Selasa, 07 Dec 2021
Radar Bali
Home / Politika
icon featured
Politika

Perbekel Terpilih Meninggal, Desa Bontihing Kembali Gelar Pilkel

19 Juni 2021, 10: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

Perbekel Terpilih Meninggal, Desa Bontihing Kembali Gelar Pilkel

Suasana proses pelaksanaan pemilihan perbekel di Desa Bontihing kemarin. (Eka PrasetyaRadar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Desa Bontihing di Kecamatan Kubutambahan kembali menggelar pemilihan perbekel (pilkel) tahun ini.

Pemilihan kembali dilaksanakan pada tahun ini untuk mengisi kekosongan jabatan yang terjadi di desa selama dua tahun lebih.

Sebenarnya pihak desa sudah sempat melaksanakan pilkel pada tahun 2019 lalu. Saat itu bahkan sudah terpilih pemenang pilkel.

Baca juga: Tuntaskan Masalah Rakyat Hulu-Hilir, Golkar Bali Bentuk Badan Kerja

Sayangnya takdir berkata lain. Ketut Daging Arta yang saat itu ditetapkan sebagai perbekel terpilih, tutup usia sebelum dilakukan pelantikan.

Akhirnya terjadi kekosongan jabatan sejak 2019 lalu. Tahun ini pihak desa kembali menggelar pilkel guna mengisi kekosongan jabatan perbekel.

Selama ini posisi perbekel diisi oleh seorang penjabat yang ditunjuk oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Tadinya staf tata usaha di SMPN 4 Kubutambahan, Ketut Manis ditunjuk sebagai penjabat. Sejak Juli 2020 lalu, Manis memilih mengundurkan diri karena mengalami sakit.

Sejak 29 Juli 2020, posisi penjabat diserahkan pada I Made Sukrapa, yang juga tercatat sebagai staf di Kantor Camat Kubutambahan.

“Tahun ini memang Desa Bontihing kembali menggelar pilkel. Ini untuk mengisi kekosongan. Karena perbekel terpilih sebelumnya meninggal dunia

sebelum dilantik,” ungkap Kasi Peningkatan Kapasitas Aparatur pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, I Gede Rai Arisudana.

Rai mengatakan pihak desa sudah membentuk panitia pemilihan. Pihak desa juga sudah mengalokasikan dana untuk pelaksanaan pilkel dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) mereka.

“Sekarang sudah mulai dibuka pendaftaran. Kami sudah dorong panitia pilkel di sana, supaya sosialisasi yang gencar.

Supaya terpenuhi syarat minimal dua orang calon. Kalau kurang dari itu, pilkelnya akan ditunda lagi sampai tahun 2023 nanti,” demikian Rai. 

(rb/eps/mus/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia