Jebol 6 Meter! Jalur Penghubung Bangli-Tembuku Lumpuh Total

BANGLI, Radar Bali.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bangli dan sekitarnya memicu kerusakan parah infrastruktur. Ruas jalan kabupaten di Desa Persiapan Pulesari, Kecamatan Tembuku, jebol dan putus total.
Baca Juga: Kapolda Bali Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Pengunjung Diduga Masih Tertimbun, Ingatkan Hal ini
Kondisi ini terjadi setelah diguyur hujan deras pada hari Minggu, 1 November 2025, sekitar pukul 23.00 Wita.
Akibatnya, akses penghubung antara Desa Bambang, Kecamatan Tembuku, dan Penaga Landih, Kecamatan Bangli, lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Kelihan Banjar Dinas Pulesari Kawan, I Wayan Kardiasa, 45, menuturkan bahwa ruas jalan tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari ramai dilintasi kendaraan, terutama truk-truk pengangkut kayu dan pakan ternak. Pada malam kejadian, warga yang hendak melintas mendapati badan jalan sudah ambles.
”Saya dihubungi oleh warga. Saat itu, sekitar lokasi kejadian sudah ramai oleh warga yang langsung berinisiatif membuat rambu darurat agar pengendara tidak melintas. Saya juga langsung melaporkan kejadian ini ke BPBD,” terangnya pada hari Senin, 2 November 2025.
Menurutnya, amblesnya titik tersebut bukan kali pertama terjadi. Beberapa tahun lalu, lokasi yang sama sempat mengalami kerusakan ringan hingga akhirnya dibangun dinding penahan tanah (DPT) pada tahun 2024.
Kardiasa menduga, derasnya curah hujan membuat gorong-gorong yang berada di bawah jalan gagal membendung volume air menuju sungai mati. Akibat hantaman air yang terlalu deras, fondasi jalan tergerus hingga akhirnya jebol.
Berdasarkan hasil pengukuran instansi terkait, kedalaman jalan yang jebol diperkirakan mencapai 6 meter dengan panjang lebih dari 12 meter dan lebar sekitar 3,5 meter. Warga berharap perbaikan dapat segera dilakukan mengingat jalur alternatif yang ada cukup jauh.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Bangli, Dewa Agung Putra Suryadarma, mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menggelar rapat khusus untuk membahas penanganan darurat jalur tersebut.
Mengingat tingkat kerusakan yang parah dan membutuhkan anggaran besar, penanganan permanen ditargetkan melalui APBD Induk 2027. [*]



