alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Picu Polemik, Pembagian Sembako Suami Bupati Karangasem Dibatalkan

AMLAPURA – Tensi politik di Bumi Lahar, Karangasem “memanas”. Pembagian sembako Semeton GMT (Gusti Made Tusan, red)

yang rencananya dilaksanakan di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem yang dilaksanakan Jumat (24/7) besok terancam batal.

Pemicunya pembagian sembako yang diduga bermuatan politis. Hal inilah yang memunculkan polemik di masyarakat mengingat GMT

merupakan suami dari Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri yang dipastikan maju dalam Pilkada Karangasem, 9 Desember 2020 mendatang

Kepala Desa Nongan I Wayan Daging, dikonfirmasi, Kamis (23/7) membenarkan pembatalan itu. Daging mengatakan, pembatalan dipicu surat yang dia buat tertanggal 20 Juli 2020.

Surat tersebut berkaitan dengan koordinasi yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Karangasem I Made Agus Kertiana dengan dirinya sebagai

Perbekel Nongan agar membagikan paket sembako dari GMT di 14 Banjar Dinas yang ada di Desa Nongan, Jumat (24/7) dengan  jadwal yang berbeda-beda.

Baca Juga:  Paket Massker Wajib Menang, Kader Nasdem dan Tokoh Tegaskan All Out

Sayangnya, surat yang dibuat Daging itu menyebar luas di media sosial khususnya di WAG (WhatsApp Grup) dan menjadi perdebatan hangat.

“Pak Agus Ketiana yang telepon saya terkait rencana pembagian sembako dari GMT itu. Saya tidak tahu kalau pembagian sembako itu ada muatan polistisnya dan menjadi perdebatan di media sosial,” ucap Daging.

Menyikapi polemik itu, lanjut Daging, dia bersama BPD Desa Nongan, Rabu (22/7) langsung menggelar rapat.

Rapat memutuskan membatalkan pembagian bantuan sembako tersebut. Sembako yang sedianya dibagikan langsung dikembalikan ke tim GMT.

“Sudah dibatalkan. Bahkan bantuannya juga sudah dikembalikan kepada tim GMT untuk membagikannya langsung kepada masyarakat,” ucap Daging.

Made Agus Kertiana, dihubungi terpisah juga membenarkan pembatalan pembagian sembako GMT tersebut di Desa Nongan.

Baca Juga:  KPU Tegaskan Jabatan Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020 Hanya Tiga Tahun

Meski demikian pihaknya membantah bantuan yang disalurkan oleh pihak ketiga itu ada kaitannya dengan unsur politik.

“Bantuan ini murni misi kemanusian dan misi sosial. Saya mengkoordinasikan ini atas nama unsur pimpinan DPRD Karangasem.

Bantuan yang akan diserahkan tidak ada kaitannya dengan politik, karena belum saatnya kampanye paket calon Pilkada Karangasem,” tandas Kertiana.

Lebih lanjut, ia menyebut bantuan sembako yang disalurkan Semeton GMT itu bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam situasi Covid-19.

“Intinya, jangan terlalu dibawa ke politiklah. Kasihan juga perbekelnya,” cetus Kertiana. 



AMLAPURA – Tensi politik di Bumi Lahar, Karangasem “memanas”. Pembagian sembako Semeton GMT (Gusti Made Tusan, red)

yang rencananya dilaksanakan di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem yang dilaksanakan Jumat (24/7) besok terancam batal.

Pemicunya pembagian sembako yang diduga bermuatan politis. Hal inilah yang memunculkan polemik di masyarakat mengingat GMT

merupakan suami dari Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri yang dipastikan maju dalam Pilkada Karangasem, 9 Desember 2020 mendatang

Kepala Desa Nongan I Wayan Daging, dikonfirmasi, Kamis (23/7) membenarkan pembatalan itu. Daging mengatakan, pembatalan dipicu surat yang dia buat tertanggal 20 Juli 2020.

Surat tersebut berkaitan dengan koordinasi yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Karangasem I Made Agus Kertiana dengan dirinya sebagai

Perbekel Nongan agar membagikan paket sembako dari GMT di 14 Banjar Dinas yang ada di Desa Nongan, Jumat (24/7) dengan  jadwal yang berbeda-beda.

Baca Juga:  Penertiban Ditunda, Duh APK Melanggar di Jembrana Semakin Banyak

Sayangnya, surat yang dibuat Daging itu menyebar luas di media sosial khususnya di WAG (WhatsApp Grup) dan menjadi perdebatan hangat.

“Pak Agus Ketiana yang telepon saya terkait rencana pembagian sembako dari GMT itu. Saya tidak tahu kalau pembagian sembako itu ada muatan polistisnya dan menjadi perdebatan di media sosial,” ucap Daging.

Menyikapi polemik itu, lanjut Daging, dia bersama BPD Desa Nongan, Rabu (22/7) langsung menggelar rapat.

Rapat memutuskan membatalkan pembagian bantuan sembako tersebut. Sembako yang sedianya dibagikan langsung dikembalikan ke tim GMT.

“Sudah dibatalkan. Bahkan bantuannya juga sudah dikembalikan kepada tim GMT untuk membagikannya langsung kepada masyarakat,” ucap Daging.

Made Agus Kertiana, dihubungi terpisah juga membenarkan pembatalan pembagian sembako GMT tersebut di Desa Nongan.

Baca Juga:  Kader Senior Harap Pembakaran Bendera Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Meski demikian pihaknya membantah bantuan yang disalurkan oleh pihak ketiga itu ada kaitannya dengan unsur politik.

“Bantuan ini murni misi kemanusian dan misi sosial. Saya mengkoordinasikan ini atas nama unsur pimpinan DPRD Karangasem.

Bantuan yang akan diserahkan tidak ada kaitannya dengan politik, karena belum saatnya kampanye paket calon Pilkada Karangasem,” tandas Kertiana.

Lebih lanjut, ia menyebut bantuan sembako yang disalurkan Semeton GMT itu bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam situasi Covid-19.

“Intinya, jangan terlalu dibawa ke politiklah. Kasihan juga perbekelnya,” cetus Kertiana. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/