TABANAN, RadarBali.id – Mendadak bencana pohon tumbang terjadi di Desa Adat Samsam, Kerambitan, Tabanan, pada Minggu pagi (7/12/2025).
Pohon jenis Bunut Bulu berukuran raksasa yang diperkirakan berusia satu abad tumbang dan menimpa sebagian besar bangunan Pura Puseh Desa Adat Samsam.
Kejadian yang terjadi sekitar pukul 08.30 Wita ini menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan suci, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 471 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena tidak ada aktivitas di pura saat kejadian.
Kerusakan Parah pada Bale Gong dan Pelinggih
Menurut Bendesa Adat Samsam, I Dewa Made Dwija Putra, pohon bunut yang tumbang memiliki diameter sekitar 50 cm dengan panjang mencapai 25 meter.
Batang dan cabang besar pohon tersebut menimpa sejumlah bangunan vital pura, di antaranya:
- Bale Agung
- Pelinggih Ratu Anom
- Genah Tapakan (tempat menaruh tapakan)
- Bale Gong
- Pewaregan (dapur)
- Penyengker (tembok pembatas)
Bale Gong tercatat mengalami kerusakan paling parah karena tertimpa langsung oleh batang cabang pohon yang besar. "Total kerusakan bangunan pura setelah kami hitung nilai kerugian mencapai Rp 471 juta," ujar I Dewa Made Dwija Putra, Minggu (7/12).
Diduga Faktor Usia Menua dan Hujan
Meskipun saat kejadian tidak terjadi angin kencang, dugaan utama penyebab tumbangnya pohon bunut raksasa ini adalah faktor usia yang sudah ratusan tahun. Kondisi batang pohon yang sudah rapuh tidak lagi kuat menahan beban, terutama setelah diguyur hujan deras.
Kejadian ini sempat membuat Pemangku Adat terkejut, karena ia mendengar suara seperti material diturunkan dari truk saat pohon itu roboh.
Saat ini, pembersihan puing-puing bangunan pura dan pemotongan batang pohon telah dilakukan oleh krama (warga) desa adat yang dibantu oleh BPBD Tabanan.
Tindakan lanjutan yang akan segera dilakukan oleh desa adat adalah melaksanakan upacara ngulapin (pembersihan) serta ngingsirang (memindahkan) Pelinggih Ratu Anom oleh pemangku di Pura Puseh dan Bale Agung.[*]
Editor : Hari Puspita