Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Maksud Hati Dapat Pacar dan Kerja di Bali, Gadis Bekasi Ini Malah Berurusan dengan Polisi

Z
Penulis: Zulfika Rahman❯
CARI SOLUSI : Sejumlah apparat kepolisian saat mendatangi rumah pelapor untuk melakukan klarifikasi terkait keberadaan IM di rumah pacarnya di lingkungan Jasri Kelod, Kelurahan Subagan,Karangasem. (foto:Istimewa)
CARI SOLUSI : Sejumlah apparat kepolisian saat mendatangi rumah pelapor untuk melakukan klarifikasi terkait keberadaan IM di rumah pacarnya di lingkungan Jasri Kelod, Kelurahan Subagan,Karangasem. (foto:Istimewa)

Advertisement

AMLAPURA, Radar Bali.id – Remaja 17 tahun, berinisial IM, tak menyangka kedatangannya ke Karangasem justru berujung masalah baru. Niat hati ingin bertemu sang kekasih di Bali, nasib gadis belia asal Bekasi ini malah berakhir  menyedihkan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa  permasalahan muncul saat IM memutuskan nekat pergi ke Bali dari kampung halamannya di Bekasi.

Advertisement

Nah, setiba di Terminal Ubung, Denpasar, ia dijemput oleh kekasihnya yang berasal dari Lingkungan Jasri Kelod, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem. Oleh sang pacar, IM lantas diajak menginap di rumahnya di Jasri Kelod.

Namun, pada Minggu malam (18/10/2026) sekitar pukul 22.30 Wita, orang tua dari pemuda tersebut keberatan dengan keberadaan IM di rumah mereka.

Alasan dan pertimbangannya adalah lantaran IM masih di bawah umur, orang tua pemuda asal Jasri itu khawatir tersandung masalah hukum di kemudian hari.

Advertisement

Nah, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, orang tua pemuda tersebut lantas melapor ke polisi melalui layanan Call Center 110. Urusan asmara ini pun akhirnya melibatkan aparat kepolisian.

Petugas kepolisian dari Polres Karangasem kemudian mendatangi lokasi untuk memintai keterangan. IM diketahui datang ke Bali murni atas kehendaknya sendiri.

Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, saat dikonfirmasi pada Senin (19/10/2026), membenarkan adanya tindak lanjut pengaduan masyarakat tersebut. Dari hasil klarifikasi, IM mengaku datang ke Bali selain untuk bertemu pacarnya, juga berniat mencari pekerjaan.

Dalam pertemuan tersebut, IM menyatakan bersedia untuk pulang kembali ke Bekasi. ”Mau dia balik pulang, tapi terkendala ongkos pulang,” ungkap Artono.

Kepada petugas, IM juga mengaku tidak menyimpan nomor telepon keluarga maupun kerabat dekat yang bisa dihubungi. Ibarat sudah sampai di perantauan namun ongkos pulang tidak ada, IM akhirnya meminta bantuan petugas untuk mengantarkannya ke Dinas Sosial agar mendapat penanganan lebih lanjut.

Advertisement

Artikel Terkait

Sepeda Polygon Rp 5,5 Juta Amblas di Alun-Alun Klungkung, Pelakunya Ternyata Dua Bocah 12 Tahun

Sepeda Polygon Rp 5,5 Juta Amblas di Alun-Alun Klungkung, Pelakunya Ternyata Dua Bocah 12 Tahun

Pelakunya ternyata dua anak berusia 12 tahun asal Kecamatan Klungkung berinisial AAGSAW dan IKAKWK. Aksi tak terpuji ini bahkan bukan kali pertama dilakukan oleh kedua bocah tersebut.

Duh, Gegara Video Dewasa, Tetangga di Bawah Umur Ini Jadi Korban Tindak Asusila

Duh, Gegara Video Dewasa, Tetangga di Bawah Umur Ini Jadi Korban Tindak Asusila

Aksi bejat tersebut berawal dari hubungan asmara antara pelaku dan korban yang terjalin lewat pesan media sosial. Berbekal kenal dekat karena bertetangga

Cegah Trauma, Siswi SD Korban Oknum Guru di Buleleng Dapat Pandampingan Psikologis Intensif

Cegah Trauma, Siswi SD Korban Oknum Guru di Buleleng Dapat Pandampingan Psikologis Intensif

Pendampingan psikologis terhadap siswi yang menjadi korban pencabulan oleh oknum gurunya sendiri, MGAW, terus dilakukan secara intensif oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dissos P3A)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer