30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Universitas Muhammadiyah Malang Gaet Perusahaan Konstruksi Jepang

MALANG, Radar Bali-Demi melahirkan lulusan yang siap menghadapi kompetisi kerja, Universitas Muhammadiyah Malang terus melebarkan kerjasama internasionalnya. Terbaru, Vokasi UMM menggaet Japan Association for Construction (JAC) Jepang pada Rabu (5/10) untuk memberikan jalan para lulusan agar bisa bekerja di negeri sakura tersebut. JAC juga tertarik dengan adanya Center for Excellent (CoE) yang dikembangkan oleh Kampus Putih karena dinilai sebagai inovasi yang strategis di aspek sumber daya manusia (SDM).

General Manager Project Department JAC Yasuhito Morishima menjelaskan bahwa kedatangannya ke UMM adalah untuk mencari SDM yang siap didatangkan dan berkarya di Jepang. Ia menilai bahwa Kampus Putih dapat menyediakan SDM mumpuni, salah satunya melalui CoE yang ada. Dalam hal ini yakni program-program yang terkait dengan konstruksi.

Morishima juga menjelaskan bahwa ada 46 asosiasi yang berada di bawah naungan JAC. Mereka merupakan asosiasi yang terdaftar di sektor infrastruktur, transportasi, concrete pump dan lainnya. Bahkan JAC adalah satu-satunya perusahaan Jepang di bidang konstruksi yang bisa mendatangkan tenaga luar negeri.

Baca Juga:  Sambut World Tourism Day, Politekpar Bali Lepas Tukik dan Tanam Mangrove

“Di Jepang, ada 33 sub bidang pekerjaan konstruksi. Kami juga akan terus mencari mitra-mitra yang mampu mencetak lulusan siap kerja. Dan saya rasa, UMM adalah salah satunya. Nanti, para lulusan akan mengikuti proses belajar Jepang terlebih dahulu, kemudian juga keterampilan teknis kontruksi sehingga aspek komunikasi dan skill sama-sama terasah,” tambahnya.

Menariknya, UMM dan JAC tidak hanya melatih dan mengasah skill. Ada ribuan lowongan pekerjaan di Jepang yang bisa diisi oleh SDM-SDM Indonesia, pun dengan Kampus Putih. Total ada lebih dari 3800 kursi yang diperebutkan dan disiapkan bagi SDM Indonesia yang penuh talenta. “Saya pikir, etos kerja yang dimiliki orang-orang Indonesia sangat tinggi. Apalagi jika dibarengi dengan kemampuan bahasa Jepang yang baik serta kinerja yang apik. Tentu akan memberikan hasil yang menarik,” tuturnya.

Adapun kedatangan perwakilan JAC ke Indonesia memang khusus bertujuan hanya untuk mengunjungi UMM. Hal itu tidak lepas dari keberhasilan training center yang mampu ratusan peserta. Bahkan secara konsisten memberangkatkan SDM ke Jepang yang bekerja di berbagai bidang.

Baca Juga:  Dianggap Tempatkan Pengajar Seperti Buruh, APTISI Bali Desak Pemerintah Batalkan RUU Sisdiknas

Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa program kerjasama terkait konstruksi ini sangat relevan dengan CoE yang dimiliki Kampus Putih. CoE bertujuan untuk memastikan mahasiswa memiliki kepakaran dan keahlian spesifik. Maka menurutnya ini akan menjadi kerjasama yang saling mengisi. Satu pihak mampu mencetak lulusan dengan kemampuan yang sesuai, sementara pihak lainnya beruntung karena mendapatkan SDM bagus untuk perusahaannya.

