27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Tim Riset Keilmuan FKIP Unmas Implementasi Asistensi Mengajar Dengan Hyflex

DENPASAR, Radar Bali – Hyflex (Hybrid Flexible Learning) merupakan model pembelajaran berkonsepkan Hybrid dan Flexible. Sebuah model pembelajaran yang mengedepankan konsep tidak terbatas ruang dan waktu.

Di samping itu, HyFlex juga dapat mengakomodasi pembelajaran online secara sinkronus dan asinkronus dengan menggunakan berbagai media pembelajaran online yang memberikan fleksibilitas terhadap siswa kapan dan bagaimana mereka mengikuti pembelajaran.

Maka dari itu, pembelajaran HyFlex diharapkan dapat diimplementasikan dalam program asistensi mengajar.

Beranjak dari hal tersebut, Luh Putu Ayu Trisna Devi, Kadek Gangga Dwi Putra, Kadek Widi Margana Yasa, Ni Luh Putu Asrini, dan Bernadus Pawe Due yang tergabung dalam Tim Riset Keilmuan FKIP UMAS Denpasar telah mengimplementasikan model pembelajaran HyFlex di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar dalam bentuk asistensi mengajar.

Baca Juga:  PIB Sah Jadi Test Center British Council EnglishScore Indonesia

Model pembelajaran ini diterapkan pada kelas VIII. Antusias dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran berbasis HyFlex terlihat sangat tinggi pada saat penerapan menggunakan berbagai media pembelajaran online.

Pada program asistensi mengajar ini, siswa diberikan materi pembelajaran sehari sebelum pembelajaran melalui WhatsApp Group. Hal ini dilakukan agar siswa dapat memahami materi pembelajaran yang akan diberikan di dalam kelas.

Setelah itu, pada saat awal pembelajaran, mahasiswa mengajak siswa menonton video pembelajaran di YouTube secara bersamaan menggunakan LCD projector dan loud speaker.

Selanjutnya, siswa diarahkan ke platform Quizziz untuk mengetahui pemahaman siswa dengan menjawab beberapa soal. Pada saat itu siswa terlihat sangat senang, antusias, dan kompetitif dalam menjawab soal di Quizziz.

Baca Juga:  Calon Maba ITB STIKOM Bali Berburu Magang di Jepang & Singapura

Kemudian, siswa kembali beralih ke platform Padlet untuk menjawab beberapa soal diskusi secara asinkronus. Setelah itu siswa diajak berdiskusi secara konvensional atau secara langsung berkaitan dengan hal-hal yang mereka kurang pahami dalam materi.

Kemudian, siswa diinstruksikan untuk membuat kelompok kecil untuk berdiskusi dengan teman sejawatnya terkait topik yang diberikan, lalu siswa mempresentasikan hasil diskusi didepan kelas.

Kegiatan asistensi mengajar ini telah memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengajar dengan menerapkan model pembelajaran HyFlex.

Di samping itu, dalam implementasi HyFlex siswa memberikan feedback yang sangat positif terhadap model pembelajaran ini. Maka dari itu HyFlex diharapkan dapat memberikan siswa ruang yang lebih luas dalam belajar dengan memanfaatkan teknologi komunikasi untuk menunjang proses pembelajaran di era digital. (rba/han)



DENPASAR, Radar Bali – Hyflex (Hybrid Flexible Learning) merupakan model pembelajaran berkonsepkan Hybrid dan Flexible. Sebuah model pembelajaran yang mengedepankan konsep tidak terbatas ruang dan waktu.

Di samping itu, HyFlex juga dapat mengakomodasi pembelajaran online secara sinkronus dan asinkronus dengan menggunakan berbagai media pembelajaran online yang memberikan fleksibilitas terhadap siswa kapan dan bagaimana mereka mengikuti pembelajaran.

Maka dari itu, pembelajaran HyFlex diharapkan dapat diimplementasikan dalam program asistensi mengajar.

Beranjak dari hal tersebut, Luh Putu Ayu Trisna Devi, Kadek Gangga Dwi Putra, Kadek Widi Margana Yasa, Ni Luh Putu Asrini, dan Bernadus Pawe Due yang tergabung dalam Tim Riset Keilmuan FKIP UMAS Denpasar telah mengimplementasikan model pembelajaran HyFlex di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar dalam bentuk asistensi mengajar.

Baca Juga:  Remaja Terpilih Jadi Rektor Unipas, Singaraja

Model pembelajaran ini diterapkan pada kelas VIII. Antusias dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran berbasis HyFlex terlihat sangat tinggi pada saat penerapan menggunakan berbagai media pembelajaran online.

Pada program asistensi mengajar ini, siswa diberikan materi pembelajaran sehari sebelum pembelajaran melalui WhatsApp Group. Hal ini dilakukan agar siswa dapat memahami materi pembelajaran yang akan diberikan di dalam kelas.

Setelah itu, pada saat awal pembelajaran, mahasiswa mengajak siswa menonton video pembelajaran di YouTube secara bersamaan menggunakan LCD projector dan loud speaker.

Selanjutnya, siswa diarahkan ke platform Quizziz untuk mengetahui pemahaman siswa dengan menjawab beberapa soal. Pada saat itu siswa terlihat sangat senang, antusias, dan kompetitif dalam menjawab soal di Quizziz.

Baca Juga:  STAHN Mpu Kuturan Singaraja Luluskan 183 Wisudawan, Diminta Implementasikan Karakter Mpu Kuturan

Kemudian, siswa kembali beralih ke platform Padlet untuk menjawab beberapa soal diskusi secara asinkronus. Setelah itu siswa diajak berdiskusi secara konvensional atau secara langsung berkaitan dengan hal-hal yang mereka kurang pahami dalam materi.

Kemudian, siswa diinstruksikan untuk membuat kelompok kecil untuk berdiskusi dengan teman sejawatnya terkait topik yang diberikan, lalu siswa mempresentasikan hasil diskusi didepan kelas.

Kegiatan asistensi mengajar ini telah memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengajar dengan menerapkan model pembelajaran HyFlex.

Di samping itu, dalam implementasi HyFlex siswa memberikan feedback yang sangat positif terhadap model pembelajaran ini. Maka dari itu HyFlex diharapkan dapat memberikan siswa ruang yang lebih luas dalam belajar dengan memanfaatkan teknologi komunikasi untuk menunjang proses pembelajaran di era digital. (rba/han)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru