alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Baru Setahun, Hubungan Bupati dan Wabup Jembrana Sudah Tak Harmanonis

NEGARA- Kabar ketidakharmonisan  antara Bupati Jembrana I Nengah Tamba dengan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna akhirnya benar-benar tersiar ke publik.

Bahkan atas retaknya hubungan bupati dan wakil bupati di kabupaten paling barat di Bali ini sampai mendapat sorotan dari partai politik pendukung.

Tak hanya menuai sorotan, atas ‘konflik’ antara bupati dan wakil bupati, para pimpinan parpol yang tergabung  dalam Koalisi Jembrana Maju (KJM) sampai turun tangan dan menggelar rapat khusus.

Sejumlah pimpinan partai politik itu diantaranya Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PPP, dan PKB.

Sebagai pengusung dan pendukung, para pentolan parpol pemilik kursi di DPRD Jembrana ini menggelar rapat khusus membahas mengenai isu ketidakharmonisan bupati dan wakil bupati.

Seperti dibenarkan Ketua DPC Partai Gerindra Jembrana Kade Darma Susila, Jumat (4/2).

Menurutnya, menyikapi dinamika hubungan bupati dan wakil bupati Jembrana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, partai politik pendukung dan pengusung yang tergabung dalam KJM sudah mengambil sikap.

Dalam rapat yang dihadiri masing- masing partai politik, sudah  sepakat untuk segera mencari kebenaran informasi tersebut dan klarifikasi kepada kedua belah pihak.

Baca Juga:  BUPATI DAN WABUP JEMBRANA UCAPKAN SELAMAT IDUL FITRI 1442 H

Sejumlah keputusan dalam rapat KJM tersebut diantaranya, menyerahkan pada partai politik bupati dan wakil bupati untuk klarifikasi.

Pasalnya, bupati selaku kader dari Partai Demokrat, diminta untuk komunikasi dengan wakil bupati untuk klarifikasi mengenai dinamika yang terjadi.

Begitu juga Partai Golkar untuk memanggil wakil bupati, karena wakil bupati merupakan kader Partai Golkar.

“Masing-masing partai, kami minta untuk klarifikasi mengenai dinamika yang terjadi. Kalau memang benar terjadi ketidakharmonisan harus dicari duduk persoalannya,” jelasnya.

Selanjutnya, setelah masing-masing ketua partai politik ini memanggil bupati dan wakil bupati,  hasil dari klarifikasi disampaikan dalam rapat koalisi lagi untuk mengambil sikap lagi.

“Sebagai salah satu partai koalisi, Partai Gerindra akan menyampaikan rekomendasi. Diantaranya, sebagai bagian dari KJM yang mengusung dan mendukung bupati, tetap akan mengawal bupati dan wakil bupati Jembrana hingga periode berakhir.

Kemudian, meminta Bupati dan wakil bupati fokus untuk merealisasikan visi, misi, program dan janji politiknya saat kampanye agar semua terealisasi. Sudahi dinamika ketidakharmonisan. Masih ada waktu untuk menggenjot program, visi dan misi agar terealisasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Soal Banjir Pengambengan, Bupati Minta Jangan Mau Terprovokasi Pilkada

Menurutnya, kesan ketidakharmonisan bupati dan wakil bupati, tidak baik dilihat masyarakat.

Apalagi ketidakharmonisan terjadi sampai berlarut, sehingga dikhawatirkan program pemerintah kabupaten di bawah pemerintah yang baru setahun berjalan ini tidak berjalan optimal ke depannya.

“Kami selaku partai politik yang mengusung dan mendukung, bersama relawan tidak hanya bisa mengantarkan hingga menjadi pemimpin Jembrana saat ini. Tetapi juga memiliki tanggungjawab moral untuk mengawal pemerintah dan masyarakat Jembrana ke depan yang lebih baik lagi,” urainya.

Untuk itu, Anggota DPRD Bali dari daerah pemilihan Jembrana ini mendesak agar dinamika yang terjadi selesai secepatnya.

Namun Apabila tidak selesai juga dalam waktu cepat, sebagai partai politik yang memiliki fraksi di DPRD Jembrana akan mengambil langkah konstruktif terhadap kinerja bupati dan wakil bupati. 



NEGARA- Kabar ketidakharmonisan  antara Bupati Jembrana I Nengah Tamba dengan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna akhirnya benar-benar tersiar ke publik.

Bahkan atas retaknya hubungan bupati dan wakil bupati di kabupaten paling barat di Bali ini sampai mendapat sorotan dari partai politik pendukung.

Tak hanya menuai sorotan, atas ‘konflik’ antara bupati dan wakil bupati, para pimpinan parpol yang tergabung  dalam Koalisi Jembrana Maju (KJM) sampai turun tangan dan menggelar rapat khusus.

Sejumlah pimpinan partai politik itu diantaranya Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PPP, dan PKB.

Sebagai pengusung dan pendukung, para pentolan parpol pemilik kursi di DPRD Jembrana ini menggelar rapat khusus membahas mengenai isu ketidakharmonisan bupati dan wakil bupati.

Seperti dibenarkan Ketua DPC Partai Gerindra Jembrana Kade Darma Susila, Jumat (4/2).

Menurutnya, menyikapi dinamika hubungan bupati dan wakil bupati Jembrana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, partai politik pendukung dan pengusung yang tergabung dalam KJM sudah mengambil sikap.

Dalam rapat yang dihadiri masing- masing partai politik, sudah  sepakat untuk segera mencari kebenaran informasi tersebut dan klarifikasi kepada kedua belah pihak.

Baca Juga:  BUPATI DAN WABUP JEMBRANA UCAPKAN SELAMAT IDUL FITRI 1442 H

Sejumlah keputusan dalam rapat KJM tersebut diantaranya, menyerahkan pada partai politik bupati dan wakil bupati untuk klarifikasi.

Pasalnya, bupati selaku kader dari Partai Demokrat, diminta untuk komunikasi dengan wakil bupati untuk klarifikasi mengenai dinamika yang terjadi.

Begitu juga Partai Golkar untuk memanggil wakil bupati, karena wakil bupati merupakan kader Partai Golkar.

“Masing-masing partai, kami minta untuk klarifikasi mengenai dinamika yang terjadi. Kalau memang benar terjadi ketidakharmonisan harus dicari duduk persoalannya,” jelasnya.

Selanjutnya, setelah masing-masing ketua partai politik ini memanggil bupati dan wakil bupati,  hasil dari klarifikasi disampaikan dalam rapat koalisi lagi untuk mengambil sikap lagi.

“Sebagai salah satu partai koalisi, Partai Gerindra akan menyampaikan rekomendasi. Diantaranya, sebagai bagian dari KJM yang mengusung dan mendukung bupati, tetap akan mengawal bupati dan wakil bupati Jembrana hingga periode berakhir.

Kemudian, meminta Bupati dan wakil bupati fokus untuk merealisasikan visi, misi, program dan janji politiknya saat kampanye agar semua terealisasi. Sudahi dinamika ketidakharmonisan. Masih ada waktu untuk menggenjot program, visi dan misi agar terealisasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Airlangga Pimpin KIB Kalimantan, Ajak Kader Sukseskan Pembangunan IKN

Menurutnya, kesan ketidakharmonisan bupati dan wakil bupati, tidak baik dilihat masyarakat.

Apalagi ketidakharmonisan terjadi sampai berlarut, sehingga dikhawatirkan program pemerintah kabupaten di bawah pemerintah yang baru setahun berjalan ini tidak berjalan optimal ke depannya.

“Kami selaku partai politik yang mengusung dan mendukung, bersama relawan tidak hanya bisa mengantarkan hingga menjadi pemimpin Jembrana saat ini. Tetapi juga memiliki tanggungjawab moral untuk mengawal pemerintah dan masyarakat Jembrana ke depan yang lebih baik lagi,” urainya.

Untuk itu, Anggota DPRD Bali dari daerah pemilihan Jembrana ini mendesak agar dinamika yang terjadi selesai secepatnya.

Namun Apabila tidak selesai juga dalam waktu cepat, sebagai partai politik yang memiliki fraksi di DPRD Jembrana akan mengambil langkah konstruktif terhadap kinerja bupati dan wakil bupati. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/