Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AWAS, RABIES!: Teror Anjing Liar Serang Dua Warga Melaya Dalam Sehari

M
Penulis: Muhammad Basir❯
Ilustrasi vaksinasi antirabies. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi vaksinasi antirabies. (gambar digital gemini/radar bali)

Advertisement

NEGARA, Radar Bali.id – Ancaman rabies di Kabupaten Jembrana belum mereda. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, tercatat 81 kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) yang dinyatakan positif.

Terbaru, seekor anjing liar menyerang dua warga Desa Sumbersari, Kecamatan Melaya, dalam sehari, Sabtu (24/10/2026) lalu.

Advertisement

Namun belum bisa dipastikan anjing yang mengigit tersebut rabies, karena masih menunggu hasil uji laboratorium.

Dua korban mengalami luka gigitan di bagian tubuh berbeda. Ni Ketut Sutari menjadi korban pertama setelah digigit pada bagian kaki pada pagi hari. Korban langsung mendapat penanganan berupa vaksin anti-rabies (VAR).

Advertisement

Namun, anjing berbulu putih abu-abu yang berperilaku agresif itu kembali menyerang pada sore harinya. Ni Putu Sekar Rini menjadi korban berikutnya dengan luka gigitan di bagian wajah.

Karena gigitan mengenai area wajah yang tergolong berisiko tinggi, korban kedua mendapat penanganan medis berupa serum anti-rabies (SAR). Anjing yang menyerang kedua warga tersebut telah dieliminasi untuk mencegah risiko penularan lebih lanjut.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta membenarkan kejadian tersebut. Sampel dari anjing itu telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium di Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.

”Benar ada kasus gigitan anjing diduga rabies di wilayah Kecamatan Melaya. Kita sudah lakukan pengambilan sampel. Kita masih tunggu hasil lab,” ujarnya.

Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana akan menyiapkan vaksinasi darurat di sekitar lokasi kejadian apabila hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan anjing tersebut positif rabies.

Kasus di Sumbersari kembali menjadi pengingat bahwa ancaman rabies masih perlu diwaspadai. Terlebih, hewan yang diduga terinfeksi dapat menyerang lebih dari satu orang sebelum berhasil ditangani.

Advertisement

Artikel Terkait

Bukan Cuma Anjing, Anakan Sapi Korban Gigitan di Pekutatan Juga Mengamuk, Ternyata Tertular Rabies

Bukan Cuma Anjing, Anakan Sapi Korban Gigitan di Pekutatan Juga Mengamuk, Ternyata Tertular Rabies

Kasus rabies di Kabupaten Jembrana kembali bertambah. Hingga akhir Oktober 2026, tercatat sebanyak 84 kasus positif rabies.

Hasil Pemeriksaan Laboratorium : Dua Sampel Anjing di Melaya, Jembrana, Positif Rabies

Hasil Pemeriksaan Laboratorium : Dua Sampel Anjing di Melaya, Jembrana, Positif Rabies

Ancaman virus rabies di Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

Ancaman Masih Tinggi, Cakupan Vaksinasi Baru 78,4 Persen, Petugas Sisir HPR di Penjuru Jembrana

Ancaman Masih Tinggi, Cakupan Vaksinasi Baru 78,4 Persen, Petugas Sisir HPR di Penjuru Jembrana

Petugas medik veteriner (medivet) masih menyisir hewan penular rabies (HPR), terutama anjing yang belum tersentuh vaksin di tiap kecamatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer