alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Sindir Politisi Perempuan yang Cari Panggung Di Tengah Pandemi

 

KADER banteng senior tingkat kabupaten dan provinsi berkumpul di Kantor DPD PDIP Bali, Selasa (21/9) siang. Mereka kompak mendukung penuh kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster.

 

Yang menarik, kader senior PDIP I Ketut “Boping” Suryadi menyindir lawan politik yang kerap bermanuver melalui media sosial menyerang Koster. “Kalau mau tarung (politik) nanti ada even 2024. Kita bertarung secara fair,” tantangnya.

 

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP Bali, Dewa Made Mahadnyana menyebut ada sejumlah oknum mencederai dan mengganggu. Sayangnya, ia tidak menyebut gamblang oknum yang dimaksud.

 

Menurutnya, oknum tersebut telah merusak citra dan mental masyarakat Bali serta memperkeruh suasana dengan membuat status-status di media sosial dan media lainnya.

Baca Juga:  Koster Ngaku Akan Minta Masa Karantina Wisman Didiskon Jadi 1 Hari

 

“Ada oknum politisi perempuan, ada juga oknum politisi laki-laki, dan pihak-pihak lainnya yang tidak perlu kami sebut namanya. Mereka mencari panggung politik dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” ucapnya.

 

Kader partai, sambung Mahadnyana, juga  sangat  menyayangkan adanya pihak-pihak yang selalu  berkomentar miring seakan-akan Gubernur Bali  tidak bekerja sesuai dengan tugas dan  tanggungjawabnya. Ia menyebut hal seperti itu tidak dapat dibiarkan.

“Kami sebagai kader partai mengingatkan, karena telah keterlaluan, menghina, merendahkan harkat martabat, hak asasi Bapak Wayan Koster sebagai pejabat pemerintahan atau Gubernur Bali,” ujarnya menggebu.

 

“Saatnya kami bicara dan wajib  hukumnya bagi  kami membela simbol partai dari segala bentuk  perbuatan yang selalu  menyalahkan,  memojokkan, menyudutkan,” tukasnya.

Baca Juga:  Nasib Dua ASN Badung Terlibat Politik Praktis Di Tangan Bupati

 

Selanjutnya, Mahadnyana menyatakan bagi pihak-pihak yang secara sengaja menghembuskan isu, memperkeruh dan membuat berita-berita hoaks, serta dapat dikategorikan sebagai perbuatan

pelanggaran hukum, maka seluruh kader PDIP di Bali tidak segan-segan mengambil langkah-langkah hukum.

 

“Kami akan melaporkan  hal  tersebut kepada pihak penegak hukum,” cetusnya.


 

KADER banteng senior tingkat kabupaten dan provinsi berkumpul di Kantor DPD PDIP Bali, Selasa (21/9) siang. Mereka kompak mendukung penuh kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster.

 

Yang menarik, kader senior PDIP I Ketut “Boping” Suryadi menyindir lawan politik yang kerap bermanuver melalui media sosial menyerang Koster. “Kalau mau tarung (politik) nanti ada even 2024. Kita bertarung secara fair,” tantangnya.

 

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP Bali, Dewa Made Mahadnyana menyebut ada sejumlah oknum mencederai dan mengganggu. Sayangnya, ia tidak menyebut gamblang oknum yang dimaksud.

 

Menurutnya, oknum tersebut telah merusak citra dan mental masyarakat Bali serta memperkeruh suasana dengan membuat status-status di media sosial dan media lainnya.

Baca Juga:  Diadukan ke DKPP, Ketua Bawaslu Buleleng Jalani Sidang Etik

 

“Ada oknum politisi perempuan, ada juga oknum politisi laki-laki, dan pihak-pihak lainnya yang tidak perlu kami sebut namanya. Mereka mencari panggung politik dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” ucapnya.

 

Kader partai, sambung Mahadnyana, juga  sangat  menyayangkan adanya pihak-pihak yang selalu  berkomentar miring seakan-akan Gubernur Bali  tidak bekerja sesuai dengan tugas dan  tanggungjawabnya. Ia menyebut hal seperti itu tidak dapat dibiarkan.

“Kami sebagai kader partai mengingatkan, karena telah keterlaluan, menghina, merendahkan harkat martabat, hak asasi Bapak Wayan Koster sebagai pejabat pemerintahan atau Gubernur Bali,” ujarnya menggebu.

 

“Saatnya kami bicara dan wajib  hukumnya bagi  kami membela simbol partai dari segala bentuk  perbuatan yang selalu  menyalahkan,  memojokkan, menyudutkan,” tukasnya.

Baca Juga:  Warga Ngaku Tanaman Tak Diganti Rugi, Koster Klaim Warga Senang

 

Selanjutnya, Mahadnyana menyatakan bagi pihak-pihak yang secara sengaja menghembuskan isu, memperkeruh dan membuat berita-berita hoaks, serta dapat dikategorikan sebagai perbuatan

pelanggaran hukum, maka seluruh kader PDIP di Bali tidak segan-segan mengambil langkah-langkah hukum.

 

“Kami akan melaporkan  hal  tersebut kepada pihak penegak hukum,” cetusnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/