MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Trafik penerbangan di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, krodit!.
Sebuah pesawat Airfast dengan nomor registrasi DH PK OAM 6 dari Benete, Sumbawa Barat mengalami kendala teknis saat melakukan pendaratan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (8/3) sekitar pukul 09.26 WITA.
Belum dipastikan penyebab macetnya pesawat tersebut saat mendarat di di landasan. General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab menjelaskan, bahwa dalam pesawat tersbeut terapat 7 orang penumpang.
Baca Juga: Januari- Februari Sudah 282 Kasus Gigitan, Vaksin Pas-Pasan, Ini yang Dilakukan Pemkab Klungkung
”Terdapat 7 orang penumpang yang semuanya telah dievakuasi dan tidak mengalami cedera serius," bebernya Sabtu (8/3). Akibat terkendala teknis, pesawat sempat berada di runway beberapa saat. Akibatnya, demi alasan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan, untuk sementara runway tidak dapat didarati dan digunakan untuk lepas landas.
Hal itu berdasarkan NOTAM Nomor A0668/25 NOTAMN perihal penutupan runway dari pukul 10.15 WITA sampai dengan 12.10 WITA. ”Hal ini dilakukan untuk mengevakuasi penumpang dan pesawat ke apron, serta memeriksa dan memastikan tidak ada objek asing yang tertinggal di runway krena peristiwa ini, yang dapat berpotensi membahayakan keamanan keselamatan penerbangan," imbuhnya.
Akibat adanya penutupan sementara itu, setidaknya terdapat 10 penerbangan keberangkatan terdampak penundaan keberangkatan atau delayed yang terdiri dari 5 penerbangan domestik dan 5 internasional.
Sementara terdapat 21 penerbangan kedatangan yang terdampak, terdiri dari 9 penerbangan domestik dan 12 internasional.
Penerbangan kedatangan mengalami pengalihan pendaratan atau divert ke beberapa bandara alternatif seperti Lombok sebanyak 6 penerbangan, Surabaya 5 penerbangan, Makassar 3 penerbangan, Semarang 2 penerbangan, Jakarta 1 penerbanhan, dan Banyuwangi 1 penerbangan.
Lalu terdapat 3 penerbangan kedatangan yang kembali ke bandara asal atau Return To Base (RTB) yakni di bandara Lombok, Jakarta, dan Singapura. ”Saat ini semua pihak sedang berupaya melakukan yang terbaik agar runway dapat segera beroperasi kembali," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan