Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Candi Bentar Roboh hingga Pura di Mas Ubud Tertimbun Longsor, Segini Taksiran Kerugiannya

Ida Bagus Indra Prasetia • Rabu, 25 Februari 2026 | 12:47 WIB

MENGAGETKAN : Bangunan di Gianyar rusak akibat bencana hujan yang mengguyur tiga hari. (Polres Gianyar)
MENGAGETKAN : Bangunan di Gianyar rusak akibat bencana hujan yang mengguyur tiga hari. (Polres Gianyar)

 

GIANYAR, RadarBali.id – Guyuran hujan lebat dengan intensitas tinggi selama tiga hari terakhir membawa dampak serius di Kabupaten Gianyar. Sejumlah bangunan suci dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat tanah longsor dan pelapukan struktur bangunan pada Selasa (24/2/2026).

Di Kecamatan Blahbatuh, Candi Bentar Agung di Pura Kayangan Dalem Kauh, Desa Adat Saba, roboh seketika sekitar pukul 24.00 Wita.

Reruntuhan material candi yang berlokasi di Jalan Pantai Saba ini menimpa satu pelinggih peremenak/togog di bawahnya.

Kapolsek Blahbatuh, Kompol Luh Putu Sri Sumartini, menyebutkan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.

"Personel kami sudah di lokasi untuk penanganan awal dan memastikan area tetap aman bagi warga," jelasnya.

Pura Kelembu Mas Ubud Alami Kerusakan Terparah

Bencana lebih besar terjadi di Pura Kelembu, Desa Adat Mas, Ubud pada pukul 06.30 Wita.

Senderan sisi selatan pura setinggi beberapa meter ambrol dan menimpa tiga bangunan utama, yakni Piyasan,

Bale Gong, dan Bale Penyimpanan Banten. Total kerugian di lokasi ini diperkirakan menembus angka Rp500 juta.

Akses Pendidikan Terhambat

Tak berhenti di sana, longsor juga menerjang kawasan The Yoga Barn, Peliatan, pada pukul 09.00 WITA. Material tanah dan puing bangunan menutupi akses jalan utama menuju SD Negeri 2 Peliatan, sehingga jalur tersebut lumpuh total untuk sementara waktu.

Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, mengingatkan warga untuk ekstra waspada.

"Curah hujan tinggi membuat kondisi tanah labil. Kami imbau warga yang tinggal di dekat lereng atau bangunan tua untuk selalu siaga terhadap potensi longsor susulan," tegasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#bencana alam #tanah longsor #cuaca ekstrem #gianyar