30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

AMD vs Koster di Pilgub Bali 2024, Dukungan untuk AMD Nyaris Tembus 100%

DENPASAR, Radar BaliMasyarakat menaruh harapan besar kepada sosok muda visioner dan tokoh independent Agung Manik Danendra AMD untuk maju sebagai Calon Gubernur Bali dari jalur independent (perseorangan) atau non partai politik pada Pilgub Bali tahun 2024.

Dukungan untuk AMD maju tarung Pilgub Bali dari Jalur Independent pun tak terbendung karena hanya AMD satu-satunya yang dinilai menjadi harapan perubahan ketika tokoh-tokoh lain banyak tersandera berbagai kepentingan politik.

Terlebih calon kepala daerah dari Jalur Independent dibolehkan oleh UU. “Dan jika terealisasi AMD maju dari Jalur Independent maka akan menjadi catatan sejarah di Bali bahwa terjadi Pertarungan Jalur Independent Vs Parpol di Pilgub Bali,” kata salah satu tokoh Bali.

Maka tidaklah mengherankan jika nama Tokoh Independent AMD masih terus menjadi buah bibir karena namanya secara konsisten masih terus merajai sejumlah Polling Pilgub Bali 2024. Narasi tokoh independen vs tokoh parpol untuk tarung di Pilgub Bali 2024 juga semakin santer bergema.

Kekuatan dukungan untuk AMD sebagai satu-satunya tokoh independent yang dinilai bisa menjadi lawan tanding yang setara untuk melawan Gubernur Bali Wayan Koster di Pilgub Bali 2024 tergambar jelas dalam hasil sementara Polling Ngrembug Semeton Bali “Mencari Calon Gubernur Bali 2024-2029” yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan dapat diakses pada situs https://rembukrakyat.psi.id/bali/

Dari awal, poling PSI itu berjalan hingga kini memasuki hampir 1 bulan, AMD masih merajai hasil polling dengan dukungan yang bisa dibilang hampir tidak masuk akal mendekati angka sempurna nyaris 100 persen yakni di angka 93 persen.

Dukungan untuk AMD jauh meninggalkan dukungan untuk Gubernur Koster maupun Bupati Badung Nyoman Giri Prasta yang digadang-gadang juga tarung di Pilgub Bali 2024.

“Hasil dukungan signifikan kepada AMD di polling PSI ini sangat luar biasa. Memang seperti hal di luar nalar tapi itu memang nyata terjadi. Ini bisa saja menunjukkan memang publik di Bali ingin ada tokoh independent menjadi pemimpin Bali, mereka tidak ingin lagi ada pemimpin dari parpol,” kata salah satu tokoh Bali yang juga pengamat politik di Bali.

Untuk Polling Ngrembug Semeton Bali “Mencari Calon Gubernur Bali 2024-2029” yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang resmi diluncurkan PSI sejak 28 Oktober 2022 dengan memunculkan 20 nama tokoh Bali yang bisa dipilih oleh publik sebagai sosok yang layak menjadi Calon Gubernur Bali 2024.

Hasil polling per tanggal 23 November 2022 menunjukkan bahwa AMD masih di atas angin, tidak terkalahkan dengan dukungan mencapai 93 persen dari hasil 5203 vote.

Tokoh bernama lengkap Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn., asal Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini selama ini dikenal sebagai sosok yang humanis suka berbagi dan beryadnya, memiliki pengalaman organisasi, intelektual tinggi dan disegani kaum millenial.

Maka tidak heran AMD yang dikenal gemar berbagi ini dijuluki sebagai The Real Sultan Dermawan dan dikenal sebagai Pejuang Hindu Nusantara Sejati.

AMD merupakan tokoh independen yang  irit bicara politik, sosok gabungan intelektual dan spiritual tinggi dikenal tokoh yang bersih dan gemar berbagi dari uang kantor pribadinya.

AMD namanya harum dan viral dengan berbagai aksi mensupport berbagai kegiatan UMKM dan membantu membangkitkan perekonomian Bali, menssuport berbagai kegiatan milenial sehingga namanya cukup menarik perhatian publik dan semakin moncer di Bali.

Baca Juga:  AA Gde Agung Boyong Komite III DPD RI ke Bali

“AMD kuat di grassroots dengan pendukung milenial yang riil. Hal ini terbukti dari elektabilitas dan popularitasnya di Pemilih Muda.

Apalagi AMD banyak mendukung kegiatan anak-anak muda dan dengan cara berpikir yang progresif dan visioner maka AMD layak jadi harapan pembaruan,” kata salah satu tokoh pemuda Bali.

“Sekarang jamannya generasi muda dan AMD bisa menjadi penimpin untuk perubahan,” ujar salah satu tokoh milenial Bali.

“Perlu kita ingat juga AMD ini juga kuat di jaringan puri dan tingkat atas. Dia sosok pemimpin yang tepat untuk membangkitkan taksu Bali,” ujar salah satu tokoh Bali.

Di posisi peringkat kedua polling ada nama Gubernur Koster yang dukungannya jauh di bawah AMD, ibarat bumi dan langit dengan hanya mengantongi dukungan 93 vote.

Di posisi ketiga polling ada nama Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa dengan dukungan 64 vote disusul oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dengan 56 vote di peringkat keempat.

Lalu Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di posisi kelima dengan 51 vote. Tokoh perempuan yang juga Rektor Universitas Ngurah Rai Dr. Ni Putu Tirka Widanti menjadi satu-satu tokoh perempuan yang masih dalam posisi enam besar polling dengan dukungan 31 vote dan berada di peringkat keenam polling.

Dalam polling PSI, tokoh seperti Wakil Gubernur Bali Cok Ace, Mantan Walikota Denpasar Rai Mantra, Bupati Jembrana Nengah Tamba, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga juga masuk dalm polling namun suaranya masih sangat jauh di bawah.

AMD berada di posisi teratas sejumlah polling Pilgub Bali tidak hanya di polling PSI tapi juga di polling Kabar Bali Satu (KBS).

AMD kini berada di tangga teratas polling KBS dengan dukungan 27.51%.  AMD unggul jauh dari Koster yang berada di urutan kedua polling KBS dengan dukungan 24.94%. Sedangkan Giri Prasta berada di urutan ketiga dengan dukungan 12.98%.

Di posisi keempat ada nama senator dari Bali Arya Wedakarna (AWK) dengan dukungan 7.66% dan di posisi kelima ditempati politisi senior Golkar yang juga Anggota DPR RI dari Bali Gde Sumarjaya Linggih (Demer) dengan dukungan 4.45%.

Di sisi lain, Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali Nengah Yasa Adi Susanto menjawab adanya anggapan miring dari beberapa pihak yang mengatakan apa yang dilakukan PSI adalah survei abal-abal sehingga meragukan polling ini.

Politisi yang akrab disapa Bro Adi itu menegaskan PSI bukan membuat survei melainkan polling. Tentu polling dan survei dalam konteks politik itu bisa sangat berbeda pada sisi metodologi dan sebaran sampelnya.

Polling adalah proses di mana pendapat kelompok tertentu mengenai suatu topik tertentu atau seseorang dipertanyakan dan penilaian mereka dihitung untuk mencapai kesimpulan.

“Kalau ada yang bilang ini survei abal-abal, lho itu salah kaprah. Kita bukan membuat survei tapi kita membuat polling, siapa saja bisa memberikan pilihannya dan itu real. Polling itu gampang sekali kalau mau ikut berpartisipasi, ketika punya handphone dan alamat email, bisa memberikan dukungan,” papar Bro Adi menjelaskan.

Dia menjelaskan, melalui Polling Ngrembug Semeton Bali “Mencari Calon Gubernur Bali 2024-2029” PSI ingin menampilkan tokoh-tokoh Bali yang digadang-gadang untuk menjadi Calon Gubernur Bali di Pilgub Bali 2024.

