30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Koster, Giri Prasta, AMD Konsisten 3 Besar, AWK-Demer-GPS Mengejar

DENPASAR, radarbali.id- Gubernur Bali Wayan Koster banjir apresiasi atas keberhasilannya selama 4 tahun memimpin Bali. Gubenur Bali asal Buleleng ini lantas dipuja-puji dan dikatakan layak didukung dua periode sebagai kandidat Bali Satu di Pilgub Bali 2024.

Tidak mengherankan pula jika gubenur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini masih merajai tangga teratas Polling Pilgub Bali 2024 dengan menembus 20 persen lebih total keseluruhan suara; jauh meninggalkan pesaing terkuatnya, yakni tokoh milenial Bali Agung Manik Danendra (AMD) dan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Bahkan posisi Giri Prasta dan AMD cenderung melemah alias belum mampu menandingi kekuatan besar Koster yang juga dikenal sangat brilian dalam memimpin Bali.

Jadi sangat wajar jika publik masih menaruh harapan besar agar sang petahana bisa dua periode memimpin Bali, terlebih selama 4 tahun kepemimpinnya sebagai Bali Satu, Koster dinilai cukup berhasil.

“Kepemimpinan Gubernur Bali nilainya cukup baik, kalau ibarat mahasiswa nilainya 80. Tapi kalau kita bicara apakah bisa Pak Koster dua periode atau tidak, biar publik yang menilai. Yang jelas ada tokoh-tokoh lain juga yang cukup kuat, termasuk tokoh-tokoh independen,” kata Akademisi, Pengamat Politik dan Ekonomi Bali, Gede Wardana.

Namun sebagian publik juga melihat, ada nama tokoh-tokoh independen yang citra dan popularitasnya makin bersinar, juga memberi harapan baru untuk membawa Bali lebih baik lagi.

Nama-nama tokoh independen seperti tokoh milenial asal Puri Tegal Denpasar Pemecutan Agung Manik Danendra (AMD) dan anggota DPD RI (Senator) dari Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) banjir dukungan publik. Sejauh ini AMD masih konsisten berada di tiga besar bersama Koster dan Giri Prasta.

Pengamat lain menilai pertarungan Pilgub Bali 2024 bisa saja memunculkan tiga pasang calon, yakni dari kubu merah PDI Perjuangan, kubu kuning Partai Golkar dan koalisinya serta bisa muncul calon independen.

Namun yang lebih menarik lagi jika kubu merah berani memasang Giri Prasta sebagai Calon Gubernur Bali dan mengambil salah satu tokoh independen sebagai wakilnya seperti AMD misalnya.

“Kalau PDIP atau pun Golkar dan koalisinya menggaet tokoh independen, maka bisa terjadi 2 paslon alias head to head. Apalagi kalau PDIP mencalonkan Giri Prasta sebagai Gubernur Bali dan mengambil AMD sebagai wakilnya, mereka pasangan yang ideal dan sudah pasti menang besar. Tapi kalau tetap memasang Koster, PDIP patut waspada,” kata salah satu tokoh Bali.

Di sisi lain pertarungan perebutan Bali Satu semakin seru karena ada tiga putra Buleleng yang masuk dalam enam besar Polling Pilgub Bali 2024 dan siap berebut kursi Bali Satu.

Selain Koster, ada nama petinggi Golkar Gde Sumarjaya Linggih (Demer) yang merupakan anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali dan sudah empat periode menjadi anggota DPR RI.

Satu lagi nama yang memberikan kejutan karena melesat masuk ke posisi enam besar yakni Gede Pasek Suardika (GPS) yang merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang juga mantan anggota DPR RI dan DPD RI Dapil Bali.

Sejumlah pengamat lain menilai pertarungan yang sesungguhnya kini terjadi di internal PDI Perjuangan antara Koster dan Giri Prasta.

Yang lebih berbahaya lagi jika Giri Prasta dicalonkan oleh partai koaliasi di luar PDI Perjuangan dan dipaketkan dengan tokoh independen sekelas AMD.

“Kalau Giri tidak dicalonkan merah dan berani dipasang koalisi lalu berpaket dengan dukungan independen seperti tokoh sekuat pamor AMD, bisa jadi paket Giri-AMD memenangkan Pilgub Bali mengubur mimpi Koster dua periode,” kata salah satu pengamat politik dan tokoh Bali.

Baca Juga:  Gubernur Koster Perjuangkan Tumpek Jadi Laku Hidup Warga Bali

Tokoh lain menilai paket AMD-AWK sebagai pasangan tokoh independen murni bisa saja maju Pilgub Bali dari jalu independen atau perseorangan tanpa kendaraan partai politik.

Jika itu terjadi tentu pertarungan makin seru. Dia menilai AMD diam-diam punya kekuatan besar dan juga bisa mengambil suara puri di Bali.

“Istri AMD itu kan Cokorda Istri dari Gianyar pemetaannya semakin kuat. Apalagi didukung oleh kekuatan AWK yang juga populer, maka paket itu akan sangat kuat. Pak Koster walau teratas di polling tetap harus waspada karena suara Buleleng juga bisa terpecah. Apalagi jika AMD menggalang kekuatan independen dan dapat dukungan koalisi maka itu akan sangat berbahaya,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali Nengah Yasa Adi Susanto mengapresiasi 4 tahun kepemimpinan Koster yang dinilai menorehkan banyak keberhasilan di banyak bidang.

Secara pribadi, Adi Susanto menilai Koster layak diberikan kesempatan dua periode. Namun dia melihat tokoh lain juga berpeluang menjadi Bali satu, tergantung sekarang bagaimana sisa setahun kepempinan Koster berjalan dan dituntaskan.

“Kalau secara partai kami tentu belum masuk ke arah dukungan karena kami baru akan menyurvei tokoh-tokoh Bali yang layak menjadi pemimpin Bali di Pilgub Bali 2024, termasuk tokoh-tokoh independen kami akan survei juga,” terang politisi asal Desa Bugbug, Karangasem ini.

Soal peluang tokoh independen menjadi Bali Satu, Gede Wardana juga menilai peluangnya sangat besar bahkan bisa saja menang.

Dia menilai dua nama yang santer muncul ke publik seperti AWK dan AMD, adalah tokoh-tokoh yang bagus dan layak dipertimbangkan.

Kalau AWK juga bisa mengambil pasar pemilih di Bali Utara atau Buleleng sementara AMD dari tokoh puri dan tokoh milenial bisa mengambil pasar suara anak muda.

“AWK dan AMD bagus. Kalau AWK kan istrinya juga dari Buleleng, jadi pertarungan juga makin seru. Kalau AMD tokoh muda juga bagus, kita lihat sangat memikirkan kepentingan Bali,” ujar mantan Wakil Bupati Buleleng ini.

Pengamat politik yang juga Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Bali ini menilai Bali membutuhkan pemimpin yang negarawan, punya wawasan kebangsaan, dan punya pengalaman di level nasional atau tokoh nasional.

“Pemimpin yang tampil di Bali harus berwawasan kebangsaan, berwawasan nasional, dan menjungjung kebhinekaan. Pemimpin Bali juga harus mampu memberantas kemiskinan material dan kemiskinan moral,” pungkas lulusan doktor di Universitas Indonesia ini.

Sementara itu, momentum empat tahun kepemimpinan Koster tampaknya menjadi ajang para pendukung Koster menguatkan dukungan kepada jagoannya untuk kembali merebut Bali Satu di Pilgub Bali 2024 dan menjadi Gubernur Bali dua periode.

Terbukti dukungan untuk Koster semakin melesat tembus di atas 20 persen dalam hasil Polling Pilgub Bali 2024 di situs website Kabar Bali Satu (KBS).

Berdasarkan pantauan hasil Polling Pilgub Bali 2024 terkini di situs website Kabar Bali Satu (KBS) per tanggal 1 Oktober 2022 yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, Koster masih unggul di puncak polling dengan raihan 20,74 persen suara atau 289.761 votes.

Di posisi kedua dan ketiga Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta dan tokoh milenial Bali Agung Manik Danendra (AMD) masih setia menempel Koster.

Walaupun jumlah dukungan untuk Giri Prasta dan AMD bertambah, namun secara persentase raihan keduanya malah turun melemah karena tambahan dukungan suara untuk Koster terlalu besar dan signifikan.

Giri Prasta di posisi kedua dengan raihan dukungan 14.59 persen atau 203,778 suara. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung ini memang menjadi saingan berat Koster di internal PDI Perjuangan untuk mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Gubernur Bali 2024.

Baca Juga:  Geram Soal "Prabowo Mengeong", Gerindra Tabanan Polisikan Edy Mulyadi

Di posisi ketiga, AMD terus menempel ketat Giri Prasta namun AMD selama ini dikenal irit bicara soal politik apalagi soal Bali Satu namun banyak milenial yang mensupport AMD Bali Satu.

Tokoh milenial bernama lengkap Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn., asal Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini yang dikenal juga aktif menjadi aktivis sejak remaja ini terlihat totalitas mendapatkan dukungan kaum milenial Bali dan perolehan suaranya terpaut sangat tipis dengan Giri Prasta.

AMD meraih dukungan 14.58 persen dengan 203.693 suara. Nama AMD yang dikenal selama ini mensupport berbagai kegiatan UMKM dan membantu membangkitkan perekonomian Bali cukup menarik perhatian publik dan semakin moncer.

Tokoh Puri yang satu ini memang dikenal humanis suka berbagi dan beryadnya, memiliki pengalaman organisasi, intelektual tinggi dan disegani kaum millenial. Maka tidak heran AMD yang dikenal gemar berbagi ini dijuluki sebagai The Real Sultan Dermawan dan dikenal sebagai Pejuang Hindu Nusantara Sejati.

Di peringkat keempat, kelima, dan keenam terjadi pertarungan yang sangat sengit dan seru antara dua tokoh asal Buleleng, yakni Demer dan Gede Pasek Suardika (GPS) dengan tokoh independent Senator AWK.

Namun posisi AWK masih di peringkat 4 dengan dukungan yang terus meroket mencapai 8.80 persen atau 122.874 suara.

Sementara itu Demer harus puas tetap berada di peringkat 5 dengan dukungan 7.39 persen atau 103.189 suara.

AWK dan Demer berusaha mati-matian mengejar AMD di peringkat tiga namun belum berhasil. Dua tokoh ini masih terpaut jauh dari AMD.

Namun pendukung Demer masih sangat optimis jagoannya dari kubu kuning bisa merebut Bali Satu menumbangkan kubu merah, khususnya Koster.

Di peringkat enam muncul kejutan. Salah satu putra terbaik Buleleng yakni Gede Pasek Suardika (GPS) naik tangga polling menggeser posisi kader Golkar yang juga anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar Dapil Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi).

GPS mengunci posisi 6 polling dengan dukungan 7.37 persen; hanya terpaut tipis dengan Demer di posisi 5. Sementara itu Gus Adhi jatuh ke peringat ketujuh dengan hanya meraih 6.07 persen.

Hal menarik lainnya adalah merosotnya nama Rai Mantra ke dasar poling. Popularitas dan elektabilitas Rai Mantra yang dulunya merupakan rival Koster pada Pilgub Bali 2018 tampaknya memudar dan semakin terpuruk.

Sebelumnya Rai Mantra sempat berada di posisi lima besar kemudian terpental ke urutan tujuh dan kini hanya satu tingkat dari posisi juru kunci. Rai Mantra harus puas bertengger di peringkat sepuluh hasil polling dengan raihan 5.98 persen.

Rai Mantra disalip oleh Walikota Denpasar dari PDI Perjuangan I Gusti Ngurah Jaya Negara di posisi kedelapan dengan dukungan 6.02 persen.

Kemudian di peringkat kesembilan diisi oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Dapil Bali 5 periode Made Urip dengan dukungan 6,15 persen. Sedangkan posisi juru kunci atau peringkat kesebelas polling diduduki kader PDI Perjuangan yang juga Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra dengan dukungan 2.46 persen.

Polling dari Kabar Bali Satu ini disambut antusias publik di Bali dengan vote tembus hampir 1,4 juta votes. Polling ini masih terus berlangsung dan masyarakat Bali bisa memberikan pilihannya dengan mengklik nama tokoh calon gubernur jagoannya dan pilih vote pada link https://kabarbalisatu.com/polling/. (rba/ken)



DENPASAR, radarbali.id- Gubernur Bali Wayan Koster banjir apresiasi atas keberhasilannya selama 4 tahun memimpin Bali. Gubenur Bali asal Buleleng ini lantas dipuja-puji dan dikatakan layak didukung dua periode sebagai kandidat Bali Satu di Pilgub Bali 2024.

Tidak mengherankan pula jika gubenur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini masih merajai tangga teratas Polling Pilgub Bali 2024 dengan menembus 20 persen lebih total keseluruhan suara; jauh meninggalkan pesaing terkuatnya, yakni tokoh milenial Bali Agung Manik Danendra (AMD) dan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Bahkan posisi Giri Prasta dan AMD cenderung melemah alias belum mampu menandingi kekuatan besar Koster yang juga dikenal sangat brilian dalam memimpin Bali.

Jadi sangat wajar jika publik masih menaruh harapan besar agar sang petahana bisa dua periode memimpin Bali, terlebih selama 4 tahun kepemimpinnya sebagai Bali Satu, Koster dinilai cukup berhasil.

“Kepemimpinan Gubernur Bali nilainya cukup baik, kalau ibarat mahasiswa nilainya 80. Tapi kalau kita bicara apakah bisa Pak Koster dua periode atau tidak, biar publik yang menilai. Yang jelas ada tokoh-tokoh lain juga yang cukup kuat, termasuk tokoh-tokoh independen,” kata Akademisi, Pengamat Politik dan Ekonomi Bali, Gede Wardana.

Namun sebagian publik juga melihat, ada nama tokoh-tokoh independen yang citra dan popularitasnya makin bersinar, juga memberi harapan baru untuk membawa Bali lebih baik lagi.

Nama-nama tokoh independen seperti tokoh milenial asal Puri Tegal Denpasar Pemecutan Agung Manik Danendra (AMD) dan anggota DPD RI (Senator) dari Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) banjir dukungan publik. Sejauh ini AMD masih konsisten berada di tiga besar bersama Koster dan Giri Prasta.

Pengamat lain menilai pertarungan Pilgub Bali 2024 bisa saja memunculkan tiga pasang calon, yakni dari kubu merah PDI Perjuangan, kubu kuning Partai Golkar dan koalisinya serta bisa muncul calon independen.

Namun yang lebih menarik lagi jika kubu merah berani memasang Giri Prasta sebagai Calon Gubernur Bali dan mengambil salah satu tokoh independen sebagai wakilnya seperti AMD misalnya.

“Kalau PDIP atau pun Golkar dan koalisinya menggaet tokoh independen, maka bisa terjadi 2 paslon alias head to head. Apalagi kalau PDIP mencalonkan Giri Prasta sebagai Gubernur Bali dan mengambil AMD sebagai wakilnya, mereka pasangan yang ideal dan sudah pasti menang besar. Tapi kalau tetap memasang Koster, PDIP patut waspada,” kata salah satu tokoh Bali.

Di sisi lain pertarungan perebutan Bali Satu semakin seru karena ada tiga putra Buleleng yang masuk dalam enam besar Polling Pilgub Bali 2024 dan siap berebut kursi Bali Satu.

Selain Koster, ada nama petinggi Golkar Gde Sumarjaya Linggih (Demer) yang merupakan anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali dan sudah empat periode menjadi anggota DPR RI.

Satu lagi nama yang memberikan kejutan karena melesat masuk ke posisi enam besar yakni Gede Pasek Suardika (GPS) yang merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang juga mantan anggota DPR RI dan DPD RI Dapil Bali.

Sejumlah pengamat lain menilai pertarungan yang sesungguhnya kini terjadi di internal PDI Perjuangan antara Koster dan Giri Prasta.

Yang lebih berbahaya lagi jika Giri Prasta dicalonkan oleh partai koaliasi di luar PDI Perjuangan dan dipaketkan dengan tokoh independen sekelas AMD.

“Kalau Giri tidak dicalonkan merah dan berani dipasang koalisi lalu berpaket dengan dukungan independen seperti tokoh sekuat pamor AMD, bisa jadi paket Giri-AMD memenangkan Pilgub Bali mengubur mimpi Koster dua periode,” kata salah satu pengamat politik dan tokoh Bali.

