Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tantangan Ganda Idul Fitri–Nyepi, Polda Bali Turun Kekuatan Penuh, Koster Sebut Pariwisata Meningkat

Tim Redaksi • Jumat, 13 Maret 2026 | 08:24 WIB

 

: Gubernur Bali Wayan Koster dan SIAGA: Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya berjalan bersama meninjau kesiapan personel dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 di Mako Brimob Tohpati
: Gubernur Bali Wayan Koster dan SIAGA: Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya berjalan bersama meninjau kesiapan personel dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 di Mako Brimob Tohpati

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Operasi Ketupat Agung 2026 resmi dimulai untuk mengamankan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dan rangkaian Hari Raya Nyepi di wilayah hukum Polda Bali.

Operasi yang berlangsung pada 13 sampai 25 Maret 2026 ini menjadi salah satu yang paling kompleks karena dua perayaan keagamaan besar jatuh pada waktu yang sangat berdekatan. Apel gelar pasukan dilaksanakan pada 12 Maret di Lapangan Iptu Soetardjo Mako Brimob Tohpati Denpasar.

Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, mengatakan operasi tahun ini mengedepankan langkah preventif serta tindakan tegas dan terukur. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian pengamanan dirancang untuk melindungi masyarakat tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah.

”Operasi ini dilakukan untuk keselamatan masyarakat dan kelancaran arus mudik, termasuk seluruh kegiatan masyarakat. Kami ingin situasi Kamtibmas menjelang dan pasca Hari Raya Nyepi dan Idulfitri tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Tahun 2026 menjadi tahun yang penuh tantangan karena hari terakhir puasa, yaitu 19 Maret, bertepatan dengan pelaksanaan Nyepi, sementara Idulfitri diperkirakan jatuh pada keesokan harinya, 20 Maret 2026. Kondisi ini membuat pengaturan takbiran menjadi perhatian pemerintah daerah.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menjelaskan bahwa tata cara pelaksanaan takbiran telah disesuaikan agar tidak mengganggu kekhusyukan Nyepi. ”Jika Idulfitri tanggal 20, maka ada kemungkinan takbiran tanggal 19.

Acara takbiran sesuai kesepakatan bersama sebaiknya dilakukan di rumah. Jika tidak bisa di rumah, dilakukan di masjid terdekat, berjalan kaki, dengan tanpa pengeras suara dan lampu penerangan seadanya dan tidak ada pawai,” kata Koster.

 Baca Juga: Anggota Komisi III DPR RI Wayan Sudirta Puji Humanisme Polri hingga Minta Anggaran Polairud Tak Dipangkas

Ia juga menilai bahwa situasi sosial di Bali sangat kondusif dalam menyikapi perbedaan perayaan keagamaan.

”Di Bali kalau itu umat Muhammadiyah, jumlahnya tidak terlalu banyak. Mari jalankan dengan penuh toleransi agar aman dan kondusif. Ini bukan pertama kali terjadi dan tidak pernah menjadi masalah karena kita sudah terbiasa dengan toleransi,” ujarnya.

Polda Bali menyampaikan data evaluasi Operasi Ketupat 2025 sebagai acuan penyusunan strategi tahun ini. Jumlah kejahatan turun 10,56 persen, dari 161 menjadi 144 kasus. Penyelesaian perkara meningkat 61,02 persen.

Kejahatan konvensional seperti pencurian dengan pemberatan turun 65,22 persen, namun pencurian dengan kekerasan naik hingga 200 persen sehingga menjadi fokus utama pengamanan.

 Baca Juga: Peringati IWD 2026, Konjen Australia dan Putri Koster Soroti Kesetaraan Gender di Bali

Pada aspek lalu lintas, kecelakaan turun 14,23 persen dan korban meninggal dunia turun 55,56 persen. Meski demikian, pelanggaran lalu lintas naik 1,43 persen dengan peningkatan tindakan tilang mencapai 89,67 persen karena penegakan disiplin di lapangan.

Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik, kepolisian menyiapkan skema delay system menuju Pelabuhan Gilimanuk serta pengalihan arus di wilayah Melaya dengan estimasi waktu tempuh jalur alternatif 17 sampai 25 menit.

Polda Bali juga mengidentifikasi potensi kerawanan lain, termasuk benturan budaya dan tradisi akibat beririsan dengan Nyepi, ancaman kamtibmas seperti kejahatan jalanan dan peredaran narkoba, serta potensi bencana alam seperti cuaca ekstrem di jalur Ketapang–Gilimanuk.

Sebanyak 2.169 personel Polri dikerahkan dalam operasi ini. Mereka didukung 195 personel TNI, 171 petugas Dinas Perhubungan, 177 Satpol PP, dan 108 pecalang. Seluruh pasukan ini tersebar dalam tujuh satuan tugas, mulai dari satgas preemtif, preventif, hingga bantuan operasional.

Semua pos pengamanan dan pos pelayanan ditargetkan aktif sejak 12 Maret, dilengkapi fasilitas modern serta aplikasi SOT Presisi untuk pemantauan kondisi lapangan secara real-time. Kapolda menegaskan bahwa pelayanan akan dilakukan secara humanis namun tetap tegas.

”Kami ingin masyarakat bisa merayakan hari raya dengan aman. Mudik Aman, Keluarga Bahagia adalah komitmen kami,” ujar Daniel.

Gubernur Koster memberikan apresiasi terhadap kesiapan Polda Bali dalam mengamankan dua perayaan besar tersebut. ”Kapolda sudah melakukan apel Operasi Ketupat Agung. Seluruh rangkaian Idulfitri, baik mudik maupun kegiatan lainnya, berjalan sesuai yang dirancang oleh Bapak Kapolda,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung penuh langkah-langkah pengamanan. ”Ini tidak hanya soal Idulfitri dan Nyepi, tetapi juga menjaga Bali tetap aman dan kondusif sebagai daerah pariwisata dunia,” kata Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan asing menunjukkan tren positif. ”Kunjungan wisatawan asing ke Bali sampai 8 Maret meningkat 8 persen. Situasinya stabil karena Bandara Ngurah Rai tetap buka dan akan ditutup hanya saat Nyepi,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya Operasi Ketupat Agung 2026, seluruh jajaran pemerintah dan aparat keamanan berharap rangkaian keagamaan Idulfitri dan Nyepi dapat berjalan lancar, aman, dan tetap mencerminkan nilai toleransi yang menjadi kekuatan utama masyarakat Bali.***

 

Editor : M.Ridwan
#idul fitri #polda bali #gubernur koster #hari raya nyepi