nasib operasional dua destinasi unggulan di Karangasem tersebut.[*]
Editor : Hari Puspita