Baca Juga:  Ujaran Kebencian di Medsos Kian Masif, PHDI-MDA Gandeng Penegak Hukum

Tokoh lain menilai paket AMD-AWK sebagai pasangan tokoh independen murni bisa saja maju Pilgub Bali dari jalu independen atau perseorangan tanpa kendaraan partai politik.

Jika itu terjadi tentu pertarungan makin seru. Dia menilai AMD diam-diam punya kekuatan besar dan juga bisa mengambil suara puri di Bali.

“Istri AMD itu kan Cokorda Istri dari Gianyar pemetaannya semakin kuat. Apalagi didukung oleh kekuatan AWK yang juga populer, maka paket itu akan sangat kuat. Pak Koster walau teratas di polling tetap harus waspada karena suara Buleleng juga bisa terpecah. Apalagi jika AMD menggalang kekuatan independen dan dapat dukungan koalisi maka itu akan sangat berbahaya,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali Nengah Yasa Adi Susanto mengapresiasi 4 tahun kepemimpinan Koster yang dinilai menorehkan banyak keberhasilan di banyak bidang.

Secara pribadi, Adi Susanto menilai Koster layak diberikan kesempatan dua periode. Namun dia melihat tokoh lain juga berpeluang menjadi Bali satu, tergantung sekarang bagaimana sisa setahun kepempinan Koster berjalan dan dituntaskan.

“Kalau secara partai kami tentu belum masuk ke arah dukungan karena kami baru akan menyurvei tokoh-tokoh Bali yang layak menjadi pemimpin Bali di Pilgub Bali 2024, termasuk tokoh-tokoh independen kami akan survei juga,” terang politisi asal Desa Bugbug, Karangasem ini.

Soal peluang tokoh independen menjadi Bali Satu, Gede Wardana juga menilai peluangnya sangat besar bahkan bisa saja menang.

Dia menilai dua nama yang santer muncul ke publik seperti AWK dan AMD, adalah tokoh-tokoh yang bagus dan layak dipertimbangkan.

Kalau AWK juga bisa mengambil pasar pemilih di Bali Utara atau Buleleng sementara AMD dari tokoh puri dan tokoh milenial bisa mengambil pasar suara anak muda.

“AWK dan AMD bagus. Kalau AWK kan istrinya juga dari Buleleng, jadi pertarungan juga makin seru. Kalau AMD tokoh muda juga bagus, kita lihat sangat memikirkan kepentingan Bali,” ujar mantan Wakil Bupati Buleleng ini.

Pengamat politik yang juga Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Bali ini menilai Bali membutuhkan pemimpin yang negarawan, punya wawasan kebangsaan, dan punya pengalaman di level nasional atau tokoh nasional.

“Pemimpin yang tampil di Bali harus berwawasan kebangsaan, berwawasan nasional, dan menjungjung kebhinekaan. Pemimpin Bali juga harus mampu memberantas kemiskinan material dan kemiskinan moral,” pungkas lulusan doktor di Universitas Indonesia ini.

Sementara itu, momentum empat tahun kepemimpinan Koster tampaknya menjadi ajang para pendukung Koster menguatkan dukungan kepada jagoannya untuk kembali merebut Bali Satu di Pilgub Bali 2024 dan menjadi Gubernur Bali dua periode.

Terbukti dukungan untuk Koster semakin melesat tembus di atas 20 persen dalam hasil Polling Pilgub Bali 2024 di situs website Kabar Bali Satu (KBS).

Berdasarkan pantauan hasil Polling Pilgub Bali 2024 terkini di situs website Kabar Bali Satu (KBS) per tanggal 1 Oktober 2022 yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, Koster masih unggul di puncak polling dengan raihan 20,74 persen suara atau 289.761 votes.

Di posisi kedua dan ketiga Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta dan tokoh milenial Bali Agung Manik Danendra (AMD) masih setia menempel Koster.

Walaupun jumlah dukungan untuk Giri Prasta dan AMD bertambah, namun secara persentase raihan keduanya malah turun melemah karena tambahan dukungan suara untuk Koster terlalu besar dan signifikan.

Giri Prasta di posisi kedua dengan raihan dukungan 14.59 persen atau 203,778 suara. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung ini memang menjadi saingan berat Koster di internal PDI Perjuangan untuk mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Gubernur Bali 2024.

Baca Juga:  Di Tengah Pandemi, Koster Garap Proyek Pelabuhan di Nusa Ceningan

Di posisi ketiga, AMD terus menempel ketat Giri Prasta namun AMD selama ini dikenal irit bicara soal politik apalagi soal Bali Satu namun banyak milenial yang mensupport AMD Bali Satu.

Tokoh milenial bernama lengkap Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn., asal Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini yang dikenal juga aktif menjadi aktivis sejak remaja ini terlihat totalitas mendapatkan dukungan kaum milenial Bali dan perolehan suaranya terpaut sangat tipis dengan Giri Prasta.

AMD meraih dukungan 14.58 persen dengan 203.693 suara. Nama AMD yang dikenal selama ini mensupport berbagai kegiatan UMKM dan membantu membangkitkan perekonomian Bali cukup menarik perhatian publik dan semakin moncer.

Tokoh Puri yang satu ini memang dikenal humanis suka berbagi dan beryadnya, memiliki pengalaman organisasi, intelektual tinggi dan disegani kaum millenial. Maka tidak heran AMD yang dikenal gemar berbagi ini dijuluki sebagai The Real Sultan Dermawan dan dikenal sebagai Pejuang Hindu Nusantara Sejati.

Di peringkat keempat, kelima, dan keenam terjadi pertarungan yang sangat sengit dan seru antara dua tokoh asal Buleleng, yakni Demer dan Gede Pasek Suardika (GPS) dengan tokoh independent Senator AWK.

Namun posisi AWK masih di peringkat 4 dengan dukungan yang terus meroket mencapai 8.80 persen atau 122.874 suara.

Sementara itu Demer harus puas tetap berada di peringkat 5 dengan dukungan 7.39 persen atau 103.189 suara.

AWK dan Demer berusaha mati-matian mengejar AMD di peringkat tiga namun belum berhasil. Dua tokoh ini masih terpaut jauh dari AMD.

Namun pendukung Demer masih sangat optimis jagoannya dari kubu kuning bisa merebut Bali Satu menumbangkan kubu merah, khususnya Koster.

Di peringkat enam muncul kejutan. Salah satu putra terbaik Buleleng yakni Gede Pasek Suardika (GPS) naik tangga polling menggeser posisi kader Golkar yang juga anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar Dapil Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi).

GPS mengunci posisi 6 polling dengan dukungan 7.37 persen; hanya terpaut tipis dengan Demer di posisi 5. Sementara itu Gus Adhi jatuh ke peringat ketujuh dengan hanya meraih 6.07 persen.

Hal menarik lainnya adalah merosotnya nama Rai Mantra ke dasar poling. Popularitas dan elektabilitas Rai Mantra yang dulunya merupakan rival Koster pada Pilgub Bali 2018 tampaknya memudar dan semakin terpuruk.

Sebelumnya Rai Mantra sempat berada di posisi lima besar kemudian terpental ke urutan tujuh dan kini hanya satu tingkat dari posisi juru kunci. Rai Mantra harus puas bertengger di peringkat sepuluh hasil polling dengan raihan 5.98 persen.

Rai Mantra disalip oleh Walikota Denpasar dari PDI Perjuangan I Gusti Ngurah Jaya Negara di posisi kedelapan dengan dukungan 6.02 persen.

Kemudian di peringkat kesembilan diisi oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Dapil Bali 5 periode Made Urip dengan dukungan 6,15 persen. Sedangkan posisi juru kunci atau peringkat kesebelas polling diduduki kader PDI Perjuangan yang juga Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra dengan dukungan 2.46 persen.

Polling dari Kabar Bali Satu ini disambut antusias publik di Bali dengan vote tembus hampir 1,4 juta votes. Polling ini masih terus berlangsung dan masyarakat Bali bisa memberikan pilihannya dengan mengklik nama tokoh calon gubernur jagoannya dan pilih vote pada link https://kabarbalisatu.com/polling/. (rba/ken)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/