alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Geger, Pakai ID Palsu, Penyusup Kabur Setelah Identitas Terungkap

DENPASAR – Ada-ada saja kejadian aneh selama Kongres PDIP berlangsung di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur kemarin.

Seorang pria bernama Silas Iskandar, 51, asal Jakarta Pusat terpaksa diamankan kepolisian Polsek Denpasar Selatan karena berusaha menyusup di arena kongres menggunakan ID palsu.

Sayangnya pelaku langsung melarikan diri saat ketahuan menggunakan ID milik orang lain. Menurut informasi, saat akan diamankan, Silas menunjukkan gerak-gerik mencurigakan.

Saat hendak masuk mengikuti kongres, dia langsung diinterogasi. Bahkan saat melakukan pemeriksaan ID, ia dengan mudah menyerahkan ID yang setelah di chek, nama di ID berbeda dengan KTP.

“Ya, dia menggunakan identitas palsu milik Bendahara DPC Kota Jakarta Utara atas nama Ali Pong,” ungkap seorang sumber.

Baca Juga:  Dibilang Rawan Keok di Pilkada Denpasar, Ini Kata Jaya Negara

Panitia kemudian mengontak kepolisian. Mendapatkan laporan itu, petugas kepolisian langsung datang ke pintu pengecekan ID.

Tidak mau kehilangan jejak, sebelum petugas sampai ke lokasi pengecekan ID, polisi meminta agar panitia menginterogasi dan jangan membiarkan yang bersangkutan pergi ke mana-mana.

Saat dipergoki panitia yang bersangkutan langsung melarikan diri. Namun tas dan identitasnya tertinggal di TKP.

“Sayang dia berdalih ke panitia memanggil teman untuk memastikan bahwa dia juga peserta kongres. Kesempatan itu dia gunakan melarikan diri dan sampai saat ini belum diamankan,” timpal sumber.

Sampainya anggota polisi di pintu masuk, ternyata pria tersebut sudah tidak ada. Panitia lalu melaporkan bahwa yang tertinggal hanya Identitas berupa ID, KTP-nya dan sebuah handphone.

Baca Juga:  Motor Mendadak Oleng, Wanita Cantik Asal Sukawati Meninggal di Bypass

“BB itu sudah diamankan oleh panitia. Dan panitian akan membuat laporan ke polisi,” tuturnya.

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan mengaku belum menerima informasi tersebut. Jika benar ada kejadian tersebut makan akan ditindak lanjuti.

“Mohon maaf rekan media, terkait dugaan penyusup itu saya cek dulu ke anggota. Sebentar ya, saya cek dulu,” lagi katanya. 



DENPASAR – Ada-ada saja kejadian aneh selama Kongres PDIP berlangsung di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur kemarin.

Seorang pria bernama Silas Iskandar, 51, asal Jakarta Pusat terpaksa diamankan kepolisian Polsek Denpasar Selatan karena berusaha menyusup di arena kongres menggunakan ID palsu.

Sayangnya pelaku langsung melarikan diri saat ketahuan menggunakan ID milik orang lain. Menurut informasi, saat akan diamankan, Silas menunjukkan gerak-gerik mencurigakan.

Saat hendak masuk mengikuti kongres, dia langsung diinterogasi. Bahkan saat melakukan pemeriksaan ID, ia dengan mudah menyerahkan ID yang setelah di chek, nama di ID berbeda dengan KTP.

“Ya, dia menggunakan identitas palsu milik Bendahara DPC Kota Jakarta Utara atas nama Ali Pong,” ungkap seorang sumber.

Baca Juga:  Tragis, Aipda (Purn) Suanda Dibunuh Karena Tagih Uang Hasil Jual Mobil

Panitia kemudian mengontak kepolisian. Mendapatkan laporan itu, petugas kepolisian langsung datang ke pintu pengecekan ID.

Tidak mau kehilangan jejak, sebelum petugas sampai ke lokasi pengecekan ID, polisi meminta agar panitia menginterogasi dan jangan membiarkan yang bersangkutan pergi ke mana-mana.

Saat dipergoki panitia yang bersangkutan langsung melarikan diri. Namun tas dan identitasnya tertinggal di TKP.

“Sayang dia berdalih ke panitia memanggil teman untuk memastikan bahwa dia juga peserta kongres. Kesempatan itu dia gunakan melarikan diri dan sampai saat ini belum diamankan,” timpal sumber.

Sampainya anggota polisi di pintu masuk, ternyata pria tersebut sudah tidak ada. Panitia lalu melaporkan bahwa yang tertinggal hanya Identitas berupa ID, KTP-nya dan sebuah handphone.

Baca Juga:  Tak Perlu Wakil, Giri Prasta Diyakini Menang Mutlak di Pilkada Badung

“BB itu sudah diamankan oleh panitia. Dan panitian akan membuat laporan ke polisi,” tuturnya.

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan mengaku belum menerima informasi tersebut. Jika benar ada kejadian tersebut makan akan ditindak lanjuti.

“Mohon maaf rekan media, terkait dugaan penyusup itu saya cek dulu ke anggota. Sebentar ya, saya cek dulu,” lagi katanya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/