25.4 C
Denpasar
Saturday, April 1, 2023

Pemuda Diajak Jadi Pemilih yang Cerdas

SINGARAJA– Para pemuda di Buleleng diajak menjadi pemilih yang cerdas. Mengingat porsi pemilih dengan usia muda (usia di bawah 40 tahun) diperkirakan mencapai 40 persen dari total pemilih. Untuk itu para pemuda diminta menyalurkan hak pilih mereka sekaligus menyampaikan gagasan-gagasan strategis pada pemangku kebijakan di Buleleng pada khususnya.

Hal itu terungkap dalam acara Talk Show yang diselenggarakan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Buleleng di Aula Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan. Acara tersebut dihadiri Komisioner KPU Buleleng Gede Bandem Samudra, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)  Buleleng Nyoman Kappa Tri Aryandono, dan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna.

Baca Juga:  Dua Pemuda Ini Perkosa Korban saat Orang Tua Kerja Buruh Bangunan

Dalam acara tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Kappa Tri Aryandono mengatakan, para pemuda kini memiliki kelebihan bila dibandingkan kelompok pemilih lainnya. Sebab mereka memiliki akses informasi yang luas, serta pengetahuan yang terus berkembang. Hal itu idealnya digunakan para pemuda untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam pemilu.

“Pemuda punya peran strategis. Bukan hanya menjadi pemilih. Tapi mereka bisa ikut menjadi bagian dari penyelenggara, pengawas, maupun peserta Pemilu. Mereka juga bisa menyampaikan ide dan gagasan pada pemangku kebijakan,” kata Kappa.

Ia menyatakan organisasi-organisasi pemuda juga diharapkan terus mencetak kader-kader yang berkualitas. Sehingga mereka dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan.

Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengapresiasi kegiatan yang menghadirkan para pemuda itu. Supriatna berharap pemuda semakin banyak mendapatkan pendidikan politik. Sehingga pada waktunya nanti mereka dalam ikut aktif  terlibat dalam agenda-agenda politik.

Baca Juga:  Baliho Dukungan Terus Bermunculan, Winasa Protes Karena Tanpa Izin

“Mereka bisa jadi penyelenggara, bisa jadi pengawas, atau ikut sebagai kader partai politik. Pemilu ini agenda penting bagi bangsa. Jadi kami harap pemuda juga ikut ambil bagian di sana. Makanya pendidikan politik sangat penting, untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas,” demikian Supriatna. (eps)



SINGARAJA– Para pemuda di Buleleng diajak menjadi pemilih yang cerdas. Mengingat porsi pemilih dengan usia muda (usia di bawah 40 tahun) diperkirakan mencapai 40 persen dari total pemilih. Untuk itu para pemuda diminta menyalurkan hak pilih mereka sekaligus menyampaikan gagasan-gagasan strategis pada pemangku kebijakan di Buleleng pada khususnya.

Hal itu terungkap dalam acara Talk Show yang diselenggarakan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Buleleng di Aula Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan. Acara tersebut dihadiri Komisioner KPU Buleleng Gede Bandem Samudra, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)  Buleleng Nyoman Kappa Tri Aryandono, dan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna.

Baca Juga:  Eks Terpidana Korupsi Romahurmuziy Kembali Berpolitik, Ternyata Gabung PPP

Dalam acara tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Kappa Tri Aryandono mengatakan, para pemuda kini memiliki kelebihan bila dibandingkan kelompok pemilih lainnya. Sebab mereka memiliki akses informasi yang luas, serta pengetahuan yang terus berkembang. Hal itu idealnya digunakan para pemuda untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam pemilu.

“Pemuda punya peran strategis. Bukan hanya menjadi pemilih. Tapi mereka bisa ikut menjadi bagian dari penyelenggara, pengawas, maupun peserta Pemilu. Mereka juga bisa menyampaikan ide dan gagasan pada pemangku kebijakan,” kata Kappa.

Ia menyatakan organisasi-organisasi pemuda juga diharapkan terus mencetak kader-kader yang berkualitas. Sehingga mereka dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan.

Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengapresiasi kegiatan yang menghadirkan para pemuda itu. Supriatna berharap pemuda semakin banyak mendapatkan pendidikan politik. Sehingga pada waktunya nanti mereka dalam ikut aktif  terlibat dalam agenda-agenda politik.

Baca Juga:  KPU Buleleng Mulai Petakan Desa Minim Partisipasi Pemilih

“Mereka bisa jadi penyelenggara, bisa jadi pengawas, atau ikut sebagai kader partai politik. Pemilu ini agenda penting bagi bangsa. Jadi kami harap pemuda juga ikut ambil bagian di sana. Makanya pendidikan politik sangat penting, untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas,” demikian Supriatna. (eps)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru