Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha Singaraja Mengajar Bahasa Indonesia di SD Australia, Ini Programnya

F
Penulis: Francelino Junior❯
BANTU AJAR: Tim Guru Bantu FIP Undiksha yang akan membantu mengajar Bahasa Indonesia di SD Australia.
BANTU AJAR: Tim Guru Bantu FIP Undiksha yang akan membantu mengajar Bahasa Indonesia di SD Australia.

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha mengirimkan sepuluh orang untuk mengajarkan Bahasa Indonesia di sekolah dasar yang ada di Canberra, Australia.


Advertisement

Mereka menjadi salah satu dari sekian perguruan tinggi yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.

Sepuluh orang itu terbagi atas delapan orang mahasiswa dari program studi PGSD, Teknologi Pendidikan, dan Bimbingan Konseling ditambah dua orang dosen pendamping.

Diketahui mereka akan mengajarkan Bahasa Indonesia di Trinity Christian School dan St. Clare of Assisi selama hampir dua bulan lebih.

Advertisement

Secara resmi, mereka dilepas lembaga pendidikan untuk berangkat menuju Australia di Gedung FIP Undiksha pada Jumat (13/2/2026) oleh Dekan FIP Undiksha, I Wayan Widiana.

”Ini pertama kali. FIP wakili Undiksha dalam program guru bantu, nanti ajarkan Bahasa Indonesia di elementary school atau SD,” ujar Wakil Dekan Bidang Akademik FIP Undiksha, Kadek Suranata pada Minggu (15/2/2026).

Dilanjutkannya, program guru bantu ini muncul, karena pelajar SD di Canberra yang memiliki mata pelajaran pilihan. Salah satu pilihannya yakni Bahasa Indonesia.

Advertisement

Sehingga kampus yang memiliki program studi berkaitan, ditunjuk untuk mengirimkan delegasinya, untuk membantu siswa-siswa mancanegara untuk belajar bahasa. 

Karena program ini berlangsung cukup lama, maka Kemendiktiksaintek dan KBRI Canberra akan melakukan pendampingan dalam masa orientasi.

Sehingga tim delegasi FIP Undiksha mengetahui budaya sekolah di Australia, utamanya yang boleh dan jangan dilakukan.

Sedangkan mereka yang berangkat, disebutkan kalau sebelumnya mahasiswa-mahasiswa itu sudah ikut dalam program Inisiasi Kelas Internasional (IKI) di FIP Undiksha.

Tentu dalam praktek perkuliahan, mereka belajar menggunakan Bahasa Inggris, juga diperkenalkan budaya internasional. Termasuk diajar langsung oleh dosen-dosen internasional.

”Karena dilibatkan untuk mengajar Bahasa Indonesia, kami berharap budaya hingga Bahasa Indonesia makin terkenal,” tandas Suranata.***

Advertisement
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com

Artikel Terkait

Konaspi XII di Undiksha: Rekomendasikan Transformasi Pendidikan dan Penyempurnaan RUU Sisdiknas

Konaspi XII di Undiksha: Rekomendasikan Transformasi Pendidikan dan Penyempurnaan RUU Sisdiknas

Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XII Tahun 2026 dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai tuan rumah resmi menghasilkan rumusan strategis nasional bertajuk Rekomendasi Bali.

KONASPI XII di Bali Dibuka, Kampus Didorong Tak Sekadar Cetak Lulusan, Wadah Pemikiran Kolektif

KONASPI XII di Bali Dibuka, Kampus Didorong Tak Sekadar Cetak Lulusan, Wadah Pemikiran Kolektif

Rektor Undiksha I Wayan Lasmawan mengatakan KONASPI XII harus menjadi momentum menyatukan langkah dalam melakukan transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Undiksha Tuan Rumah KONASPI XII, 1.694 Akademisi Rumuskan Arah Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

Undiksha Tuan Rumah KONASPI XII, 1.694 Akademisi Rumuskan Arah Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

Sejumlah isu strategis akan dibahas, antara lain penguatan karakter dan filosofi pendidikan Indonesia, literasi, numerasi dan sains, penguatan LPTK dan Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta pemanfaatan kecerdasan artifisi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer