alexametrics
26.7 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

BERJIWA BESAR! Tiga Kali Disakiti Partai, Muntra Pilih Tetap di Golkar

MANGUPURA – Politisi I Wayan Muntra dalam karir politiknya tergolong banyak mendapat cobaan. Ia sendiri  tiga kali disakiti induk partainya: Partai Golkar.

Mulai di Plt-kan sebagai Ketua DPD Golkar Badung, dan digagalkan menjadi calon dalam Musda Golkar Badung.

Kini giliran Muntra digagalkan menjadi Calon Wakil Bupati Badung yang notabene dari partai Golkar yang awalnya paling getol dalam menjaring calon di Pilkada Badung untuk melawan petahana Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa. 

Kepada wartawan, I Wayan Muntra mengungkapkan kekecewaannya dengan respons induk partainya sendiri.

“Saya sudah mengikuti proses dari bawah sebagai komitmen dalam menjalankan prosedur partai. Namun, kalau ada yang menanyakan saya berkali-kali disakiti  apakah akan pindah ke partai lain,

sekarang saya jawab. Hari ini, besok dan hari-hari berikutnya saya tetap di Golkar. Dan, tak tahu itu sampai kapan,” beber Muntra, Rabu (2/9).

Ia mengatakan, kalau orang bilang bahwa mengusung kotak kosong adalah demokrasi, sebetulnya dimana letak demokrasi tersebut.

Menurutnya,  demokrasi yang dijalankan di Badung tidaklah berjalan dengan baik. Terkait lobi politik, memang itu sudah terjadi.

Tapi, kembali sebagai kader Golkar, dia akan taat dengan sistem dan aturan partai. Sebab  sistem di bawah sudah berjalan.

Baca Juga:  MENGEJUTKAN! Nama Selly-Iswara Dibawa Golkar ke Jakarta

Bahkan, Golkar sebagai inisiator dan Golkar Badung yang mengajak  untuk membentuk Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB)  yang mengusung paket I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan I Wayan Muntra (Diatmika-Muntra).

“Itu sudah lama sekali prosesnya dan bukan saya yang melamar. Itu berproses dari tingkat masyarakat dan sudah berproses sejak 13 Juli lalu. Saya sudah siap dan siap bertempur serta berkompetisi untuk mengambil hatinya masyarakat Badung,” terangnya.

Begitu juga I Gusti Ngurah Agung Diatmika yang meluapkan kekecewaannya. Namun, dia juga menyadari dinamika politik memang seperti ini, setiap detik bisa berubah.

“Jika ada rekan-rekan yang bertanya apakah saya menyesal sekarang? Munafik bila saya menjawab tidak.

Tetapi, bagi saya tak kurang banyak hal positif yang saya peroleh dari perjalanan sejak sebulan terakhir ini,” terang Diatmika.

Ia juga menyadari setelah berbagai proses yang dilakukan, hasil akhirnya tidak memihak kepada paket Diatmika-Muntra untuk bertarung.

Padahal,  Partai Golkar sebagai pihak yang sebelumnya paling bersemangat mengajukan dirinya sebagai pasangan calon, ketika menjelang kompetisi dimulai justru berbalik badan meninggalkan.

“Sampai sekarang saya masih ingat, bagaimana keterkejutan saya saat dilamar menjadi bakal calon Bupati Badung oleh KRBB, pada Juli 2020 lalu. Bahkan partai Golkar yang mencari saya ke rumah.

Baca Juga:  Koster Sowan ke Polda, Jenderal Petrus Jamin Keamanan Kongres PDIP

Namun, sebelum saya menyatakan kesanggupan untuk diusulkan oleh KRBB saya sempat merenung. Sebab, selain tidak punya pengalaman berpolitik praktis,” bebernya.

Meski tidak bisa bertarung pada pilkada mendatang, ia mengakui banyak terimakasih kepada  Partai Nasdem dan Gerindra yang sudah memberi rekomendasi.

“Saya menghaturkan terima kasih tak terhingga. Meski saya orang baru di kancah politik, rekan-rekan di Nasdem dan Gerindra sedikit pun tak ada ragu bahwa saya mampu diberi amanah untuk berkompetisi di pilkada,” jelasnya.

Seperti diketahui  paket calon  I Gusti Ngurah Agung Diatmika – I Wayan Muntra (Diatmika-Muntra) digagas oleh Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB). Koalisi ini  gabungan tiga partai yakni Golkar, Gerindra dan Nasdem.

Namun Golkar malah berbalik badan rekomendasi diberikan kepada pasangan GiriAsa untuk maju di Pilkada Badung.

Sementara Gerindra dan Nasdem tetap berkomitmen memberikan rekomendasi kepada Diatmika-Muntra.

Kendati begitu, dua partai tersebut tidak cukup untuk menghantarkan Diatmika-Muntra untuk maju di Pilkada Badung. Secara otomatis, paket tersebut batal maju di Pilkada Badung.



MANGUPURA – Politisi I Wayan Muntra dalam karir politiknya tergolong banyak mendapat cobaan. Ia sendiri  tiga kali disakiti induk partainya: Partai Golkar.

Mulai di Plt-kan sebagai Ketua DPD Golkar Badung, dan digagalkan menjadi calon dalam Musda Golkar Badung.

Kini giliran Muntra digagalkan menjadi Calon Wakil Bupati Badung yang notabene dari partai Golkar yang awalnya paling getol dalam menjaring calon di Pilkada Badung untuk melawan petahana Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa. 

Kepada wartawan, I Wayan Muntra mengungkapkan kekecewaannya dengan respons induk partainya sendiri.

“Saya sudah mengikuti proses dari bawah sebagai komitmen dalam menjalankan prosedur partai. Namun, kalau ada yang menanyakan saya berkali-kali disakiti  apakah akan pindah ke partai lain,

sekarang saya jawab. Hari ini, besok dan hari-hari berikutnya saya tetap di Golkar. Dan, tak tahu itu sampai kapan,” beber Muntra, Rabu (2/9).

Ia mengatakan, kalau orang bilang bahwa mengusung kotak kosong adalah demokrasi, sebetulnya dimana letak demokrasi tersebut.

Menurutnya,  demokrasi yang dijalankan di Badung tidaklah berjalan dengan baik. Terkait lobi politik, memang itu sudah terjadi.

Tapi, kembali sebagai kader Golkar, dia akan taat dengan sistem dan aturan partai. Sebab  sistem di bawah sudah berjalan.

Baca Juga:  Golput Sentuh 18,95 %, Partisipasi Pemilih di Pilkada Tabanan Naik

Bahkan, Golkar sebagai inisiator dan Golkar Badung yang mengajak  untuk membentuk Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB)  yang mengusung paket I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan I Wayan Muntra (Diatmika-Muntra).

“Itu sudah lama sekali prosesnya dan bukan saya yang melamar. Itu berproses dari tingkat masyarakat dan sudah berproses sejak 13 Juli lalu. Saya sudah siap dan siap bertempur serta berkompetisi untuk mengambil hatinya masyarakat Badung,” terangnya.

Begitu juga I Gusti Ngurah Agung Diatmika yang meluapkan kekecewaannya. Namun, dia juga menyadari dinamika politik memang seperti ini, setiap detik bisa berubah.

“Jika ada rekan-rekan yang bertanya apakah saya menyesal sekarang? Munafik bila saya menjawab tidak.

Tetapi, bagi saya tak kurang banyak hal positif yang saya peroleh dari perjalanan sejak sebulan terakhir ini,” terang Diatmika.

Ia juga menyadari setelah berbagai proses yang dilakukan, hasil akhirnya tidak memihak kepada paket Diatmika-Muntra untuk bertarung.

Padahal,  Partai Golkar sebagai pihak yang sebelumnya paling bersemangat mengajukan dirinya sebagai pasangan calon, ketika menjelang kompetisi dimulai justru berbalik badan meninggalkan.

“Sampai sekarang saya masih ingat, bagaimana keterkejutan saya saat dilamar menjadi bakal calon Bupati Badung oleh KRBB, pada Juli 2020 lalu. Bahkan partai Golkar yang mencari saya ke rumah.

Baca Juga:  Sumbangan Kampanye, Paket Kembang Rp 417 Juta, Tamba–Ipat Rp 137 Juta

Namun, sebelum saya menyatakan kesanggupan untuk diusulkan oleh KRBB saya sempat merenung. Sebab, selain tidak punya pengalaman berpolitik praktis,” bebernya.

Meski tidak bisa bertarung pada pilkada mendatang, ia mengakui banyak terimakasih kepada  Partai Nasdem dan Gerindra yang sudah memberi rekomendasi.

“Saya menghaturkan terima kasih tak terhingga. Meski saya orang baru di kancah politik, rekan-rekan di Nasdem dan Gerindra sedikit pun tak ada ragu bahwa saya mampu diberi amanah untuk berkompetisi di pilkada,” jelasnya.

Seperti diketahui  paket calon  I Gusti Ngurah Agung Diatmika – I Wayan Muntra (Diatmika-Muntra) digagas oleh Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB). Koalisi ini  gabungan tiga partai yakni Golkar, Gerindra dan Nasdem.

Namun Golkar malah berbalik badan rekomendasi diberikan kepada pasangan GiriAsa untuk maju di Pilkada Badung.

Sementara Gerindra dan Nasdem tetap berkomitmen memberikan rekomendasi kepada Diatmika-Muntra.

Kendati begitu, dua partai tersebut tidak cukup untuk menghantarkan Diatmika-Muntra untuk maju di Pilkada Badung. Secara otomatis, paket tersebut batal maju di Pilkada Badung.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/