alexametrics
26.7 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Cetak 1.000 Wirausaha Baru, Bangun Inkubator Bisnis Tiap Kecamatan

NEGARA – Pandemi Covid-19 menyebabkan ribuan tenaga kerja kehilangan pekerjaan, sehingga angka pengangguran, termasuk di Jembrana.

Pada momentum Pilkada Jembrana tahun 2020 yang bersamaan dengan pandemi Covid-19, masing-masing calon menawarkan program solusi salah satunya dengan peningkatan sumberdaya manusia agar tumbuh wirausaha baru.

Seperti yang diungkapkan I Nengah Tamba, calon bupati Jembrana didampingi I Gede Ngurah Patriana Krisna sebagai calon wakil bupati.

Menurutnya, untuk mengatasi masalah tenaga kerja, baik yang terdampak pandemi Covid-19 dan pengangguran, dirinya sudah menyiapkan program jangka panjang dan jangka pendek.

“Kami akan memberdayakan anak muda yang resah karena kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki pekerjaan,” jelas Tamba.

Pelatihan kerja sesuai dengan bidang yang digeluti akan dilakukan selama tiga bulan penuh dengan biaya dari pemerintah.

Tidak hanya pelatihan kerja untuk di dalam negeri, tetapi juga pelatihan tenaga kerja untuk keluar negeri.

Selama tiga bulan itu akan diberikan materi sesuai bidangnya, sehingga bisa meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang mumpuni di bidangnya.

Baca Juga:  Distribusi Logistik Beres, KPU Bolehkan Input Data Secara Manual

“Agen dan perusahaan juga akan diundang untuk melihat langsung kualitas sumberdaya manusia anak muda Jembrana yang menjalani pelatihan,” ungkapnya.

Apabila dalam tiga bulan ada 300 anak muda yang mengikuti pelatihan kerja gratis, maka dalam setahun bisa seribu lebih tenaga kerja profesional terlatih, untuk di dalam dan luar negeri.

Apabila bekerja di luar negeri, maka akan membawa devisa ke Jembrana, manfaatnya untuk pemberdayaan masyarakat Jembrana.

Selain pelatihan kerja, solusi penyerapan tenaga kerja dan peningkatan jumlah usaha di Jembrana. Sesuai dengan misi yang kedua yaitu Jana Kerthi, pasangan Tamba-Ipat membuat gerakan 1.000 wirausaha baru bagi masyarakat Jembrana khususnya kaum muda dan para pekerja yang terkena PHK.

Guna menyiapkan lahirnya wirausaha-wirausaha baru ini, pasangan Tamba-Ipat membangun inkubator bisnis dengan memanfaatkan gedung-gedung

yang sudah ada seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dan gedung-gedung yang tidak optimal di tiap kecamatan akan digunakan untuk inkubator bisnis.

Baca Juga:  Tutup Bulan Bung Karno 2020, PDIP Badung Panen Sayur

Menurutnya, inkubator bisnis sendiri adalah sebuah tempat yang dibangun khusus untuk membantu bisnis yang baru didirikan atau yang biasa disebut dengan start-up bisnis untuk bisa menjadi bisnis yang mandiri.

Bidang usaha sangat luas, mulai pertanian, perikanan, kuliner maupun teknologi. Usaha baru tentu sangat rentan dari ancaman kegagalan.

Fungsi dari inkubator bisnis adalah menciptakan lingkungan yang lebih mendukung untuk usaha bisnis baru tersebut bisa tumbuh menjadi bisnis yang sehat dan sukses.

Menurut Tamba, jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Jembrana, pasangan Tamba-Ipat akan menyiapkan dukungan dana bagi usaha-usaha pemula tersebut, baik bersumber dari dana daerah, dana pusat maupun mitra pemerintah.

Agar tingkat keberhasilan usaha pemula tersebut menjadi tinggi, maka akan didampingi oleh Inkubator Bisnis.

“Dari Jembrana kita buktikan, akan muncul wirausaha-wirausaha muda tangguh dan berdaya saing,” tegasnya.



