alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Payah, Banyak Anggota DPRD Tak Hadiri Rapat, Adi Wiryatama: Lagu Lama!

DENPASAR – Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali terlihat memenuhi ruang rapat gabungan lantai III di Gedung DPRD Bali, Kamis (5/9) siang.

Menurut jadwal rapat dibuka pukul 13.00 Wita, namun molor 45 menit. Menggunakan pakaian adat Bali, para anggota dewan yang baru

dilantik ini hadir sesuai undangan terkait pengumuman dan penetapan pimpinan definitif DPRD Bali masa jabatan 2019-2024.

Sayangnya, dari total 55 anggota dewan yang terpilih tersebut, lagi-lagi tidak semuanya bisa hadir. Tercatat hanya 49 anggota dewan saja yang menghadiri acara ini.

“Yang hadir berjumlah 49 orang,” ujar I Nyoman Adi Wiryatama selaku Ketua DPRD Bali sementara, kemudian disambut tepuk tangan para anggota dewan lainnya.

Jika dibanding rapat perdana sebelumnya, jumlah ini tentu lebih banyak. Di mana sebelumnya yang hadir hanya 35 orang anggota dewan terpilih.

Sedangkan 20 anggota dewan lainnya tidak hadir alias bolos. Agenda selanjutnya adalah pembacaan penetepan pimpinan definitif DPRD Bali masa jabatan 2019-2024 oleh Adi Wiryatama.

Selain itu, juga dilakukan pembacaan ketua fraksi partai lengkap dengan pengurusnya. Satu persatu nama masing-masing ketua fraksi partai beserta pengurus dibacakan.

Mereka yang disebut pun berdiri sambil memberi salam setelah namanya disebut. Tawa kembali pecah, saat pembacaan ketua fraksi gabungan dari Partai Nasdem, Hanura dan PSI.

Yakni ketua fraksi terpilih atas nama I Wayan Kari Subali tidak terlihat dalam ruang rapat. “Tidak hadir, tidak hadir,” terdengar suara dari para anggota dewan.

“Tidak hadir? Wah lagu lama,” ujar Adi Wiryatama disambut lagi tawa para anggota dewan yang hadir.

Terkait ketidakhadiran sejumlah anggota dewan baik dalam rapat perdana sebelumnya maupun rapat kali, tak banyak yang dapat dikonfirmasi.

Namun, menurut informasi yang dihimpun radarbali.id usai rapat tersebut, terkait rapat perdana yang banyak tidak dihadiri oleh anggota dewan, dikarenakan para anggota dewan sedang syukuran setelah dilantik.

“Banyak yang tidak hadir karena dalam kondisi ber-uforia. Buat syukuran gitu untuk para pemilihnya di rumahnya masing-masing,” ujar sumber. 



DENPASAR – Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali terlihat memenuhi ruang rapat gabungan lantai III di Gedung DPRD Bali, Kamis (5/9) siang.

Menurut jadwal rapat dibuka pukul 13.00 Wita, namun molor 45 menit. Menggunakan pakaian adat Bali, para anggota dewan yang baru

dilantik ini hadir sesuai undangan terkait pengumuman dan penetapan pimpinan definitif DPRD Bali masa jabatan 2019-2024.

Sayangnya, dari total 55 anggota dewan yang terpilih tersebut, lagi-lagi tidak semuanya bisa hadir. Tercatat hanya 49 anggota dewan saja yang menghadiri acara ini.

“Yang hadir berjumlah 49 orang,” ujar I Nyoman Adi Wiryatama selaku Ketua DPRD Bali sementara, kemudian disambut tepuk tangan para anggota dewan lainnya.

Jika dibanding rapat perdana sebelumnya, jumlah ini tentu lebih banyak. Di mana sebelumnya yang hadir hanya 35 orang anggota dewan terpilih.

Sedangkan 20 anggota dewan lainnya tidak hadir alias bolos. Agenda selanjutnya adalah pembacaan penetepan pimpinan definitif DPRD Bali masa jabatan 2019-2024 oleh Adi Wiryatama.

Selain itu, juga dilakukan pembacaan ketua fraksi partai lengkap dengan pengurusnya. Satu persatu nama masing-masing ketua fraksi partai beserta pengurus dibacakan.

Mereka yang disebut pun berdiri sambil memberi salam setelah namanya disebut. Tawa kembali pecah, saat pembacaan ketua fraksi gabungan dari Partai Nasdem, Hanura dan PSI.

Yakni ketua fraksi terpilih atas nama I Wayan Kari Subali tidak terlihat dalam ruang rapat. “Tidak hadir, tidak hadir,” terdengar suara dari para anggota dewan.

“Tidak hadir? Wah lagu lama,” ujar Adi Wiryatama disambut lagi tawa para anggota dewan yang hadir.

Terkait ketidakhadiran sejumlah anggota dewan baik dalam rapat perdana sebelumnya maupun rapat kali, tak banyak yang dapat dikonfirmasi.

Namun, menurut informasi yang dihimpun radarbali.id usai rapat tersebut, terkait rapat perdana yang banyak tidak dihadiri oleh anggota dewan, dikarenakan para anggota dewan sedang syukuran setelah dilantik.

“Banyak yang tidak hadir karena dalam kondisi ber-uforia. Buat syukuran gitu untuk para pemilihnya di rumahnya masing-masing,” ujar sumber. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/