alexametrics
23.7 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Kaya Sumber Daya Alam, AMD Wacanakan Ekowisata di Wilayah Peguyangan

DENPASAR- Komunitas Anak Milenial Denpasar (AMD) di bawah pimpinan DR Anak Agung Ngurah Manik Danendra, SH,MH,M.Kn atau yang akrab disapa Agung Manik Danendra (AMD), Rabu (15/7) kembali menggelar safari sosial.

 

Kali ini, aksi AMD menyalurkan bantuan berlanjut di Desa Pakraman Peninjoan, Banjar Kayangan, Peguyangan Kangin.

 

Bertempat di kediaman Nyoman Sugiarta, pada kegiatan yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat setempat itu, AMD membagikan beras untuk 50 kepala keluarga (KK) dan  150 paket madu AMD bagi masyarakat yang membutuhkan. 

 

Alasan AMD memilih madu untuk dibagikan ke masyarakat, kata dia, saat ini Bali sudah memasuki era new normal tahap pertama. Sehingga, menurutnya madu sangat pas untuk diberikan kepada masyarakat saat ini.

 

“Memilih madu pertimbanganya, madu itu kan manis dan minuman yang enak. Kalau pada masa pandemi Covid-19 ya vitamin, tetapi kalau sekarang sudah memasuki new normal ya madu agar ada manis-manisnya setelah sebelumnya menghadapi cobaan yang sangat berat selama pembatasan-pembatasan,” tuturnya.

 

Terkait new normal, ada beberapa pandangan dari AMD.

 

Pria yang juga berprofesi sebagai notaris ini memandang, Bali khususnya Kota Denpasar memang sudah saatnya memasuki tatanan kehidupan era baru dan tidak terkungkung dalam Covid-19 yang tidak jelas kapan akan berakhir.

 

“Jadi harus optimis. Saya paling tidak sepakat terus dibuat PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Saya mendesak Pak Wali Kota agar kota Denpasar dibuka saja sejak beberapa waktu lalu. Karena kalau kita bicara masalah kesehatan-kesehatan terus dibiarkan, bukan menambah sehat justru tambah sakit karena ekonomi tidak pulih-pulih. Makanya segera dibuka saja new normal. Kita sebagai bagian dari masyarakat berushaa untuk membantu pemerintah dalam hal supaya era new normal benar-benar menjadi pemulihan kehidupan masyarakat khususnya perekonomian,” jelas AMD.

 

Lebih lanjut, tokoh Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini mengungkapkan, dalam masa new normal di tengah pemulihan ekonomi masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah juga, pemerintah harus turut serta dalam mendampingi pemulihan perekonomian masyarakat.

 

Misalnya, melalui bantuan subisidi untuk usaha kecil dan menengah. Karena menurutnya, di saat kondisi seperti saat ini masyarakat masih kesulitan untuk mencari nafkah meski new normal sudah diberlakukan.

 

“Bagaimanapun dalam kondisi sempat sakit, masa penyembuhan jangan dibiarkan begitu saja oleh pemerintah. Jadi pemerintah harus turun langsung menyasar unit-unit kegiatan masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah diberikan subsidi, supaya benar-benar kembali lagi dengan tahapan yang semestinya dilakukan untuk menuju perekonomian lebih baik,” ucapnya.

Baca Juga:  Golkar Bali Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta Tabanan

 

Dari pemantaunya selama ini, di beberapa wilayah kota Denpasar, era normal yang sudah berjalan selama satu minggu, perekonomian masyarakat masih merangkak.

 

Ia sangat setuju dengan wacana pemerintah yang menerapkan new normal secara bertahap.

 

“Tahapan pertama ini memang untuk masa penyembuhan dari segi ekonomi. Supaya rakyat benar-benar bisa mencari nafkah. Tetapi jangan dilepas begitu saja. Pemerintah harus hadir di masa saat ini. Memberikan bantuan. Jangan sampai anggaran belanja yang sudah ada di tahan apalagi menjelang Pilkada. Bukan berarti saya, AMD mau maju menyuruh pemerintah mengeluarkan bantuan bukan begitu. Memang bantuan itu kan ada, ya memang harus dikeluarkan apalagi sangat dibutuhkan, rakyat tidak bisa menunggu,” paparnya.

 

Karena lanjut dia, dengan perekonomian bisa tumbuh, otomatis kehidupan masyarakat akan membaik dan kondisi masyarakat juga sehat sesuai harapan bersama.

 

“Kalau ekonomi tidak bagus walaupun diam di rumah kan berat juga. Katanya mau sehat kan harus bisa membeli makanan yang sehat,” terang AMD.

 

Disinggung soal pandanganya terhadap daerah Peguyangan yang menjadi tempatnya berbagi, AMD berpandangan bahwa Peguyangan merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alamnya.

 

Terlebih selaku notaris, ia sangat mengenal wilayah Peguyangan cukup lama yang bertumpu pada sektor pertanian. Bahkan hingga saat ini.

 

Namun lanjut dia, masih ada beberapa hal yang belum digarap maksimal untuk daerah yang berada di wilayah Denpasar Utara ini.

 

Misalnya ia melihat banyak papan larangan membangun di jalur hijau namun kenyataanya masih banyak dijumpai pembangunan.

 

Selain itu juga ia menyoroti, Peguyangan kurang ditata maksimal oleh pemerintah kota Denpasar.

 

“Pemkot Denpasar dalam hal ini pemimpin harus tegas. Membuat regulasi mengaplikasikan regulasi. Tegas bukan berarti pertanian semua, harus buat terobosan,” bebernya.

 

Terobosan yang dia maksud yakni, bagaimana memadukan antara pertanian dan pariwisata.

 

Tidak bisa dipungkiri, bahwa Bali dikenal mancanegara sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya dan pertanian.

Baca Juga:  Bali Menuju Zona Hijau, Koster Target Akhir Juni Vaksinasi Tuntas

 

Terlebih saat ini, sektor pertanian hanya menjadi wacana saja tanpa eksekusi.

AMD memiliki sejumlah program ketika ia mendapat mandat untuk memimpin kota Denpasar dalam hajatan Pilkada Desember nanti, salah satunya dengan memberdayakan sumber daya alam di wilayah Peguyangan sebagai destinasi wisata yang berbasis alam.

 

Yakni melalui ekowisata. “Ekowisata adalah pariwisata berbasis pertanian. Kalau saya karena sesuai dengan payung hukum yang ada. Jangan dibiarkan seperti ini, pertanianya kasian. Kita tidak merusak pertanian, kita itu masuk di pertanian tersebut dengan konsep ekowisata itu.

Jadi orang juga bisa menginap tetapi tidak merusak dengan membuat model gaya yang alami. Ada konsepnya itu. Kita sasar digitalisasi promosinya. Wisata bisa masuk ke Peguyangan tanpa merubah konsep pertanian.

Jadi tetap yang namanya hasil pertanian tetap di ambil, pariwisata jadi jalan pemasukan dan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.

 

Dia mengkritisi agar Denpasar tidak hanya mengejar penghargaan saja, namun dalam kenyataan di lapangan justru masih banyak kekurangan.

 

“Saya tidak ada masalah dengan bapak Rai Mantra. Tetapi di sini jangan hanya berpaku pada penghargaan saja. Kenyataanya kalau lihat ke bawah itu banyak potensi yang harus dikembangkan.

Contohnya Peguyangan ini bagus sekali dikembangkan melalui regulasi yang jelas sehingga masyarakat bisa sejahtera. Masyarakat bisa makmur.

Smart city, digitalisasi dimaksimalkan, anak-anak kreatif diberdayakan. Peguyangan harus benar-benar dicanangkan konsep ekowisata dan sangat tepat diwujudkan di daerah Peguyangan,” tandasnya.

 

Sementara itu, Ngakan Putu Sudira Artha selaku tokoh Banjar Kayangan, sangat mendukung apapun wacana yang dikembangkan selama memberi efek positif kepada masyarakat.

 

Terlebih dengan tujuan mensehahterakan kehidupan, masyarakat sudah pasti sangat mendukung rencana tersebut. 

 

Dia mewakili masyarakat sangat mengapresiasi apa yang menjadi program AMD untuk Peguyangan ke depan.

 

Pihaknya juga sangat berterimakasih terhadap bantuan yang diberikan AMD untuk masyarakat setempat mengingat hingga saat ini dampak Covid-19 masih sangat dirasakan hampir semua masyarkat khususnya kelas menengah ke bawah.

 

“Dalam kondisi seperti ini ada bantuan yang diberikan AMD secara tulus ikhlas membantu masyarakat alangkah senangnya kita di bawah. Saya mewakili masyarakat banjar Kayangan berterimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan ini,” pungkasnya. (rba)

 



DENPASAR- Komunitas Anak Milenial Denpasar (AMD) di bawah pimpinan DR Anak Agung Ngurah Manik Danendra, SH,MH,M.Kn atau yang akrab disapa Agung Manik Danendra (AMD), Rabu (15/7) kembali menggelar safari sosial.

 

Kali ini, aksi AMD menyalurkan bantuan berlanjut di Desa Pakraman Peninjoan, Banjar Kayangan, Peguyangan Kangin.

 

Bertempat di kediaman Nyoman Sugiarta, pada kegiatan yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat setempat itu, AMD membagikan beras untuk 50 kepala keluarga (KK) dan  150 paket madu AMD bagi masyarakat yang membutuhkan. 

 

Alasan AMD memilih madu untuk dibagikan ke masyarakat, kata dia, saat ini Bali sudah memasuki era new normal tahap pertama. Sehingga, menurutnya madu sangat pas untuk diberikan kepada masyarakat saat ini.

 

“Memilih madu pertimbanganya, madu itu kan manis dan minuman yang enak. Kalau pada masa pandemi Covid-19 ya vitamin, tetapi kalau sekarang sudah memasuki new normal ya madu agar ada manis-manisnya setelah sebelumnya menghadapi cobaan yang sangat berat selama pembatasan-pembatasan,” tuturnya.

 

Terkait new normal, ada beberapa pandangan dari AMD.

 

Pria yang juga berprofesi sebagai notaris ini memandang, Bali khususnya Kota Denpasar memang sudah saatnya memasuki tatanan kehidupan era baru dan tidak terkungkung dalam Covid-19 yang tidak jelas kapan akan berakhir.

 

“Jadi harus optimis. Saya paling tidak sepakat terus dibuat PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Saya mendesak Pak Wali Kota agar kota Denpasar dibuka saja sejak beberapa waktu lalu. Karena kalau kita bicara masalah kesehatan-kesehatan terus dibiarkan, bukan menambah sehat justru tambah sakit karena ekonomi tidak pulih-pulih. Makanya segera dibuka saja new normal. Kita sebagai bagian dari masyarakat berushaa untuk membantu pemerintah dalam hal supaya era new normal benar-benar menjadi pemulihan kehidupan masyarakat khususnya perekonomian,” jelas AMD.

 

Lebih lanjut, tokoh Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini mengungkapkan, dalam masa new normal di tengah pemulihan ekonomi masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah juga, pemerintah harus turut serta dalam mendampingi pemulihan perekonomian masyarakat.

 

Misalnya, melalui bantuan subisidi untuk usaha kecil dan menengah. Karena menurutnya, di saat kondisi seperti saat ini masyarakat masih kesulitan untuk mencari nafkah meski new normal sudah diberlakukan.

 

“Bagaimanapun dalam kondisi sempat sakit, masa penyembuhan jangan dibiarkan begitu saja oleh pemerintah. Jadi pemerintah harus turun langsung menyasar unit-unit kegiatan masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah diberikan subsidi, supaya benar-benar kembali lagi dengan tahapan yang semestinya dilakukan untuk menuju perekonomian lebih baik,” ucapnya.

Baca Juga:  Kelian Dinas Badung Kesandung Caleg Satu Jalur, Ini Langkah Perbekel..

 

Dari pemantaunya selama ini, di beberapa wilayah kota Denpasar, era normal yang sudah berjalan selama satu minggu, perekonomian masyarakat masih merangkak.

 

Ia sangat setuju dengan wacana pemerintah yang menerapkan new normal secara bertahap.

 

“Tahapan pertama ini memang untuk masa penyembuhan dari segi ekonomi. Supaya rakyat benar-benar bisa mencari nafkah. Tetapi jangan dilepas begitu saja. Pemerintah harus hadir di masa saat ini. Memberikan bantuan. Jangan sampai anggaran belanja yang sudah ada di tahan apalagi menjelang Pilkada. Bukan berarti saya, AMD mau maju menyuruh pemerintah mengeluarkan bantuan bukan begitu. Memang bantuan itu kan ada, ya memang harus dikeluarkan apalagi sangat dibutuhkan, rakyat tidak bisa menunggu,” paparnya.

 

Karena lanjut dia, dengan perekonomian bisa tumbuh, otomatis kehidupan masyarakat akan membaik dan kondisi masyarakat juga sehat sesuai harapan bersama.

 

“Kalau ekonomi tidak bagus walaupun diam di rumah kan berat juga. Katanya mau sehat kan harus bisa membeli makanan yang sehat,” terang AMD.

 

Disinggung soal pandanganya terhadap daerah Peguyangan yang menjadi tempatnya berbagi, AMD berpandangan bahwa Peguyangan merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alamnya.

 

Terlebih selaku notaris, ia sangat mengenal wilayah Peguyangan cukup lama yang bertumpu pada sektor pertanian. Bahkan hingga saat ini.

 

Namun lanjut dia, masih ada beberapa hal yang belum digarap maksimal untuk daerah yang berada di wilayah Denpasar Utara ini.

 

Misalnya ia melihat banyak papan larangan membangun di jalur hijau namun kenyataanya masih banyak dijumpai pembangunan.

 

Selain itu juga ia menyoroti, Peguyangan kurang ditata maksimal oleh pemerintah kota Denpasar.

 

“Pemkot Denpasar dalam hal ini pemimpin harus tegas. Membuat regulasi mengaplikasikan regulasi. Tegas bukan berarti pertanian semua, harus buat terobosan,” bebernya.

 

Terobosan yang dia maksud yakni, bagaimana memadukan antara pertanian dan pariwisata.

 

Tidak bisa dipungkiri, bahwa Bali dikenal mancanegara sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya dan pertanian.

Baca Juga:  Dr Reisa: Jaga Jarak Turunkan Risiko Penularan Covid-19 Hingga 85 %

 

Terlebih saat ini, sektor pertanian hanya menjadi wacana saja tanpa eksekusi.

AMD memiliki sejumlah program ketika ia mendapat mandat untuk memimpin kota Denpasar dalam hajatan Pilkada Desember nanti, salah satunya dengan memberdayakan sumber daya alam di wilayah Peguyangan sebagai destinasi wisata yang berbasis alam.

 

Yakni melalui ekowisata. “Ekowisata adalah pariwisata berbasis pertanian. Kalau saya karena sesuai dengan payung hukum yang ada. Jangan dibiarkan seperti ini, pertanianya kasian. Kita tidak merusak pertanian, kita itu masuk di pertanian tersebut dengan konsep ekowisata itu.

Jadi orang juga bisa menginap tetapi tidak merusak dengan membuat model gaya yang alami. Ada konsepnya itu. Kita sasar digitalisasi promosinya. Wisata bisa masuk ke Peguyangan tanpa merubah konsep pertanian.

Jadi tetap yang namanya hasil pertanian tetap di ambil, pariwisata jadi jalan pemasukan dan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.

 

Dia mengkritisi agar Denpasar tidak hanya mengejar penghargaan saja, namun dalam kenyataan di lapangan justru masih banyak kekurangan.

 

“Saya tidak ada masalah dengan bapak Rai Mantra. Tetapi di sini jangan hanya berpaku pada penghargaan saja. Kenyataanya kalau lihat ke bawah itu banyak potensi yang harus dikembangkan.

Contohnya Peguyangan ini bagus sekali dikembangkan melalui regulasi yang jelas sehingga masyarakat bisa sejahtera. Masyarakat bisa makmur.

Smart city, digitalisasi dimaksimalkan, anak-anak kreatif diberdayakan. Peguyangan harus benar-benar dicanangkan konsep ekowisata dan sangat tepat diwujudkan di daerah Peguyangan,” tandasnya.

 

Sementara itu, Ngakan Putu Sudira Artha selaku tokoh Banjar Kayangan, sangat mendukung apapun wacana yang dikembangkan selama memberi efek positif kepada masyarakat.

 

Terlebih dengan tujuan mensehahterakan kehidupan, masyarakat sudah pasti sangat mendukung rencana tersebut. 

 

Dia mewakili masyarakat sangat mengapresiasi apa yang menjadi program AMD untuk Peguyangan ke depan.

 

Pihaknya juga sangat berterimakasih terhadap bantuan yang diberikan AMD untuk masyarakat setempat mengingat hingga saat ini dampak Covid-19 masih sangat dirasakan hampir semua masyarkat khususnya kelas menengah ke bawah.

 

“Dalam kondisi seperti ini ada bantuan yang diberikan AMD secara tulus ikhlas membantu masyarakat alangkah senangnya kita di bawah. Saya mewakili masyarakat banjar Kayangan berterimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan ini,” pungkasnya. (rba)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/