Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Alami Hipotermia di Gunung Abang, Remaja Asal Ubud Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Minggu, 22 Februari 2026 | 22:35 WIB

DIGENDONG : Evakuasi Ni Putu Nadia Winandita yang mengalami kedinginan atau dugaan hipotermia saat melakukan pendakian Gunung Abang, Bangli. (Foto: Tim SAR Gabungan)
DIGENDONG : Evakuasi Ni Putu Nadia Winandita yang mengalami kedinginan atau dugaan hipotermia saat melakukan pendakian Gunung Abang, Bangli. (Foto: Tim SAR Gabungan)

 

BANGLI, RadarBali.id – Seorang pendaki remaja, Ni Putu Nadia Winandita,16, terpaksa dievakuasi saat mendaki Gunung Abang, Desa Suter, Kintamani, pada Sabtu (21/2/2026).

Warga Banjar Tengah Kangin, Desa Peliatan, Ubud ini diduga mengalami gejala hipotermia parah di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Peristiwa bermula saat korban mendaki bersama lima rekannya pada pukul 05.00 Wita. Namun, setibanya di pertengahan Pos 2 pada pukul 12.00 Wita, kondisi fisik Winandita menurun drastis akibat suhu dingin.

Laporan tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pukul 12.56 Wita, yang segera menerjunkan tujuh personel Pos SAR Karangasem.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan target pada pukul 15.40 Wita di ketinggian 1.450 Mdpl dalam kondisi lemas namun stabil,” ujar Koordinator Lapangan, Putu Handika Bhayangkara.

Proses evakuasi berlangsung di bawah guyuran gerimis dengan jarak pandang terbatas hanya 10 meter. Setibanya di basecamp pukul 16.15 Wita, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kintamani menggunakan ambulans.

Kapolsek Kintamani, Kompol M Made Dwi Puja R, mengingatkan para pendaki agar tidak meremehkan faktor cuaca. “Kami imbau pendaki, terutama remaja, untuk memastikan kondisi fisik prima dan membawa perlengkapan memadai guna mengantisipasi suhu ekstrem,” tegasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#musibah #kedinginan #pendaki gunung #bangli #gunung abang #hipotermia