SEMARAPURA, Radar Bali.id – Krisis energi mengancam dunia. Rencana pemerintah pusat menerapkan pembelajaran daring demi efisiensi energi akibat dampak perang Amerika Serikat-Israel mengeroyok Iran, mulai April mendatang memicu reaksi di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Kadisdikpora) Klungkung, I Ketut Sujana, menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima instruksi resmi terkait kebijakan tersebut. Belum ada petunjuk teknis(juknis).
"Itu baru wacana di pusat. Belum ada kepastian utuh. Kami masih menunggu berapa hari luring dan berapa hari daring," ujar Sujana, Selasa (24/3/2026).
Sujana menilai kebijakan ini lebih relevan untuk kota-kota besar dengan mobilitas tinggi. Untuk wilayah seperti Klungkung, ia menganggap sistem daring tidak mendesak karena mobilitas antar-jemput siswa relatif rendah.
Ia bahkan secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya jika faktor BBM menjadi dasar utama pengalihan sistem belajar.
"Sekolah tidak perlu daring-daringan lagi, apalagi hanya BBM yang digunakan dasar pertimbangan. Belajar dari pandemi, prestasi dan motivasi belajar anak justru menurun saat daring. Itu tidak efektif," tegasnya.[*]
Editor : Hari Puspita