28.7 C
Denpasar
Friday, June 9, 2023

Punya Popularitas dan Kompetensi, Ridwan Kamil Incar Posisi Gubernur DKI?

POPULARITAS, kepemimpinan, dan kompetensi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi daya tarik yang dibutuhkan Partai Golkar untuk menghadapi kontestasi pemilu 2024. Seperti diketahui, Ridwan Kamil akhirnya membuat keputusan bergabung dengan Partai Golkar.

Hadirnya Ridwan Kamil terjadi tak lepas dari peran Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam melakukan lobi politik. “Komunikasi politik antara Ketum Airlangga dan Ridwan Kamil sudah terjalin secara baik setidaknya sejak medio Pilgub Jabar 2018 yang lalu. Meski banyak pastinya yang mendekati Kang Emil namun menurut saya kepemimpinan dan kapasitas Airlangga memiliki relevansi dengan profil Kang Emil, sesama teknokrat, dan Airlangga memiliki persuasi yang jitu sehingga Kang Emil akhirnya luluh memutuskan bergabung dengan Partai Golkar,” kata Pengamat Politik Fajar Arif Budiman saat dihubungi, Kamis (19/1), dikutip dari JawaPos.com (grup radarbali.id).

Baca Juga:  Dewan Badung Jangan Diam, ORI: Wakil Rakyat Harus Jadi Corong Rakyat

Fajar mengatakan, situasi Partai Golkar sebagai partai terbuka dan profesional juga dinilai cocok dengan sosok Ridwan Kamil. Di sisi lain, aspek popularitas, kepemimpinan, dan kompetensi Ridwan Kamil menjadi daya tarik yang dibutuhkan Partai Golkar untuk menghadapi kontestasi pemilu 2024.

“Dengan bergabungnya Ridwan Kamil, Golkar harapannya mendapatkan political benefit yang signifikan, khususnya di Jawa Barat. Bergabungnya Kang Emil makin menguatkan identifikasi Partai Golkar sebagai partai politik yang modern, terbuka, dan berkinerja. Bagi Kang Emil, benefit yang diperoleh adalah ia saat ini memiliki rumah politik yang kuat dalam menopang kiprah politiknya ke depan,” jelasnya.

Meski begitu, Fajar menilai tiket capres masih menjadi jatah Airlangga. “Saya kira kompetensi Ridwan Kamil sebagai ahli urban development bisa menjadi kandidat Gubernur DKI Jakarta dan akan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat Jakarta,” pungkasnya.

Baca Juga:  Gas Full! Man Tompel Deklarasikan Relawan Ganjar Denpasar

Sebelumnya, Ridwan Kamil resmi bergabung menjadi kader Partai Golkar. Bergabungnya orang nomor satu di Jawa Barat, itu ditandai dengan diterimanya kartu tanda anggota (KTA). “Saya menyatakan siap untuk berkhidmat kepada rakyat melalui dimensi baru dengan bergabung ke partai politik. Selama 10 tahun sudah mengabdi dengan tugas sebagai kepala daerah, itu tentu amanat menjaga demokrasi kita,” kata Ridwan Kamil di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta, Rabu (18/1).

Pria yang karib disapa Kang Emil ini menjelaskan, alasan dirinya bergabung ke partai pimpinan Airlangga Hartarto. Menurut Emil, Partai Golkar sangat kuat dengan partai tengah.

Selain itu, Ridwan Kamil mengungkapkan Partai Golkar dinilai sangat demokratis. Hal ini pun yang menjadi alasannya bergabung ke partai berlambang pohon beringin. (jpg)

 



POPULARITAS, kepemimpinan, dan kompetensi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi daya tarik yang dibutuhkan Partai Golkar untuk menghadapi kontestasi pemilu 2024. Seperti diketahui, Ridwan Kamil akhirnya membuat keputusan bergabung dengan Partai Golkar.

Hadirnya Ridwan Kamil terjadi tak lepas dari peran Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam melakukan lobi politik. “Komunikasi politik antara Ketum Airlangga dan Ridwan Kamil sudah terjalin secara baik setidaknya sejak medio Pilgub Jabar 2018 yang lalu. Meski banyak pastinya yang mendekati Kang Emil namun menurut saya kepemimpinan dan kapasitas Airlangga memiliki relevansi dengan profil Kang Emil, sesama teknokrat, dan Airlangga memiliki persuasi yang jitu sehingga Kang Emil akhirnya luluh memutuskan bergabung dengan Partai Golkar,” kata Pengamat Politik Fajar Arif Budiman saat dihubungi, Kamis (19/1), dikutip dari JawaPos.com (grup radarbali.id).

Baca Juga:  FIX! Ridwan Kamil Gabung Golkar, Airlangga: Pak Ridwan Makin Ganteng & Cerah Pakai Jas Kuning

Fajar mengatakan, situasi Partai Golkar sebagai partai terbuka dan profesional juga dinilai cocok dengan sosok Ridwan Kamil. Di sisi lain, aspek popularitas, kepemimpinan, dan kompetensi Ridwan Kamil menjadi daya tarik yang dibutuhkan Partai Golkar untuk menghadapi kontestasi pemilu 2024.

“Dengan bergabungnya Ridwan Kamil, Golkar harapannya mendapatkan political benefit yang signifikan, khususnya di Jawa Barat. Bergabungnya Kang Emil makin menguatkan identifikasi Partai Golkar sebagai partai politik yang modern, terbuka, dan berkinerja. Bagi Kang Emil, benefit yang diperoleh adalah ia saat ini memiliki rumah politik yang kuat dalam menopang kiprah politiknya ke depan,” jelasnya.

Meski begitu, Fajar menilai tiket capres masih menjadi jatah Airlangga. “Saya kira kompetensi Ridwan Kamil sebagai ahli urban development bisa menjadi kandidat Gubernur DKI Jakarta dan akan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat Jakarta,” pungkasnya.

Baca Juga:  Dikabarkan akan Melenggang ke DPR RI, Adi Wiryatama Mengaku Selalu Siap Ikuti Amanah Partai

Sebelumnya, Ridwan Kamil resmi bergabung menjadi kader Partai Golkar. Bergabungnya orang nomor satu di Jawa Barat, itu ditandai dengan diterimanya kartu tanda anggota (KTA). “Saya menyatakan siap untuk berkhidmat kepada rakyat melalui dimensi baru dengan bergabung ke partai politik. Selama 10 tahun sudah mengabdi dengan tugas sebagai kepala daerah, itu tentu amanat menjaga demokrasi kita,” kata Ridwan Kamil di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta, Rabu (18/1).

Pria yang karib disapa Kang Emil ini menjelaskan, alasan dirinya bergabung ke partai pimpinan Airlangga Hartarto. Menurut Emil, Partai Golkar sangat kuat dengan partai tengah.

Selain itu, Ridwan Kamil mengungkapkan Partai Golkar dinilai sangat demokratis. Hal ini pun yang menjadi alasannya bergabung ke partai berlambang pohon beringin. (jpg)

 


Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru