Disediakan 18 Kelas, Sekolah Rakyat Karangasem Hanya Memperoleh 19 Siswa

RADAR BALI - Proses pembangunan dan persiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Karangasem kini telah memasuki tahap final.
Proyek strategis yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan DTSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional) ini selesai 95 persen dan siap digunakan pada 30 Juli 2026.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Ni Nengah Satriyani mengatakan, pada tanggal 31 Juli, sebanyak 74 siswa yang sebelumnya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Bali di Tabanan akan mulai belajar secara permanen di Sekolah Rakyat Karangasem.
Salah satu keunggulan utama dari kompleks pendidikan ini adalah penerapan konsep bangunan hijau dengan sirkulasi udara mumpuni sehingga menjamin kenyamanan belajar meski tanpa pengkondisi udara (AC). Kebutuhan air bersih saat ini bersumber dari dua titik sumur bor sedalam 60 meter dengan kapasitas volume air 1,8 liter per detik.
Sumber daya listrik di Sekolah Rakyat berasal dari Gardu PLN berkekuatan 345.000 VA dan mesin genset untuk cadangan sumber daya listrik.
Fasilitas Lengkap dan Kapasitas Tampung
Infrastruktur yang telah rampung dikerjakan di atas lahan terintegrasi ini meliputi fasilitas akademik dan non-akademik yang sangat lengkap, antara lain:
Gedung SD: Terdiri dari 18 kelas dengan total kapasitas tampung hingga 540 siswa.
Gedung SMP & SMA: Masing-masing memiliki 9 kelas dengan kapasitas daya tampung hingga 270 siswa.



