Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dampak Perang Amerika-Israel Mengeroyok Iran, Pemerintah Pusat Gulirkan Wacana WFA dan Sekolah Daring, Begini Respons Kadisdikpora Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 25 Maret 2026 | 06:46 WIB

ilustrasi sekolah daring.(gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi sekolah daring.(gambar digital gemini/radar bali)

DENPASAR, Radar Bali.id – Pemerintah pusat mulai mematangkan skema Work From Anywhere (WFA) dan pembelajaran daring sebagai langkah strategis penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ini gegara dampak efisiensi energi lantaran perang Amerika-Israel mengeroyok Iran dan harga minyak melejit.

Menanggapi hal ini, Kepala Disdikpora Bali, Ida Bagus Wesnawa Punia, mengaku masih menunggu surat edaran resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Kami menunggu edaran resmi setelah Lebaran ini. Kebijakan daerah akan tetap mempedomani pusat, namun prioritas dan karakteristik lokal tetap kami pertimbangkan," kata pejabat yang akrab disapa Gus Wesnawa ini, Selasa (24/3/2026).

Kebijakan efisiensi ini diprediksi akan berdampak luas, mulai dari penyesuaian distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga peluang penyediaan bantuan kuota internet bagi siswa.

Sementara itu, Menko PMK Pratikno sebelumnya menekankan bahwa kebijakan ini akan dilakukan secara selektif. Untuk kegiatan yang bersifat praktikum, siswa tetap diwajibkan hadir secara tatap muka guna menjaga kualitas pendidikan.[*]

Editor : Hari Puspita
#belajar daring #pendidikan sekolah #belajar online #perang Iran Amerika Serikat