alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Krama Tabanan Tak Suka Protes, Sengap: Tabanan Butuh Pemimpin Serius

TABANAN – Pilkada Tabanan akan dihelat tahun 2020 mendatang. Ada harapan baru yang ditandaskan masyarakat Tabanan untuk ke depannya menjadi lebih baik.

Salah satu harapan tersebut dilontarkan pelawak kenamaan yang tergabung dalam grup Celekontong Mas, I Nyoman Ardika atau yang akrab

disapa Sengap yang namanya sempat masuk dalam bursa penjaringan calon bupati dan wakil bupati partai Nasdem beberapa waktu lalu.

Ke depan, pelawak asal Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur ini ingin figur pemimpin yang serius dalam membangun Tabanan. Terlebih menurutya, karakter masyarakat yang memiliki sifat manut.

“Di Tabanan itu masyarakatnya tidak suka protes, di ajak ke barat ya ke barat, di ajak ke timur ya ke timur, jadi masyarakatnya manut.

Baca Juga:  Tak Ada Gugatan ke MK, KPU Jembrana Tetapkan Calon Terpilih Besok

Kuncinya untuk memimpin Tabanan ini ketika pemimpin itu serius untuk memimpin pasti akan direspons dengan baik oleh masyarakat,” tutur Sengap.

Jadi, dia berharap ke depan siapapun yang terpilih nantinya, untuk membangkitkan simpul-simpul yang ada di Tabanan.

Misalnya di bidang seni, ada banyak seniman mumpuni yang dimiliki Tabanan, begitu juga di bidang ekonomi, pariwisata, pertanian dan sektor lainnya untuk ke depannya bisa diakomodasi.

“Pemimpin itu bukan seorang single fighter, bahwa dia memimpin semuanya. Semoga ke depan mengumpulkan orang-orang ahli di bidangnya untuk bekerja bersama membangun Tabanan.

Masa lalu tidak ada yang buruk, semua berproses masa lalu menjadikan masa sekarang dan masa yang akan datang,” katanya.

Baca Juga:  Giri-Asa Ajak Pendukung dan Masyarakat Jaga Kondusifitas Pilkada

Terutama di bidang pertanian. Sebagai masyarakat Tabanan, ia merasa saat ini para petani agak kecacingan untuk mendapatkan air.

Padahal Tabanan kata dia dikenal dengan subak terbesar di Bali yang memiliki subak nyegara gunung, subak aseman dan lainnya.

“Kalau sudah musim panen sukses, beras pasti murah, tapi kalau gagal harga beras pasti mahal. Kondisi ini harus dicarikan solusinya,” harap Sengap. 



TABANAN – Pilkada Tabanan akan dihelat tahun 2020 mendatang. Ada harapan baru yang ditandaskan masyarakat Tabanan untuk ke depannya menjadi lebih baik.

Salah satu harapan tersebut dilontarkan pelawak kenamaan yang tergabung dalam grup Celekontong Mas, I Nyoman Ardika atau yang akrab

disapa Sengap yang namanya sempat masuk dalam bursa penjaringan calon bupati dan wakil bupati partai Nasdem beberapa waktu lalu.

Ke depan, pelawak asal Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur ini ingin figur pemimpin yang serius dalam membangun Tabanan. Terlebih menurutya, karakter masyarakat yang memiliki sifat manut.

“Di Tabanan itu masyarakatnya tidak suka protes, di ajak ke barat ya ke barat, di ajak ke timur ya ke timur, jadi masyarakatnya manut.

Baca Juga:  Sumbangan Kampanye, Paket Kembang Rp 417 Juta, Tamba–Ipat Rp 137 Juta

Kuncinya untuk memimpin Tabanan ini ketika pemimpin itu serius untuk memimpin pasti akan direspons dengan baik oleh masyarakat,” tutur Sengap.

Jadi, dia berharap ke depan siapapun yang terpilih nantinya, untuk membangkitkan simpul-simpul yang ada di Tabanan.

Misalnya di bidang seni, ada banyak seniman mumpuni yang dimiliki Tabanan, begitu juga di bidang ekonomi, pariwisata, pertanian dan sektor lainnya untuk ke depannya bisa diakomodasi.

“Pemimpin itu bukan seorang single fighter, bahwa dia memimpin semuanya. Semoga ke depan mengumpulkan orang-orang ahli di bidangnya untuk bekerja bersama membangun Tabanan.

Masa lalu tidak ada yang buruk, semua berproses masa lalu menjadikan masa sekarang dan masa yang akan datang,” katanya.

Baca Juga:  Airlangga: Momentum 6 Dekade Golkar, Kita Harus Menang!

Terutama di bidang pertanian. Sebagai masyarakat Tabanan, ia merasa saat ini para petani agak kecacingan untuk mendapatkan air.

Padahal Tabanan kata dia dikenal dengan subak terbesar di Bali yang memiliki subak nyegara gunung, subak aseman dan lainnya.

“Kalau sudah musim panen sukses, beras pasti murah, tapi kalau gagal harga beras pasti mahal. Kondisi ini harus dicarikan solusinya,” harap Sengap. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/