alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Nasdem Klaim 66 Desa Dukung Petahana, Artha: Tak Akan Lagi Jor-Joran

AMLAPURA – Partai Nasdem Karangasem optimistis bupati petahana IGA Mas Sumatri akan terpilih kembali sebagai Bupati Karangasem.  

Tanpa paket, Mas Sumatri disebut-sebut sudah ada 66 Desa yang mendukung. Ini artinya hampir di atas 61 persen. 

Angka 61 persen sendiri didapat dari hasil survei yang dilakukan Mas Sumatri di internal Nasdem.

“Ya, sekalipun ini survei internal, namun kami tidak mungkin mengada-ada, buat apa?,” ujar Pengurus DPP Nasdem I Gusti Putu Artha yang saat ini diminta seara khusus mendampingi Mas Sumatri.

Beberapa gebrakan yang dilakukan Mas Sumatri cukup bagus dan diterima warga masyarakat. Di antaranya adalah KKS (Kartu Karangasem Sehat) dan KKC (Kartu Karangasem Cerdas). 

Hanya saja, menurut Putu Artha, Mas Sumatri memang kurang populer dikalangan PNS. Ini terjadi juga karena dampak mutasi yang dilakukan belakangan ini. 

Selain itu juga terkait nepotisme. Juga soal Galian C juga menjadi dampak buruk buat pemerintahan Mas Sumatri.

Hanya saja, di desa-desa, nama Mas Sumatri masih cukup populer dan tingkat keterpilihannya bagus. 

Baca Juga:  Kritik Politik Dinasti, Golkar Incar Kandidat Independen Jadi Cabup

Ditanya soal koalisi dengan Golkar, Putu Arta mengakui jika komunikasi dengan Golkar sudah  final dan Golkar pasti akan berkoalisi dengan Nasdem. 

Putu Artha juga mengakui komunikasi ini sudah dilakukan di tingkat DPD II Karangasem dan DPD I Bali bahkan sampai ke DPP.

Sementara itu, soal siapa paket Mas Sumatri, Putu Artha menyerahkan sepenuhnya kepada Golkar. Golkar sendiri sekarang ini masih terus berproses. 

Yakni melakukan penjaringan di internal. Hanya saja dengan mundurnya Artha Dipa,  tinggal beberapa orang saja yang berpeluang. 

Yakni Nengah Sumardi yang saat ini sebagai Wakil Ketua DPRD Karangasm dan Made Sukarena.”Ya di antara dua itu,” ujarnya. 

Sumardi sendiri kemarin sudah mengembalikan formulir pendaftaran di Golkar. Sumardi mengambil formulir pendaftaran tepat saat penutupan penyerahan formulir.

“Sejauh ini memang belum ada paket yang pasti. Hanya kasak kusuk saja, ya silakan saja,” ujarnya. 

Baca Juga:  3 Kandidat Kembalikan Formulir, Nasdem Tunggu Respons Pelawak Sengap

Yang jelas parpol akan menilai dari berbagai segi termasuk untuk ruginya juga menggunakan kader tertentu.

Menurut Putu Artha, kedua tokoh Golkar Sumardi dan Sukarena punya kelemahan dan kelebihan masing masing.

Sementara itu, Putu Artha juga buka-bukaan jika Jro Subagan saat ini tidak akan mau jor-joran seperti pada Pilkada pertama. 

Di mana saat itu menelan anggaran sampai Rp 50 miliar. Saat ini persiapan  di bawah 30 miliar sekitar Rp 20 miliar. 

Sementara itu Gusti Setiawan Ketua Plt Golkar Karangasem mengatakan, mundurnya Artha Dipa tentunya akan disampaikan ke DPD dan juga ke DPP. 

Yang jelas prosesnya juga tidak akan dilanjutkan alias distop. Pria yang akrab disapa Sus Sombi ini mengataan semua yang mengambil formulir agar mengembalikan. 

Sehingga nantinya bisa lolos sampai survei. Ini juga sekaligus bisa menjadi alat ukur sejauh mana tingkat popularitas kader bersangkutan. “Saya berharap semua bisa sampai survei,” ujarnya. 



