25.4 C
Denpasar
Saturday, April 1, 2023

Mahasiswa BIPAS Universitas Udayana dari 7 Negara Belajar Kuliner “Sate Lilit” Bali

DENPASAR,radarbali.id – Mahasiswa asing yang tergabung dalam Bali International Program on Asian Studies (BIPAS) Universitas Udayana dari tujuh negara belajar budaya Bali salah satunya pengolahan kuliner “sate lilit” dan rujak.

Mahasiswa asing tersebut masuk dalam Spring Semester Program BIPAS Tahun 2023 ini diikuti oleh sebanyak 58 mahasiswa yang berasal dari 7 negara yakni Jerman, Finlandia, Perancis, Meksiko, Moldova, Belanda dan Swedia.

Koordinator Program BIPAS Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi, mengatakan memasak bahan kuliner tradisional Bali menjadi program workshop yang wajib diikuti mahasiswa asing.

“Awal kegiatan ini berlangsung di bulan Februari dan ada narasumber yang menjelaskan tentang traditional balinese food. Dari proses secara tradisional hingga pengolahan secara modern,” kata¬† Sagung Shanti.

Mahasiswa asing juga diajak mengenali bahan-bahan yang dicampur hingga menjadi sate lilit dan rujak. Kata Sagung Shanti, ini menjadi kali pertama bagi para mahasiswa membuat dan merasakan sate lilit.

Baca Juga:  Alumni ITB Bali Serahkan Beasiswa bagi Pelajar Kurang Mampu

Universitas Udayana memberikan ruang bagi mahasiswa asing yang belajar di Bali untuk mengenal budaya Bali dan saling bertukar berinteraksi dengan mahasiswa Unud khususnya.

Setelah diberikan pembelajaran di dalam ruang kelas, seluruh mahasiswa asing yang juga berkolaborasi dengan mahasiswa lokal ikut bersama sama memasak sate lilit di halaman Kampus Bukit Jimbaran. “Mereka mengaku senang sekali ikut acara ini dan request juga untuk bisa sering-sering ngadain acara seperti ini. Bisa ngobrol dan seru-seruan dengan mahasiswa lokal ini yang berkesan buat mereka (mahasiswa asing),” ucapnya.

Kegiatan memasak kuliner tradisional Bali yang diikuti mahasiswa asing BIPAS Unud menjadi workshop rutin yang diadakan setiap awal semester.

Bali International Program on Asian Studies (BIPAS) merupakan salah satu program internasional di Universitas Udayana yang bernaung di Fakultas Ilmu Budaya. Program ini dilaksanakan sejak September 2009 yang merupakan kerjasama antara Unud dengan mitra Asia Exchange, dimana kerjasama ini telah terjalin sekitar 15 tahun yakni sejak tahun 200

Baca Juga:  Berkat Sugawa Korry, Desa Gobleg Buleleng Segera Punya Sekolah Pertanian

Program ini berlangsung dengan proses pembelajaran yang berlangsung selama 16 minggu yang terdiri dari 1 minggu orientasi, 12 minggu pembelajaran efektif, 1 minggu libur tengah semester, 1 minggu ujian tengah semester dan 1 minggu ujian akhir.

Materi pembelajaran yang diberikan yakni terkait International Tourism Management, Comparative Regional Studies in Indonesia, Economy And Business of South East Asia, International Business Law, Indonesian Language, International Entrepreneurship, International Business, Global Marketing International Relations and Communication, Environmental Management and Sustainability, Cross-Cultural Communication and Managing Entrepreneurship in Emerging Economies, Globalization and Social Change, Sociology and Culture in Modern Age. (feb)



DENPASAR,radarbali.id – Mahasiswa asing yang tergabung dalam Bali International Program on Asian Studies (BIPAS) Universitas Udayana dari tujuh negara belajar budaya Bali salah satunya pengolahan kuliner “sate lilit” dan rujak.

Mahasiswa asing tersebut masuk dalam Spring Semester Program BIPAS Tahun 2023 ini diikuti oleh sebanyak 58 mahasiswa yang berasal dari 7 negara yakni Jerman, Finlandia, Perancis, Meksiko, Moldova, Belanda dan Swedia.

Koordinator Program BIPAS Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi, mengatakan memasak bahan kuliner tradisional Bali menjadi program workshop yang wajib diikuti mahasiswa asing.

“Awal kegiatan ini berlangsung di bulan Februari dan ada narasumber yang menjelaskan tentang traditional balinese food. Dari proses secara tradisional hingga pengolahan secara modern,” kata¬† Sagung Shanti.

Mahasiswa asing juga diajak mengenali bahan-bahan yang dicampur hingga menjadi sate lilit dan rujak. Kata Sagung Shanti, ini menjadi kali pertama bagi para mahasiswa membuat dan merasakan sate lilit.

Baca Juga:  Bidik Rekor MURI, 2.470 Siswa di Buleleng Ikut Senam

Universitas Udayana memberikan ruang bagi mahasiswa asing yang belajar di Bali untuk mengenal budaya Bali dan saling bertukar berinteraksi dengan mahasiswa Unud khususnya.

Setelah diberikan pembelajaran di dalam ruang kelas, seluruh mahasiswa asing yang juga berkolaborasi dengan mahasiswa lokal ikut bersama sama memasak sate lilit di halaman Kampus Bukit Jimbaran. “Mereka mengaku senang sekali ikut acara ini dan request juga untuk bisa sering-sering ngadain acara seperti ini. Bisa ngobrol dan seru-seruan dengan mahasiswa lokal ini yang berkesan buat mereka (mahasiswa asing),” ucapnya.

Kegiatan memasak kuliner tradisional Bali yang diikuti mahasiswa asing BIPAS Unud menjadi workshop rutin yang diadakan setiap awal semester.

Bali International Program on Asian Studies (BIPAS) merupakan salah satu program internasional di Universitas Udayana yang bernaung di Fakultas Ilmu Budaya. Program ini dilaksanakan sejak September 2009 yang merupakan kerjasama antara Unud dengan mitra Asia Exchange, dimana kerjasama ini telah terjalin sekitar 15 tahun yakni sejak tahun 200

Baca Juga:  16 Tim Bidik Juara Perdana Debat Mahasiswa JPRB 2022

Program ini berlangsung dengan proses pembelajaran yang berlangsung selama 16 minggu yang terdiri dari 1 minggu orientasi, 12 minggu pembelajaran efektif, 1 minggu libur tengah semester, 1 minggu ujian tengah semester dan 1 minggu ujian akhir.

Materi pembelajaran yang diberikan yakni terkait International Tourism Management, Comparative Regional Studies in Indonesia, Economy And Business of South East Asia, International Business Law, Indonesian Language, International Entrepreneurship, International Business, Global Marketing International Relations and Communication, Environmental Management and Sustainability, Cross-Cultural Communication and Managing Entrepreneurship in Emerging Economies, Globalization and Social Change, Sociology and Culture in Modern Age. (feb)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru