alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

KPU Badung Targetkan Partisipasi Pemilih Tembus 80 Persen

MANGUPURA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung mentargetkan partisipasi pemilih meningkat pada hajatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung,  9 Desember 2020 mendatang.

Bahkan, meski dalam kondisi sulit di tengah pagebluk Covid-19 (Corona), KPU Badung tetap optimistis jumlah partisipasi pemilih di Pilkada Badung 2020 mendatang bisa menembus 80 persen.

“Catatannya, (peningkatan partisipasi pemilih) itu bisa dicapai dengan optimalisasi upaya baik dari KPU Badung dan kesadaran pemilih untuk memberikan hak suaranya di Pilkada Badung 2020 nanti,”tegas Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta, disela Coffee Morning Bersama Media dalam rangka sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung di Kantor KPU Kabupaten Badung, Kamis (23/7).

Selain itu, masih terkait keyakinan pencapaian target meningkatkan partisipasi pemilik saat Pilkada Badung 2020 mendatang, itu yakni berkaca dari perhelatan Pemilu di Korea Selatan (Korsel).

Dikatakan Kayun Semara-sapaan I Wayan Semara Cipta, saat pagebluk Corona, jumlah partisipasi pemilih di Korsel justru meningkat saat pandemic Covid-19.

“Sehingga berkaca dari Pemilu di Korsel, kami (KPU Badung) yakin jika partisipasi pemilih di Badung saat Pilkada ini bisa tercapai 80 persen,”ujarnya

Kendati begitu, ia menyadari jika pandemic Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran KPU Badung guna meyakinkan pemilih.

Tantangan itu, dikatakanya yakni terkait bagaimana KPU mampu memyakinkan pemilih bersedia datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya.

Sedangkan di sisi lain, dari tahapan Pilkada Badung 2020, saat ini pihaknya melalui Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sedang melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit).

Tercatat, sesuai data terakhir (per 23 Juli 2020), dari total 402.995 daftar pemilih sementara (DPS) yang ada di Badung, saat ini ada sebanyak 9,4 persen atau sekitar 38 ribu sudah dilakukan coklit.   

Selain itu, untuk PPDP dengan jumlah 1.069, kata Kayun Semara, juga telah mengikuti rapid test.

“Jadi (PPDP) aman. Apalagi para PPDP ini selalu dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) seperti mengenakan face shield, masker dan hand sanitizer saat bertugas,”jelasnya.

Sedangkan terkait tahapan pencoblosan, Kayun berujar jika KPU Badung sudah menyiapkan skenario.

Dikatakan, bagi setiap pemilih, nantinya, selain akan mendapat sarung tangan, para pemilih akan dilakukan pengukuran suhu tubuh.

“Sehingga dengan begitu pemilih aman karena tidak langsung bersentuhan dengan alat pencoblosan. Sedangkan untuk pemilih yang suhunya tinggi (38 derajat Celsius atau lebih), kami telah menyiapkan bilik khusus di luar TPS,”tandasnya.

Sementara itu, imbuh Kayun Semara, KPU RI saat tahap perekapan mendatang juga mewacanakan untuk melakukan perekapan lebih simple melalui E-rekap.

Melalui penerapan system E-rekap, perekapan hasil pemilihan di masing-masing TPS (hasil C-1 plano) akan difoto dan selanjutnya dikirim ke KPU.

“Jadi C-1 plano yang berisi hasil perhitungan suara inilah yang kemudian langsung di laporkan ke kami di KPU kabupaten. Jadi proses langsung melalui PPS dan PPK. Mudah-mudahan  wacana(E-rekap) ini benar diterapkan,”ujarnya.

Sehingga dengan diterapkannya E-rekap, selain lebih simple dan cepat, tidak ada proses perekapan berjenjang per lokasi seperti pelaksanaan pemilu sebelumnya.

“Sehingga begitu proses rekap terjadi, PPS dan PPK hadir di KPU. Jadi proses perekapan berjenjang tetap terjadi, namun lokasi perekapannya yang tidak seperti pada tahap sebelumnya. Tapi ini masih wacana, untuk implementasi tentang mekanisme dan rekapitulasi di TPS, kami masih menunggu peraturan dari pusat (KPU RI),”tukas Kayun. 



MANGUPURA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung mentargetkan partisipasi pemilih meningkat pada hajatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung,  9 Desember 2020 mendatang.

Bahkan, meski dalam kondisi sulit di tengah pagebluk Covid-19 (Corona), KPU Badung tetap optimistis jumlah partisipasi pemilih di Pilkada Badung 2020 mendatang bisa menembus 80 persen.

“Catatannya, (peningkatan partisipasi pemilih) itu bisa dicapai dengan optimalisasi upaya baik dari KPU Badung dan kesadaran pemilih untuk memberikan hak suaranya di Pilkada Badung 2020 nanti,”tegas Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta, disela Coffee Morning Bersama Media dalam rangka sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung di Kantor KPU Kabupaten Badung, Kamis (23/7).

Selain itu, masih terkait keyakinan pencapaian target meningkatkan partisipasi pemilik saat Pilkada Badung 2020 mendatang, itu yakni berkaca dari perhelatan Pemilu di Korea Selatan (Korsel).

Dikatakan Kayun Semara-sapaan I Wayan Semara Cipta, saat pagebluk Corona, jumlah partisipasi pemilih di Korsel justru meningkat saat pandemic Covid-19.

“Sehingga berkaca dari Pemilu di Korsel, kami (KPU Badung) yakin jika partisipasi pemilih di Badung saat Pilkada ini bisa tercapai 80 persen,”ujarnya

Kendati begitu, ia menyadari jika pandemic Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran KPU Badung guna meyakinkan pemilih.

Tantangan itu, dikatakanya yakni terkait bagaimana KPU mampu memyakinkan pemilih bersedia datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya.

Sedangkan di sisi lain, dari tahapan Pilkada Badung 2020, saat ini pihaknya melalui Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sedang melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit).

Tercatat, sesuai data terakhir (per 23 Juli 2020), dari total 402.995 daftar pemilih sementara (DPS) yang ada di Badung, saat ini ada sebanyak 9,4 persen atau sekitar 38 ribu sudah dilakukan coklit.   

Selain itu, untuk PPDP dengan jumlah 1.069, kata Kayun Semara, juga telah mengikuti rapid test.

“Jadi (PPDP) aman. Apalagi para PPDP ini selalu dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) seperti mengenakan face shield, masker dan hand sanitizer saat bertugas,”jelasnya.

Sedangkan terkait tahapan pencoblosan, Kayun berujar jika KPU Badung sudah menyiapkan skenario.

Dikatakan, bagi setiap pemilih, nantinya, selain akan mendapat sarung tangan, para pemilih akan dilakukan pengukuran suhu tubuh.

“Sehingga dengan begitu pemilih aman karena tidak langsung bersentuhan dengan alat pencoblosan. Sedangkan untuk pemilih yang suhunya tinggi (38 derajat Celsius atau lebih), kami telah menyiapkan bilik khusus di luar TPS,”tandasnya.

Sementara itu, imbuh Kayun Semara, KPU RI saat tahap perekapan mendatang juga mewacanakan untuk melakukan perekapan lebih simple melalui E-rekap.

Melalui penerapan system E-rekap, perekapan hasil pemilihan di masing-masing TPS (hasil C-1 plano) akan difoto dan selanjutnya dikirim ke KPU.

“Jadi C-1 plano yang berisi hasil perhitungan suara inilah yang kemudian langsung di laporkan ke kami di KPU kabupaten. Jadi proses langsung melalui PPS dan PPK. Mudah-mudahan  wacana(E-rekap) ini benar diterapkan,”ujarnya.

Sehingga dengan diterapkannya E-rekap, selain lebih simple dan cepat, tidak ada proses perekapan berjenjang per lokasi seperti pelaksanaan pemilu sebelumnya.

“Sehingga begitu proses rekap terjadi, PPS dan PPK hadir di KPU. Jadi proses perekapan berjenjang tetap terjadi, namun lokasi perekapannya yang tidak seperti pada tahap sebelumnya. Tapi ini masih wacana, untuk implementasi tentang mekanisme dan rekapitulasi di TPS, kami masih menunggu peraturan dari pusat (KPU RI),”tukas Kayun. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/