AMLAPURA – Partai Nasdem Karangasem optimistis bupati petahana IGA Mas Sumatri akan terpilih kembali sebagai Bupati Karangasem.  

Tanpa paket, Mas Sumatri disebut-sebut sudah ada 66 Desa yang mendukung. Ini artinya hampir di atas 61 persen. 

Angka 61 persen sendiri didapat dari hasil survei yang dilakukan Mas Sumatri di internal Nasdem.

“Ya, sekalipun ini survei internal, namun kami tidak mungkin mengada-ada, buat apa?,” ujar Pengurus DPP Nasdem I Gusti Putu Artha yang saat ini diminta seara khusus mendampingi Mas Sumatri.

Beberapa gebrakan yang dilakukan Mas Sumatri cukup bagus dan diterima warga masyarakat. Di antaranya adalah KKS (Kartu Karangasem Sehat) dan KKC (Kartu Karangasem Cerdas). 

Hanya saja, menurut Putu Artha, Mas Sumatri memang kurang populer dikalangan PNS. Ini terjadi juga karena dampak mutasi yang dilakukan belakangan ini. 

Selain itu juga terkait nepotisme. Juga soal Galian C juga menjadi dampak buruk buat pemerintahan Mas Sumatri.

Hanya saja, di desa-desa, nama Mas Sumatri masih cukup populer dan tingkat keterpilihannya bagus. 

Baca Juga:  Pendamping Giri Bisa Berubah, Muncul Nama Parwata Pengganti Suiasa

Ditanya soal koalisi dengan Golkar, Putu Arta mengakui jika komunikasi dengan Golkar sudah  final dan Golkar pasti akan berkoalisi dengan Nasdem. 

Putu Artha juga mengakui komunikasi ini sudah dilakukan di tingkat DPD II Karangasem dan DPD I Bali bahkan sampai ke DPP.

Sementara itu, soal siapa paket Mas Sumatri, Putu Artha menyerahkan sepenuhnya kepada Golkar. Golkar sendiri sekarang ini masih terus berproses. 

Yakni melakukan penjaringan di internal. Hanya saja dengan mundurnya Artha Dipa,  tinggal beberapa orang saja yang berpeluang. 

Yakni Nengah Sumardi yang saat ini sebagai Wakil Ketua DPRD Karangasm dan Made Sukarena.”Ya di antara dua itu,” ujarnya. 

Sumardi sendiri kemarin sudah mengembalikan formulir pendaftaran di Golkar. Sumardi mengambil formulir pendaftaran tepat saat penutupan penyerahan formulir.

“Sejauh ini memang belum ada paket yang pasti. Hanya kasak kusuk saja, ya silakan saja,” ujarnya. 

Baca Juga:  Pilkada Karangasem, Perempuan Lintas Komunitas Suport Dana - Dipa

Yang jelas parpol akan menilai dari berbagai segi termasuk untuk ruginya juga menggunakan kader tertentu.

Menurut Putu Artha, kedua tokoh Golkar Sumardi dan Sukarena punya kelemahan dan kelebihan masing masing.

Sementara itu, Putu Artha juga buka-bukaan jika Jro Subagan saat ini tidak akan mau jor-joran seperti pada Pilkada pertama. 

Di mana saat itu menelan anggaran sampai Rp 50 miliar. Saat ini persiapan  di bawah 30 miliar sekitar Rp 20 miliar. 

Sementara itu Gusti Setiawan Ketua Plt Golkar Karangasem mengatakan, mundurnya Artha Dipa tentunya akan disampaikan ke DPD dan juga ke DPP. 

Yang jelas prosesnya juga tidak akan dilanjutkan alias distop. Pria yang akrab disapa Sus Sombi ini mengataan semua yang mengambil formulir agar mengembalikan. 

Sehingga nantinya bisa lolos sampai survei. Ini juga sekaligus bisa menjadi alat ukur sejauh mana tingkat popularitas kader bersangkutan. “Saya berharap semua bisa sampai survei,” ujarnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/