alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Kader dan Pengurus Golkar Se Bali Tolak Wacana Percepatan Munaslub

DENPASAR-Penolakan wacana percepatan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) oleh kader muda Partai Golkar terus bergulir.

Teranyar, penolakan terhadap wacana percepatan munaslub itu bukan hanya datang dari para tokoh beringin di pusat.

Namun penolakan juga datang dari para kader dan pengurus Partai Golkar di daerah.

Salah satunya seperti terungkap dalam rapat pleno diperluas yang digelar oleh Pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Bali bersama DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se Bali di kantor Sekretariat Partai Golkar Bali , di Jalan Surapati Denpasar, Rabu (19/6).

 

Atas munculnya wacana munaslub, rapat yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih secara tegas langsung menyatakan sikap politiknya.

Baca Juga:  Golkar Bali Siap Kawal Suara Rakyat di Pilkada Serentak 2020

 

Menurut Demer-sapaan Gde Sumarjaya Linggih, dari sejumlah aspirasi yang disampaikan dalam rapat pleno, seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di Bali sepakat untuk menolak wacana munaslub.

 

Sebaliknya, para kader dan pengurus Partai Golkar se Bali juga bulat mendukung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk menuntaskan masa jabatannya.

 

“Aspirasi DPD II diterima dalam rapat Pleno, dan pernyataan sikap yang dirumuskan dalam rapat pleno itu akan kami serahkan kepada ketua umum di Jakarta hari Jumat,” terang Demer. 

 

Lebih lanjut, kata Demer, terkait dukungannya terhadap kepemimpinan Airlangga, Golkar Bali menilai, selama 1,5 tahun ini, salah satu keberhasilan Airlangga Hartarto memimpin Partai Golkar yakni membawa Golkar menduduki peringkat kedua hasil Pileg 2019, yang sebelumnya diprediksi berada di urutan keempat setelah Partai Gerindra dan PKB. 

Baca Juga:  Keok di Mahkamah Partai Golkar, Gunawan Dkk Gugat di Peradilan Umum

 

“Atas dasar itu, kami menentang adanya wacana Munaslub Golkar. Munas Golkar tetap digelar sesuai waktu normal pada Desember mendatang. Menggelar Munaslub selain alasan yang tidak mendasar, juga untuk menghindari gejolak internal menghadapi Pilkada tahun 2020”

 

 “Kami merasa waktunya (Munas) tidak perlu dipercepat karena kami menginginkan adanya suasana yang kondusif dalam menghadapi Pilkada ini sehingga jangan sampai ada yang luar biasa lagi terjadi di partai ini karena itu kami tetap seperti jadwal yang biasa (paling lambat Desember 2019),” tukas Demer.



DENPASAR-Penolakan wacana percepatan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) oleh kader muda Partai Golkar terus bergulir.

Teranyar, penolakan terhadap wacana percepatan munaslub itu bukan hanya datang dari para tokoh beringin di pusat.

Namun penolakan juga datang dari para kader dan pengurus Partai Golkar di daerah.

Salah satunya seperti terungkap dalam rapat pleno diperluas yang digelar oleh Pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Bali bersama DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se Bali di kantor Sekretariat Partai Golkar Bali , di Jalan Surapati Denpasar, Rabu (19/6).

 

Atas munculnya wacana munaslub, rapat yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih secara tegas langsung menyatakan sikap politiknya.

Baca Juga:  Petahana Cuti, Rumah Jabatan Bupati - Wabup Badung Tak Berpenghuni

 

Menurut Demer-sapaan Gde Sumarjaya Linggih, dari sejumlah aspirasi yang disampaikan dalam rapat pleno, seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di Bali sepakat untuk menolak wacana munaslub.

 

Sebaliknya, para kader dan pengurus Partai Golkar se Bali juga bulat mendukung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk menuntaskan masa jabatannya.

 

“Aspirasi DPD II diterima dalam rapat Pleno, dan pernyataan sikap yang dirumuskan dalam rapat pleno itu akan kami serahkan kepada ketua umum di Jakarta hari Jumat,” terang Demer. 

 

Lebih lanjut, kata Demer, terkait dukungannya terhadap kepemimpinan Airlangga, Golkar Bali menilai, selama 1,5 tahun ini, salah satu keberhasilan Airlangga Hartarto memimpin Partai Golkar yakni membawa Golkar menduduki peringkat kedua hasil Pileg 2019, yang sebelumnya diprediksi berada di urutan keempat setelah Partai Gerindra dan PKB. 

Baca Juga:  Golkar Bali Siap Kawal Suara Rakyat di Pilkada Serentak 2020

 

“Atas dasar itu, kami menentang adanya wacana Munaslub Golkar. Munas Golkar tetap digelar sesuai waktu normal pada Desember mendatang. Menggelar Munaslub selain alasan yang tidak mendasar, juga untuk menghindari gejolak internal menghadapi Pilkada tahun 2020”

 

 “Kami merasa waktunya (Munas) tidak perlu dipercepat karena kami menginginkan adanya suasana yang kondusif dalam menghadapi Pilkada ini sehingga jangan sampai ada yang luar biasa lagi terjadi di partai ini karena itu kami tetap seperti jadwal yang biasa (paling lambat Desember 2019),” tukas Demer.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/