NEGARA – Pandemi Covid-19 menyebabkan ribuan tenaga kerja kehilangan pekerjaan, sehingga angka pengangguran, termasuk di Jembrana.

Pada momentum Pilkada Jembrana tahun 2020 yang bersamaan dengan pandemi Covid-19, masing-masing calon menawarkan program solusi salah satunya dengan peningkatan sumberdaya manusia agar tumbuh wirausaha baru.

Seperti yang diungkapkan I Nengah Tamba, calon bupati Jembrana didampingi I Gede Ngurah Patriana Krisna sebagai calon wakil bupati.

Menurutnya, untuk mengatasi masalah tenaga kerja, baik yang terdampak pandemi Covid-19 dan pengangguran, dirinya sudah menyiapkan program jangka panjang dan jangka pendek.

“Kami akan memberdayakan anak muda yang resah karena kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki pekerjaan,” jelas Tamba.

Pelatihan kerja sesuai dengan bidang yang digeluti akan dilakukan selama tiga bulan penuh dengan biaya dari pemerintah.

Tidak hanya pelatihan kerja untuk di dalam negeri, tetapi juga pelatihan tenaga kerja untuk keluar negeri.

Selama tiga bulan itu akan diberikan materi sesuai bidangnya, sehingga bisa meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang mumpuni di bidangnya.

Baca Juga:  Miris! Kondisi Terus Memburuk, Ketua Panwascam Rendang Dirawat di ICU

“Agen dan perusahaan juga akan diundang untuk melihat langsung kualitas sumberdaya manusia anak muda Jembrana yang menjalani pelatihan,” ungkapnya.

Apabila dalam tiga bulan ada 300 anak muda yang mengikuti pelatihan kerja gratis, maka dalam setahun bisa seribu lebih tenaga kerja profesional terlatih, untuk di dalam dan luar negeri.

Apabila bekerja di luar negeri, maka akan membawa devisa ke Jembrana, manfaatnya untuk pemberdayaan masyarakat Jembrana.

Selain pelatihan kerja, solusi penyerapan tenaga kerja dan peningkatan jumlah usaha di Jembrana. Sesuai dengan misi yang kedua yaitu Jana Kerthi, pasangan Tamba-Ipat membuat gerakan 1.000 wirausaha baru bagi masyarakat Jembrana khususnya kaum muda dan para pekerja yang terkena PHK.

Guna menyiapkan lahirnya wirausaha-wirausaha baru ini, pasangan Tamba-Ipat membangun inkubator bisnis dengan memanfaatkan gedung-gedung

yang sudah ada seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dan gedung-gedung yang tidak optimal di tiap kecamatan akan digunakan untuk inkubator bisnis.

Baca Juga:  Politisi Wanita Asal Buleleng Bertarung lewat Nasdem ke Senayan

Menurutnya, inkubator bisnis sendiri adalah sebuah tempat yang dibangun khusus untuk membantu bisnis yang baru didirikan atau yang biasa disebut dengan start-up bisnis untuk bisa menjadi bisnis yang mandiri.

Bidang usaha sangat luas, mulai pertanian, perikanan, kuliner maupun teknologi. Usaha baru tentu sangat rentan dari ancaman kegagalan.

Fungsi dari inkubator bisnis adalah menciptakan lingkungan yang lebih mendukung untuk usaha bisnis baru tersebut bisa tumbuh menjadi bisnis yang sehat dan sukses.

Menurut Tamba, jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Jembrana, pasangan Tamba-Ipat akan menyiapkan dukungan dana bagi usaha-usaha pemula tersebut, baik bersumber dari dana daerah, dana pusat maupun mitra pemerintah.

Agar tingkat keberhasilan usaha pemula tersebut menjadi tinggi, maka akan didampingi oleh Inkubator Bisnis.

“Dari Jembrana kita buktikan, akan muncul wirausaha-wirausaha muda tangguh dan berdaya saing,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/