“Kami memiliki lahan seluas lima beas hektar yang kini dikembangkan sebagai pusat CoE. Ada lebihd ari 40 CoE yang sudah berjalan, dirintis, bahkan baru dilaunching. Saya rasa kerjasama kami dengan JAC bisa memberikan hasil yang maksimal dan kemajuan bagi pengembangan CoE,” tambah Rektor asal Kediri tersebut. (mar/han)



MALANG, Radar Bali-Demi melahirkan lulusan yang siap menghadapi kompetisi kerja, Universitas Muhammadiyah Malang terus melebarkan kerjasama internasionalnya. Terbaru, Vokasi UMM menggaet Japan Association for Construction (JAC) Jepang pada Rabu (5/10) untuk memberikan jalan para lulusan agar bisa bekerja di negeri sakura tersebut. JAC juga tertarik dengan adanya Center for Excellent (CoE) yang dikembangkan oleh Kampus Putih karena dinilai sebagai inovasi yang strategis di aspek sumber daya manusia (SDM).

General Manager Project Department JAC Yasuhito Morishima menjelaskan bahwa kedatangannya ke UMM adalah untuk mencari SDM yang siap didatangkan dan berkarya di Jepang. Ia menilai bahwa Kampus Putih dapat menyediakan SDM mumpuni, salah satunya melalui CoE yang ada. Dalam hal ini yakni program-program yang terkait dengan konstruksi.

Morishima juga menjelaskan bahwa ada 46 asosiasi yang berada di bawah naungan JAC. Mereka merupakan asosiasi yang terdaftar di sektor infrastruktur, transportasi, concrete pump dan lainnya. Bahkan JAC adalah satu-satunya perusahaan Jepang di bidang konstruksi yang bisa mendatangkan tenaga luar negeri.

Baca Juga:  UMM Launching CoE Koi, Lahirkan SDM Unggul dan Entrepreneur Handal

“Di Jepang, ada 33 sub bidang pekerjaan konstruksi. Kami juga akan terus mencari mitra-mitra yang mampu mencetak lulusan siap kerja. Dan saya rasa, UMM adalah salah satunya. Nanti, para lulusan akan mengikuti proses belajar Jepang terlebih dahulu, kemudian juga keterampilan teknis kontruksi sehingga aspek komunikasi dan skill sama-sama terasah,” tambahnya.

Menariknya, UMM dan JAC tidak hanya melatih dan mengasah skill. Ada ribuan lowongan pekerjaan di Jepang yang bisa diisi oleh SDM-SDM Indonesia, pun dengan Kampus Putih. Total ada lebih dari 3800 kursi yang diperebutkan dan disiapkan bagi SDM Indonesia yang penuh talenta. “Saya pikir, etos kerja yang dimiliki orang-orang Indonesia sangat tinggi. Apalagi jika dibarengi dengan kemampuan bahasa Jepang yang baik serta kinerja yang apik. Tentu akan memberikan hasil yang menarik,” tuturnya.

Adapun kedatangan perwakilan JAC ke Indonesia memang khusus bertujuan hanya untuk mengunjungi UMM. Hal itu tidak lepas dari keberhasilan training center yang mampu ratusan peserta. Bahkan secara konsisten memberangkatkan SDM ke Jepang yang bekerja di berbagai bidang.

Baca Juga:  Mahasiswa ITB STIKOM Bali Juara Favorite Lomba Tari Yosakoi Matsuri

Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa program kerjasama terkait konstruksi ini sangat relevan dengan CoE yang dimiliki Kampus Putih. CoE bertujuan untuk memastikan mahasiswa memiliki kepakaran dan keahlian spesifik. Maka menurutnya ini akan menjadi kerjasama yang saling mengisi. Satu pihak mampu mencetak lulusan dengan kemampuan yang sesuai, sementara pihak lainnya beruntung karena mendapatkan SDM bagus untuk perusahaannya.

“Kami memiliki lahan seluas lima beas hektar yang kini dikembangkan sebagai pusat CoE. Ada lebihd ari 40 CoE yang sudah berjalan, dirintis, bahkan baru dilaunching. Saya rasa kerjasama kami dengan JAC bisa memberikan hasil yang maksimal dan kemajuan bagi pengembangan CoE,” tambah Rektor asal Kediri tersebut. (mar/han)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/