27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Alamak! Ada Aliran Uang Tambang Ilegal ke Partai Politik, PPATK Beber Faktanya

DENPASAR,radarbali.id – Pemilu masih tahun depan, namun tensi politik sudah panas. Ada yang sudah deklarasikan kandidat, ada pula yang masih sibu galang dana partai. Nah, terkait hal itu Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menduga terdapat aliran uang tambang ilegal ke partai politik. Aliran uang tersebut diduga untuk kebutuhan Pemilu 2024.

“Ke political exposed person (PEP), terkait pertambangan ilegal,” kata Ketua PPATK Ivan Yustiavandana dikonfirmasi, Senin (23/1).

Hal ini ditemukan PPATK dalam riset persiapan pemodalan pemilu. Dalam mengawasi pendaan pemilu, lembaga analisis transaksi keuangan itu berkoordinasi dengan KPU, Bawaslu, dan semua stakeholder terkait.

“PPATK mendorong terciptanya integritas sistem pemilu dalam menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” tegas Ivan.

Baca Juga:  Polemik Negara Burung Garuda, RK: Terserah Pak Presiden

Menurut Ivan, pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap aliran dana pada masa kampanye. Termasuk, menelusuri asal dana tersebut.

“Apabila diduga berasal dari tindak pidana, maka dapat disampaikan ke aparat penegak hukum maupun Badan Pengawas Pemilu untuk menindaklanjuti temuan tersebut,” ujar Ivan.

Berdasarkan hasil riset PPATK pada 2013-2014 dan 2018-2019, kandidat yang berkontestasi dalam pemilu telah menyiapkan kapitalnya dalam kurun waktu bervariasi menjelang pemilu. PPATK mengingatkan, agar pesta demokrasi tidak mengandalkan uang, tetapi gagasan.

“Jadi pemilu ini adu visi dan misi, bukan adu kapital, bukan adu uang,” tandasnya. (jawapos.com/rid)

 



DENPASAR,radarbali.id – Pemilu masih tahun depan, namun tensi politik sudah panas. Ada yang sudah deklarasikan kandidat, ada pula yang masih sibu galang dana partai. Nah, terkait hal itu Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menduga terdapat aliran uang tambang ilegal ke partai politik. Aliran uang tersebut diduga untuk kebutuhan Pemilu 2024.

“Ke political exposed person (PEP), terkait pertambangan ilegal,” kata Ketua PPATK Ivan Yustiavandana dikonfirmasi, Senin (23/1).

Hal ini ditemukan PPATK dalam riset persiapan pemodalan pemilu. Dalam mengawasi pendaan pemilu, lembaga analisis transaksi keuangan itu berkoordinasi dengan KPU, Bawaslu, dan semua stakeholder terkait.

“PPATK mendorong terciptanya integritas sistem pemilu dalam menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” tegas Ivan.

Baca Juga:  CATAT! Bawaslu Ngaku Pengawasan Pemilu Belum Maksimal

Menurut Ivan, pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap aliran dana pada masa kampanye. Termasuk, menelusuri asal dana tersebut.

“Apabila diduga berasal dari tindak pidana, maka dapat disampaikan ke aparat penegak hukum maupun Badan Pengawas Pemilu untuk menindaklanjuti temuan tersebut,” ujar Ivan.

Berdasarkan hasil riset PPATK pada 2013-2014 dan 2018-2019, kandidat yang berkontestasi dalam pemilu telah menyiapkan kapitalnya dalam kurun waktu bervariasi menjelang pemilu. PPATK mengingatkan, agar pesta demokrasi tidak mengandalkan uang, tetapi gagasan.

“Jadi pemilu ini adu visi dan misi, bukan adu kapital, bukan adu uang,” tandasnya. (jawapos.com/rid)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru