alexametrics
25.9 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Voucher Sarin Canang 2 Tahun Tak Cair,Anggaran Rp 1,6 M 2021 Tak Cukup

TABANAN – Program bantuan dalam bentuk Sarin Canang Pemkab Tabanan yang diberikan kepada masyarakat ketika menggelar setiap upacara adat dan keagamaan ternyata menyimpan masalah di lapangan.

Apalagi saat ini ditengah dampak pandemi Covid-19. Program sarin canang dengan nominal bantuan Rp 5 juta sampai Rp 10 juta dalam bentuk voucher itu membuat Pemkab Tabanan kelimpungan dalam hal pembayaran.

Bahkan, pencairan sarin canang ternyata terjadi masalah. Lantaran masih ada sarin canang yang belum terbayarkan kepada masyarakat sejak tahun 2019 sampai awal 2020.

Padahal, anggaran sarin canang telah dianggarkan di dalam APBD. Mirisnya lagi di tahun 2021 meski ditengah pandemi Covid-19,

sarin canang ternyata tetap dianggarkan, namun dalam perjalanan malah minus mencapai minus Rp 317 juta.

Baca Juga:  Hama Tikus Serang Hektaran Sawah di Tabanan, Petani Resah..

Penyebabnya anggaran Rp 1,6 miliar di tahun 2021 tidak cukup untuk menutupi tunggakan tahun sebelumnya,

Tidak ingin menimbulkan persoalan gesekan di masyarakat, Komisi IV DPRD Tabanan langsung melakukan rapat kerja dengan eksekutif

- Advertisement -

yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Tabanan A. A Ngurah Satriya Tenaya dan Kabag Kesra, Setda Tabanan.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana meminta agar Pemkab Tabanan terbuka soal bantuan program sarin canang.

Pasalnya anggaran yang disediakan untuk sarin canang di tahun 2021 sebesar Rp 1,6 miliar begitu banyak, namun malah dipakai untuk menutupi tunggakan sarin canang tahun lalu.

“Kami berharap dicarikan solusi salah satu dengan dianggarkan lewat dana tambahan pada perubahan nantinya minimal Rp 500 juta. Agar kekurangannya bisa ditutupi,” ungkap Ajik Mang Alang – sapaan akrabnya. 

Baca Juga:  Nihil Anggaran, Renovasi Pasar Baturiti Macet
- Advertisement -

TABANAN – Program bantuan dalam bentuk Sarin Canang Pemkab Tabanan yang diberikan kepada masyarakat ketika menggelar setiap upacara adat dan keagamaan ternyata menyimpan masalah di lapangan.

Apalagi saat ini ditengah dampak pandemi Covid-19. Program sarin canang dengan nominal bantuan Rp 5 juta sampai Rp 10 juta dalam bentuk voucher itu membuat Pemkab Tabanan kelimpungan dalam hal pembayaran.

Bahkan, pencairan sarin canang ternyata terjadi masalah. Lantaran masih ada sarin canang yang belum terbayarkan kepada masyarakat sejak tahun 2019 sampai awal 2020.

Padahal, anggaran sarin canang telah dianggarkan di dalam APBD. Mirisnya lagi di tahun 2021 meski ditengah pandemi Covid-19,

sarin canang ternyata tetap dianggarkan, namun dalam perjalanan malah minus mencapai minus Rp 317 juta.

Baca Juga:  Sssttt…Ratusan Rumah Bersubsidi di Tabanan Belum Kantongi Izin

Penyebabnya anggaran Rp 1,6 miliar di tahun 2021 tidak cukup untuk menutupi tunggakan tahun sebelumnya,

Tidak ingin menimbulkan persoalan gesekan di masyarakat, Komisi IV DPRD Tabanan langsung melakukan rapat kerja dengan eksekutif

yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Tabanan A. A Ngurah Satriya Tenaya dan Kabag Kesra, Setda Tabanan.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana meminta agar Pemkab Tabanan terbuka soal bantuan program sarin canang.

Pasalnya anggaran yang disediakan untuk sarin canang di tahun 2021 sebesar Rp 1,6 miliar begitu banyak, namun malah dipakai untuk menutupi tunggakan sarin canang tahun lalu.

“Kami berharap dicarikan solusi salah satu dengan dianggarkan lewat dana tambahan pada perubahan nantinya minimal Rp 500 juta. Agar kekurangannya bisa ditutupi,” ungkap Ajik Mang Alang – sapaan akrabnya. 

Baca Juga:  Hama Tikus Serang Hektaran Sawah di Tabanan, Petani Resah..

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/