28.5 C
Denpasar
Thursday, December 1, 2022

Airlangga Minta Kader Muda Golkar Siap Hadapi Perubahan Iklim

JAKARTA, radarbali.id- Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto berpesan pada seluruh kader muda partai beringin untuk siap menghadapi berbagai tantangan setelah pemulihan Covid-19.

Airlangga menyebut pasca Covid-19, Indonesia dan seluruh penduduk global masih harus menghadapi dampak konflik Rusia dan Ukraina. Bahkan, seluruh dunia juga menghadapi ancaman perubahan iklim.

Airlangga menuturkan, pendidikan politik Executive Education for Young Political Leader 8 Golkar Institute menjadi ajang menyiapkan calon pemimpin bangsa. Ia mengatakan, sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberi pengetahuan dan pandangan baru kepada kader Golkar.

Salah satunya Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Pak Sarwono Kusumaatmadja yang akan membagi pengetahuan soal isu perubahan iklim.

“Selama ini climate change dengan musim hujan yang tinggi menguntungkan Indonesia. Di mana Indonesia dalam tiga tahun terakhir produksi beras 31 juta ton. Dan 3 tahun terakhir Indonesia tidak impor beras untuk konsumsi,” ujar Airlangga saat membuka kegiatan Executive Education for Young Political Leader 8 Golkar Institute di Kantor DPP Partai Golkar, Senin (22/8/2022).

Baca Juga:  KIB Daftar ke KPU Bersama, Airlangga: Chapter Baru dan Bukti Tetap Solid

Ketum Golkar menegaskan ilmu dan pengalaman dari para senior dan pakar di bidangnya bisa menjadi bekal seluruh kader muda Golkar menjadi pemimpin di masa mendatang.

Ia juga menegaskan, isu perubahan iklim bukan hanya menjadi isu penting bagi kader, tetapi juga koalisi yang diinisiasi Golkar, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Visi misi KIB, seperti yang sudah diluncurkan pada 14 Agustus kemarin di Surabaya, menurut Airlangga, juga menyoroti soal energi berkelanjutan.

Ketum Golkar mengatakan, seluruh visi misi itu dirangkum dalam Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional (PATEN). Program energi berkelanjutan menjadi program akselerasi pertama di PATEN.

“Program terkait pengolahan limbah, pengembangan industri hijau, pengembangan industri biru, pemulihan lahan berkelanjutan, serta rehabilitasi ekosistem di pesisir dan kelautan. Ini tentu penting dan menjadi tugas kita semua,” jelas Airlangga.

Baca Juga:  Beredar Kabar Tawaran Kursi Menteri untuk Redam Nasdem, PKS Membantah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini juga mengatakan, muara dari PATEN yang diluncurkan KIB adalah menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat. Baik sehat manusianya, sehat ekonominya, dan sehat buminya.

Ujungnya adalah sehat manusianya, sehat ekonominya, dan sehat buminya,” lanjut Menteri Koordinator Perekonomian tersebut.

Sementara, Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily melaporkan, kegiatan Executive Education for Young Political Leader 8 diikuti 39 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Mereka akan digembleng dengan pelatihan kepemimpinan, politik, dan ekonomi selama enam hari sejak Senin (22/8/2022).

Ace berharap, seluruh peserta bisa menjadikan ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini sebagai pertimbangan untuk menjadi pemimpin di masing-masing daerahnya. (rba/ken)



JAKARTA, radarbali.id- Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto berpesan pada seluruh kader muda partai beringin untuk siap menghadapi berbagai tantangan setelah pemulihan Covid-19.

Airlangga menyebut pasca Covid-19, Indonesia dan seluruh penduduk global masih harus menghadapi dampak konflik Rusia dan Ukraina. Bahkan, seluruh dunia juga menghadapi ancaman perubahan iklim.

Airlangga menuturkan, pendidikan politik Executive Education for Young Political Leader 8 Golkar Institute menjadi ajang menyiapkan calon pemimpin bangsa. Ia mengatakan, sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberi pengetahuan dan pandangan baru kepada kader Golkar.

Salah satunya Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Pak Sarwono Kusumaatmadja yang akan membagi pengetahuan soal isu perubahan iklim.

“Selama ini climate change dengan musim hujan yang tinggi menguntungkan Indonesia. Di mana Indonesia dalam tiga tahun terakhir produksi beras 31 juta ton. Dan 3 tahun terakhir Indonesia tidak impor beras untuk konsumsi,” ujar Airlangga saat membuka kegiatan Executive Education for Young Political Leader 8 Golkar Institute di Kantor DPP Partai Golkar, Senin (22/8/2022).

Baca Juga:  Airlangga: Digitalisasi Genjot Ekonomi dan Daya Saing Indonesia

Ketum Golkar menegaskan ilmu dan pengalaman dari para senior dan pakar di bidangnya bisa menjadi bekal seluruh kader muda Golkar menjadi pemimpin di masa mendatang.

Ia juga menegaskan, isu perubahan iklim bukan hanya menjadi isu penting bagi kader, tetapi juga koalisi yang diinisiasi Golkar, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Visi misi KIB, seperti yang sudah diluncurkan pada 14 Agustus kemarin di Surabaya, menurut Airlangga, juga menyoroti soal energi berkelanjutan.

Ketum Golkar mengatakan, seluruh visi misi itu dirangkum dalam Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional (PATEN). Program energi berkelanjutan menjadi program akselerasi pertama di PATEN.

“Program terkait pengolahan limbah, pengembangan industri hijau, pengembangan industri biru, pemulihan lahan berkelanjutan, serta rehabilitasi ekosistem di pesisir dan kelautan. Ini tentu penting dan menjadi tugas kita semua,” jelas Airlangga.

Baca Juga:  Beredar Kabar Tawaran Kursi Menteri untuk Redam Nasdem, PKS Membantah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini juga mengatakan, muara dari PATEN yang diluncurkan KIB adalah menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat. Baik sehat manusianya, sehat ekonominya, dan sehat buminya.

Ujungnya adalah sehat manusianya, sehat ekonominya, dan sehat buminya,” lanjut Menteri Koordinator Perekonomian tersebut.

Sementara, Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily melaporkan, kegiatan Executive Education for Young Political Leader 8 diikuti 39 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Mereka akan digembleng dengan pelatihan kepemimpinan, politik, dan ekonomi selama enam hari sejak Senin (22/8/2022).

Ace berharap, seluruh peserta bisa menjadikan ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini sebagai pertimbangan untuk menjadi pemimpin di masing-masing daerahnya. (rba/ken)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/