Panitia UTBK Perketat Pencegahan Kecurangan, Gunakan AI Hingga Face Recognition

RADAR BALI – Pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 diwarnai dengan temuan ribuan potensi kecurangan.
Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mengidentifikasi adanya 2.940 anomali data yang tersebar di berbagai Pusat UTBK di seluruh Indonesia.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Eduart Wolok mengungkapkan bahwa ribuan data tersebut menunjukkan indikasi kuat adanya upaya kecurangan sistematis.
Sebagai respons, pihak panitia memperketat pengawasan pada hari kedua, Rabu (22/4), terutama di lokasi-lokasi yang mencatat anomali data tinggi.
"Kami mengimbau bagi yang memiliki niat untuk curang sebaiknya segera diurungkan. Kami tidak akan memberikan toleransi sedikit pun," ujar Eduart.
Modus Operandi: Joki hingga Alat Komunikasi
Berdasarkan hasil temuan di lapangan, terdapat dua pola utama kecurangan yang paling menonjol, yaitu praktik perjokian dan penggunaan alat komunikasi canggih.
Praktik perjokian melibatkan penggunaan identitas palsu atau foto yang telah dimodifikasi agar joki dapat masuk ke ruang ujian.
Temuan ini terdeteksi di beberapa kampus besar seperti Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), UPN Veteran Jawa Timur, dan Universitas Negeri Malang (UM). Di UPN Veteran Jawa Timur, ditemukan peserta yang menggunakan foto hasil modifikasi untuk mengelabui petugas.



