alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Absen di Rakernas, 2 Jabatan Kader PDIP di Bangli dan Gianyar Dicopot

GIANYAR– Apes menimpa kader PDIP Gianyar dan Bangli. Gara-gara absen dan tak taat mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Jakarta, dua kader partai moncong putih ini dicopot.

 

Kedua kader itu, yakni Sekretaris Komisi II DPRD Gianyar, Ketut Sudiasa dan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bangli, I Ketut Suastika.

 

Keduanya dicopot dari jabatannya.

 

Mereka dikenakan sanksi menjadi anggota DPRD biasa.

 

Salah satu sumber di lingkup DPRD Gianyar, menyatakan saat Rakernas dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

 

Bahkan, ada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri. “Katanya dia mau transfer uang. Karena di dalam sinyal blank. Jadi dia keluar transfer uang untuk keperluan kegiatan di Dapilnya,” ujarnya.

 

Kebetulan jadwal yang memberikan materi dari pimpinan DPP PDIP. Karena ada kursi bolong tidak terisi, maka sempat dipertanyakan oleh DPP.

 

“Akhirnya dicatat, siapa yang keluar. Oleh DPP dikenakan sanksi,” ujar sumber itu.

 

Kabar ada kader kena sanksi itu dibenarkan oleh Ketua DPC PDIP Gianyar, Made Mahayastra.

Baca Juga:  Paket Aman Klaim Menang Telak di Gianyar

 

“Kita Gianyar kebetulan kena satu satu. Kebetulan dia keluar saat ada pengarahan dari DPP,” ujar Mahayastra Rabu (15/1).

 

Posisinya sekarang dari Sekretaris Komisi II dicopot. “Kami ganti, kami copot menjadi anggota biasa saja di sana,” jelasnya.

 

Untuk penggantinya, masih dibicarakan lebih lanjut.

Mahayastra menambahkan, Sudiasa saat itu hanya di luar pintu saja.

 

“Di luar jarak semeter. Tidak masuk, langsung disanksi,” jelasnya.

 

Saat itu, kepada DPP, ada beberapa anggota yang berasalan keluar makan dan buang air kecil.

 

“Tapi itu tidak diterima oleh DPP. Harus disanksi,” tegasnya.

 

Sementara itu, Sudiasa hanya mengaku ditegur biasa. “Itu hanya teguran saja. Karena waktu Rakernas ada teman keluar sebentar ke toilet sehingga ditegur. Jika seperti itu lagi, baru dikenakan sanksi,” ujarnya.

 

Ketua DPC PDIP Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta juga membenarkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bangli, I Ketut Suastika kena sanksi. Itu karena pada hari kedua Rakernas, Suastika terlambat masuk usai jam makan siang.

Baca Juga:  Gubernur Anies Apresiasi Vaksinasi di Ponpes Minhaajurrosyidin

 

Keterlambatan sekitar 15 menit.

 

“Sejatinya untuk makan siang sudah disiapkan konsumsi. Hanya saja untuk kelompok Ketut Suastika kekurangan konsumsi, sehingga harus mengambil langsung ke gedung serba guna yang jaraknya cukup jauh. Kemudian usai makan hendak kembali, namun ternyata sudah terlambat 15 menit,” terangnya.

 

Yang terlambat saat itu tidak hanya Ketut Suastika. Ada sekitar 30-an kader dari luar daerah telat karena makan siang.

 

“Disini jelas perintah partai, bagi yang melanggar dikenakan sanksi. Dalam hal ini dicopot dari jabatan. Untuk Ketut Suastika nantinya hanya sebagai anggota, tidak lagi sebagai Ketua Fraksi,” terangnya.

 

Mengenai penggantinya, akan kami bahas dengan fraksi. “Tentunya untuk penggantinya adalah yang duduk di kepengurusan DPC,” pungkasnya. 

 

Seperti diketahui, Rakernas PDIP berlangsung selama 10-12 Januari di JIExpo Kemayoran. Rakernas menghasilkan 9 rekomendasi. Selama Rakernas, tercatat ada 26 kader PDIP seluruh Indonesia yang bolos.



GIANYAR– Apes menimpa kader PDIP Gianyar dan Bangli. Gara-gara absen dan tak taat mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Jakarta, dua kader partai moncong putih ini dicopot.

 

Kedua kader itu, yakni Sekretaris Komisi II DPRD Gianyar, Ketut Sudiasa dan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bangli, I Ketut Suastika.

 

Keduanya dicopot dari jabatannya.

 

Mereka dikenakan sanksi menjadi anggota DPRD biasa.

 

Salah satu sumber di lingkup DPRD Gianyar, menyatakan saat Rakernas dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

 

Bahkan, ada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri. “Katanya dia mau transfer uang. Karena di dalam sinyal blank. Jadi dia keluar transfer uang untuk keperluan kegiatan di Dapilnya,” ujarnya.

 

Kebetulan jadwal yang memberikan materi dari pimpinan DPP PDIP. Karena ada kursi bolong tidak terisi, maka sempat dipertanyakan oleh DPP.

 

“Akhirnya dicatat, siapa yang keluar. Oleh DPP dikenakan sanksi,” ujar sumber itu.

 

Kabar ada kader kena sanksi itu dibenarkan oleh Ketua DPC PDIP Gianyar, Made Mahayastra.

Baca Juga:  Golkar Bali Perjuangkan Hak Dana Bagi Hasil  

 

“Kita Gianyar kebetulan kena satu satu. Kebetulan dia keluar saat ada pengarahan dari DPP,” ujar Mahayastra Rabu (15/1).

 

Posisinya sekarang dari Sekretaris Komisi II dicopot. “Kami ganti, kami copot menjadi anggota biasa saja di sana,” jelasnya.

 

Untuk penggantinya, masih dibicarakan lebih lanjut.

Mahayastra menambahkan, Sudiasa saat itu hanya di luar pintu saja.

 

“Di luar jarak semeter. Tidak masuk, langsung disanksi,” jelasnya.

 

Saat itu, kepada DPP, ada beberapa anggota yang berasalan keluar makan dan buang air kecil.

 

“Tapi itu tidak diterima oleh DPP. Harus disanksi,” tegasnya.

 

Sementara itu, Sudiasa hanya mengaku ditegur biasa. “Itu hanya teguran saja. Karena waktu Rakernas ada teman keluar sebentar ke toilet sehingga ditegur. Jika seperti itu lagi, baru dikenakan sanksi,” ujarnya.

 

Ketua DPC PDIP Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta juga membenarkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bangli, I Ketut Suastika kena sanksi. Itu karena pada hari kedua Rakernas, Suastika terlambat masuk usai jam makan siang.

Baca Juga:  Hadap Kapolres, Ingatkan Musda Golkar Wajib Terapkan Protokol Covid-19

 

Keterlambatan sekitar 15 menit.

 

“Sejatinya untuk makan siang sudah disiapkan konsumsi. Hanya saja untuk kelompok Ketut Suastika kekurangan konsumsi, sehingga harus mengambil langsung ke gedung serba guna yang jaraknya cukup jauh. Kemudian usai makan hendak kembali, namun ternyata sudah terlambat 15 menit,” terangnya.

 

Yang terlambat saat itu tidak hanya Ketut Suastika. Ada sekitar 30-an kader dari luar daerah telat karena makan siang.

 

“Disini jelas perintah partai, bagi yang melanggar dikenakan sanksi. Dalam hal ini dicopot dari jabatan. Untuk Ketut Suastika nantinya hanya sebagai anggota, tidak lagi sebagai Ketua Fraksi,” terangnya.

 

Mengenai penggantinya, akan kami bahas dengan fraksi. “Tentunya untuk penggantinya adalah yang duduk di kepengurusan DPC,” pungkasnya. 

 

Seperti diketahui, Rakernas PDIP berlangsung selama 10-12 Januari di JIExpo Kemayoran. Rakernas menghasilkan 9 rekomendasi. Selama Rakernas, tercatat ada 26 kader PDIP seluruh Indonesia yang bolos.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/