alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Gagal Nyaleg, Bos Dealer Mendadak Mundur Jadi Penglingsir Pasemeton

AMLAPURA—Diduga kecewa dan sakit hati karena tak lolos saat mencalonkan diri sebagai calon legislative pada Pemilu 2019 lalu, seorang bos dealer motor memilih keluar dari pengurus pasemeton.

Caleg gagal yang diduga ngambul dengan memilih keluar dari kepengurusan pasemeton itu seperti yang dilakukan I Nengah Rata.

Rata yang merupakan caleg dari PDI Perjuangan Dapil Selat, Rendang, Karangasem ini mendadak memilih mundur dari jabatan sebagai wakil ketua Pesemetonan Arya Kenuruhan Kecamatan Selat.

Diduga Rata mundur karena kecewa dengan anggota pasemeton yang tak mendukung dirinya saat maju Pileg 2019 lalu.

Terkait kemunduran dirinya dari struktur kepengurusan pasemeton, Nengah Rata tak menampik.

“Ada janji yang tidak ditepati,” ujarnya.

Baca Juga:  KPU Denpasar Resmi Umumkan Calon PPK dan PPS Lolos Seleksi

Selaian itu dia juga merasa sudah tidak dihargai sebagai pengurus karena janjinya mau mendukung dengan pilihan sekitar 50 persen namun ternyata jauh dari harapan. Ini juga menandakan kalau dirinya sudah tidak mendapat dukungan lagi sehingga mundur sebagai pengurus.

Rata mengakui warga Kenuruhan Kecamatan Selat ada 1300 KK atau sekitar 4000 pemilih. Sementara jika 50 persen saja pilihan masuk kepadanya maka jumlah pemilih akan signifikan. Namun kenyataanya dia mengaku hanya dapat 680 suara.

Rata sendiri bukan orang baru dalam kepengurusan Arya Kenuruhan Selat. Dia sudah enam tahun berkecimpung atau ngayah sebagai pengurus organisasi warga.

Rata mengakui awalnya sempat ada kesepakatan di internal untuk mendukung penglingsir yang maju kelegeslatif.

Baca Juga:  Bagikan Masker, Cabup Tamba Terima Curhatan Pedagang Pasar Umum Negara

Sementara pengurus lainya juga komitmen tidak ada yang maju sehingga Rata memutuskan untuk maju.  

“Bahkan saat itu Ketua Saba Pinandita Gede Sarjana janji mendukung 200 persen ternyata di Dusun Alas Tunggal nol (tempat asal Gede Sarjana red).

Rata pun mengaku kecewa dan merasa tidak dihargai. Rata sendiri mengakui mundurnya dia juga di berangi dengan mundurnya pengurus lainya seperti Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

Lalu apa langkah kedepan? Rata mengaku tetap akan ngayah di pesemetonan namun bukan sebagai penglingsir.

“Masih banyak ayah-ayahan lainya yang bisa dilakukan. Mungkin sementara akan focus dulu mengurus usaha di UD Indra Merta Motor,” akunya.



AMLAPURA—Diduga kecewa dan sakit hati karena tak lolos saat mencalonkan diri sebagai calon legislative pada Pemilu 2019 lalu, seorang bos dealer motor memilih keluar dari pengurus pasemeton.

Caleg gagal yang diduga ngambul dengan memilih keluar dari kepengurusan pasemeton itu seperti yang dilakukan I Nengah Rata.

Rata yang merupakan caleg dari PDI Perjuangan Dapil Selat, Rendang, Karangasem ini mendadak memilih mundur dari jabatan sebagai wakil ketua Pesemetonan Arya Kenuruhan Kecamatan Selat.

Diduga Rata mundur karena kecewa dengan anggota pasemeton yang tak mendukung dirinya saat maju Pileg 2019 lalu.

Terkait kemunduran dirinya dari struktur kepengurusan pasemeton, Nengah Rata tak menampik.

“Ada janji yang tidak ditepati,” ujarnya.

Baca Juga:  KPU Denpasar Resmi Umumkan Calon PPK dan PPS Lolos Seleksi

Selaian itu dia juga merasa sudah tidak dihargai sebagai pengurus karena janjinya mau mendukung dengan pilihan sekitar 50 persen namun ternyata jauh dari harapan. Ini juga menandakan kalau dirinya sudah tidak mendapat dukungan lagi sehingga mundur sebagai pengurus.

Rata mengakui warga Kenuruhan Kecamatan Selat ada 1300 KK atau sekitar 4000 pemilih. Sementara jika 50 persen saja pilihan masuk kepadanya maka jumlah pemilih akan signifikan. Namun kenyataanya dia mengaku hanya dapat 680 suara.

Rata sendiri bukan orang baru dalam kepengurusan Arya Kenuruhan Selat. Dia sudah enam tahun berkecimpung atau ngayah sebagai pengurus organisasi warga.

Rata mengakui awalnya sempat ada kesepakatan di internal untuk mendukung penglingsir yang maju kelegeslatif.

Baca Juga:  Gus Bota: GP-GB Harga Mati untuk Suryananda

Sementara pengurus lainya juga komitmen tidak ada yang maju sehingga Rata memutuskan untuk maju.  

“Bahkan saat itu Ketua Saba Pinandita Gede Sarjana janji mendukung 200 persen ternyata di Dusun Alas Tunggal nol (tempat asal Gede Sarjana red).

Rata pun mengaku kecewa dan merasa tidak dihargai. Rata sendiri mengakui mundurnya dia juga di berangi dengan mundurnya pengurus lainya seperti Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

Lalu apa langkah kedepan? Rata mengaku tetap akan ngayah di pesemetonan namun bukan sebagai penglingsir.

“Masih banyak ayah-ayahan lainya yang bisa dilakukan. Mungkin sementara akan focus dulu mengurus usaha di UD Indra Merta Motor,” akunya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/