alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

Kader Daftar Bacawabup di Golkar, PKB Jembrana Belum Putuskan Koalisi

NEGARA – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jembrana 2020, sejumlah partai politik memutuskan bergabung membentuk koalisi untuk mengusung dan mendukung calon bupati dan wakil bupati Jembrana.

Namun, dari tujuh partai politik yang memiliki kursi di DPRD Jembrana, PKB dan Hanura belum juga membuat keputusan.

Sekretaris DPC PKB Jembrana Sarkawi mengatakan, meski sejumlah partai politik sudah memutuskan untuk berkoalisi untuk mengusung

calon bupati dan wakil bupati, PKB belum menyatakan sikap karena masih menyerap aspirasi dari pengurus ranting, PAC, kader dan simpatisan.

“Kami belum memutuskan, kemungkinan Januari setelah koordinasi ke bawah,” jelas Sarkawi kemarin.

Menurutnya, PKB yang memperoleh dua kursi di DPRD Jembrana, memiliki suara pemilih yang jumlahnya sekitar 10 ribu orang.

Baca Juga:  Amankan Pilkada, KPU Karangasem Rekrut 10.035 KPPS

Namun, hingga saat ini belum memutuskan sikap jelang Pilkada 2020. Apakah bergabung dengan tujuh partai politik yang sudah membentuk koalisi atau berkoalisi dengan PDIP.

“Belum diputuskan kemana arahnya (dukungan),” ungkapnya. Keputusan mengenai sikap partai tingkat kabupaten, sudah diinstruksikan DPP.

Jika tingkat kabupaten cukup tingkat kabupaten yang berwenang. Pengurus PKB sudah sempat diundang untuk menghadiri sosialisasi salah satu bakal calon bupati.

Namun, sampai saat ini belum menyatakan sikap untuk berkoalisi dan mendukung. Mengenai salah satu mantan caleg dari PKB Nasrun, yang mendaftar sebagai wakil bupati pada Partai Golkar, merupakan keputusan pribadi.

Bukan keputusan atau perintah dari partai, karena pensiunan PNS tersebut bukan pengurus dan kader PKB.

Keputusan PKB untuk Pilkada 2020 mendatang, akan diputuskan pada bulan Januari mendatang setelah proses koordinasi dengan pengurus tingkat desa, kecamatan, serta kader dna simpatisan PKB.

Baca Juga:  Disebut Maju Pilwali Denpasar 2020, Selly: Saya Pilih Sama Cucu

Jelang Pilkada 2020 mendatang, tujuh partai sudah menyatakan untuk berkoalisi. Koalisi partai yang memiliki kursi di DPRD Jembrana, di antaranya Golkar, Gerindra, Golkar dan PPP.

Sedangkan partai nonparlemen, Nasdem, Perindo, dan PKS. Tujuh partai tersebut akan mengusung dan mendukung calon bupati dan wakil bupati Jembrana untuk melawan calon dari PDIP

Sedangkan PDIP yang memiliki 18 kursi, sudah cukup untuk mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi.

PDIP memastikan mengusung I Made Kembang Hartawan sebagai calon bupati Jembrana, sedangkan calon wakil bupati kabarnya akan diisi oleh I Ketut Sugiasa. 



NEGARA – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jembrana 2020, sejumlah partai politik memutuskan bergabung membentuk koalisi untuk mengusung dan mendukung calon bupati dan wakil bupati Jembrana.

Namun, dari tujuh partai politik yang memiliki kursi di DPRD Jembrana, PKB dan Hanura belum juga membuat keputusan.

Sekretaris DPC PKB Jembrana Sarkawi mengatakan, meski sejumlah partai politik sudah memutuskan untuk berkoalisi untuk mengusung

calon bupati dan wakil bupati, PKB belum menyatakan sikap karena masih menyerap aspirasi dari pengurus ranting, PAC, kader dan simpatisan.

“Kami belum memutuskan, kemungkinan Januari setelah koordinasi ke bawah,” jelas Sarkawi kemarin.

Menurutnya, PKB yang memperoleh dua kursi di DPRD Jembrana, memiliki suara pemilih yang jumlahnya sekitar 10 ribu orang.

Baca Juga:  Amankan Pilkada, KPU Karangasem Rekrut 10.035 KPPS

Namun, hingga saat ini belum memutuskan sikap jelang Pilkada 2020. Apakah bergabung dengan tujuh partai politik yang sudah membentuk koalisi atau berkoalisi dengan PDIP.

“Belum diputuskan kemana arahnya (dukungan),” ungkapnya. Keputusan mengenai sikap partai tingkat kabupaten, sudah diinstruksikan DPP.

Jika tingkat kabupaten cukup tingkat kabupaten yang berwenang. Pengurus PKB sudah sempat diundang untuk menghadiri sosialisasi salah satu bakal calon bupati.

Namun, sampai saat ini belum menyatakan sikap untuk berkoalisi dan mendukung. Mengenai salah satu mantan caleg dari PKB Nasrun, yang mendaftar sebagai wakil bupati pada Partai Golkar, merupakan keputusan pribadi.

Bukan keputusan atau perintah dari partai, karena pensiunan PNS tersebut bukan pengurus dan kader PKB.

Keputusan PKB untuk Pilkada 2020 mendatang, akan diputuskan pada bulan Januari mendatang setelah proses koordinasi dengan pengurus tingkat desa, kecamatan, serta kader dna simpatisan PKB.

Baca Juga:  Pilkada Jembrana Tinggal Setahun, Ajukan Anggaran Rp 33 Miliar

Jelang Pilkada 2020 mendatang, tujuh partai sudah menyatakan untuk berkoalisi. Koalisi partai yang memiliki kursi di DPRD Jembrana, di antaranya Golkar, Gerindra, Golkar dan PPP.

Sedangkan partai nonparlemen, Nasdem, Perindo, dan PKS. Tujuh partai tersebut akan mengusung dan mendukung calon bupati dan wakil bupati Jembrana untuk melawan calon dari PDIP

Sedangkan PDIP yang memiliki 18 kursi, sudah cukup untuk mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi.

PDIP memastikan mengusung I Made Kembang Hartawan sebagai calon bupati Jembrana, sedangkan calon wakil bupati kabarnya akan diisi oleh I Ketut Sugiasa. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/