alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Rekomendasi DPP PDIP Turun? Berikut Daftar Isu Paslon yang Beredar

JEMBRANA – Bali menunggu titah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarno Putri menyongsong Pilkada Serentak 2020. Dag, dig, dug.

Demikian kira-kira kecemasan kader moncong putih Pulau Dewata, khususnya di 6 Kabupaten/Kota, yakni Denpasar, Badung, Jembrana, Bangli, Tabanan, dan Karangasem.

Seluruhnya menanti pengumuman Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang akan bertarung, 9 Desember 2020 mendatang.

Beberapa kader PDI Perjuangan Bali yang dikonfirmasi, antara lain I Ketut Kariyasa Adnyana, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, I Nyoman Budi Utama, Ni Kadek Darmini, Ni Made Rahayuni,

dan dua kader yang digadang-gadang mendapatkan tiket berkompetisi, yakni I Ketut Sugiasa (Jembrana) dan I Kadek Agus Arya Wibawa (Denpasar) mengaku belum mengetahui rekomendasi yang dikeluarkan DPP PDIP.

Baca Juga:  Camat & Kadis di Jembrana Langgar Kode Etik, Ini Respons Bupati Artha

Seluruhnya juga enggan berkomentar mengenai nama-nama yang diisukan mendapat rekomendasi, yakni I Gusti Ngurah Jaya Negara – I Kadek Agus Arya Wibawa (Denpasar);

I Made Kembang Hartawan- I Ketut Sugiasa (Jembrana), I Komang Gede Sanjaya – Made Edi Wirawan (Tabanan), Sang Nyoman Sedana Artha- I Wayan Diar (Bangli), dan I Gede Dana- I Wayan Artha Dipa (Karangasem).

“Belum berani komentar. Semua kader partai (PDI Perjuangan, red) merupakan petugas partai. Apapun perintah partai wajib dilaksanakan oleh seluruh kader partai,” ucap I Ketut Sugiasa, Jumat (17/7).

Anggota DPRD Bali yang belum setahun bertugas itu menegaskan dirinya tunduk pada perintah partai bila ditugaskan bertarung pada Pilkada Jembrana 2020.

“Tiang tegaskan bahwa partai punya kewenangan menugaskan atau tidak. Sebagai petugas partai kami wajib tunduk dengan peraturan dan keputusan partai,” tegas mantan Ketua DPRD Jembrana 2014-2019 itu. 

Baca Juga:  Antisipasi Money Politics, Kejari Badung Pantau Pilkel


JEMBRANA – Bali menunggu titah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarno Putri menyongsong Pilkada Serentak 2020. Dag, dig, dug.

Demikian kira-kira kecemasan kader moncong putih Pulau Dewata, khususnya di 6 Kabupaten/Kota, yakni Denpasar, Badung, Jembrana, Bangli, Tabanan, dan Karangasem.

Seluruhnya menanti pengumuman Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang akan bertarung, 9 Desember 2020 mendatang.

Beberapa kader PDI Perjuangan Bali yang dikonfirmasi, antara lain I Ketut Kariyasa Adnyana, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, I Nyoman Budi Utama, Ni Kadek Darmini, Ni Made Rahayuni,

dan dua kader yang digadang-gadang mendapatkan tiket berkompetisi, yakni I Ketut Sugiasa (Jembrana) dan I Kadek Agus Arya Wibawa (Denpasar) mengaku belum mengetahui rekomendasi yang dikeluarkan DPP PDIP.

Baca Juga:  Duh, Sejumlah TPS di Badung Belum Sediakan Bilik 37,5 Derajat Celcius

Seluruhnya juga enggan berkomentar mengenai nama-nama yang diisukan mendapat rekomendasi, yakni I Gusti Ngurah Jaya Negara – I Kadek Agus Arya Wibawa (Denpasar);

I Made Kembang Hartawan- I Ketut Sugiasa (Jembrana), I Komang Gede Sanjaya – Made Edi Wirawan (Tabanan), Sang Nyoman Sedana Artha- I Wayan Diar (Bangli), dan I Gede Dana- I Wayan Artha Dipa (Karangasem).

“Belum berani komentar. Semua kader partai (PDI Perjuangan, red) merupakan petugas partai. Apapun perintah partai wajib dilaksanakan oleh seluruh kader partai,” ucap I Ketut Sugiasa, Jumat (17/7).

Anggota DPRD Bali yang belum setahun bertugas itu menegaskan dirinya tunduk pada perintah partai bila ditugaskan bertarung pada Pilkada Jembrana 2020.

“Tiang tegaskan bahwa partai punya kewenangan menugaskan atau tidak. Sebagai petugas partai kami wajib tunduk dengan peraturan dan keputusan partai,” tegas mantan Ketua DPRD Jembrana 2014-2019 itu. 

Baca Juga:  Golkar Bali Dorong Peningkatan Ekspor Pertanian Bali

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/