Baca Juga:  Golkar Bali Dorong Peningkatan Ekspor Pertanian Bali

Dirinya pun menyebut jika ada tokoh tertentu yang mendapatkan dukungan terbanyak dalam polling ini seperti yang terjadi pada AMD itu artinya pendukungnya lah yang memberikan dukungan itu secara nyata.

“Kita ingin ada partisipasi masyarakat dan kalau kebetulan ada tokoh yang namanya ada di polling dan dapat signifikan itu tentu pendukung-pendukungnya yang memilih.

Kalau si A misalnya mau namanya melejit yang tinggal kerahkan saja pendukung-pendukungnya untuk memilih dia. Metode itu yang tidak dilakukan yang lainnya sehingga ada nama yang sangat signifikan dapat dukungan dari pendukungnya (AMD) dan namanya melejit, sudah ribuan yang memilih,” jelas Bro Adi.

Yang jelas Adi Susanto menegaskan pemilih atau orang-orang yang memberikan pilihan kepada tokoh jagoannya atau tokoh yang didukung dalam polling PSI ini memang benar-benar riil.

Sistem dari polling ini juga adalah sistem nasional yang terproteksi dengan baik bukan sistem yang gampang ditembus oleh akun-akun yang tidak riil atau bisa dimainkan oleh pihak luar.

“Ini memang riil, masak ada orang yang tidak riil mau memilih. Kalau ada orang menggunakan beberapa email, itu tidak bisa kita kontrol. Tapi nanti sistem yang akan menyaring. Sistem terpercaya, secara nasional, kita buat bisa kita bisa pertanggungjawabkan,” tegas Bro Adi.’

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2023, seluruh semeton warga Bali mempunyai kesempatan untuk mengikuti polling, berpartisipasi aktif memilih calon Gubernur Bali tahun 2024-2029.

Secara periodik setiap 3 (tiga) bulan, akan dievaluasi dan nama-nama tokoh akan dikerucutkan hingga pada tahap akhir polling “Ngerembug Semeton Bali” mendapatkan 5 (lima) tokoh dengan polling teratas untuk diserahkan ke DPP PSI agar salah satunya direkomendasikan menjadi Bakal Calon Gubernur yang didukung oleh PSI,

Saat ditanya tanggapan melihat trend pilihan kepada AMD yang terus naik dan apa tindak lanjutnya nanti terhadap hasil ini, Bro Adi kembali menegaskan bahwa hasil polling ini masih bersifat sementara dan masih berproses sehingga bisa ada kemungkinan hasilnya berubah sesuai dengan dukungan yang masuk.

“Sekarang masa penjaringan, kita bersyukur nama-nama sudah mendapatkan pilihan masyarakat. Dan ini masih berproses. Bisa jadi nanti pendukungnya Pak Koster dan pendukungnya Pak Giri Prasta ikut memilih poling ini, suaranya bisa berbeda drastis. Jadi kita tidak pernah tahu,” ujar politisi asal Desa Bugbug Karangasem itu.

Saat ditanya apakah tokoh yang mendapatkan dukungan sementara paling banyak dari polling ini, track record detailnya akan disampaikan kepada publik sehingga publik bisa lebih dalam mengenal tokoh ini, Bro Adi menegaskan tentunya hal itu akan dilakukan. “Oh iya pasti nanti, pasti akan kita sampaikan ke publik sehingga publik juga tahu,” pungkasnya.

Sementara itu pengamat politik Made Arjaya menilai sah-sah saja PSI menggelar Polling Ngrembug Semeton Bali “Mencari Calon Gubernur Bali 2024-2029” sebagai sebuah wadah aspirasi dan partisipasi publik serta ini sangat baik agar masyarakat Bali berpartisipasi aktif menentukan ikut calon pemimpinnya.

Arjaya pun mengingatkan Koster juga belum tentu bisa mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Gubernur Bali dari PDI Perjuangan. “Jadi Koster pun masih belum aman di internal PDIP Bali,” tegas mantan Anggota DPRD Bali dua periode ini. (ken) 



DENPASAR, Radar BaliMasyarakat menaruh harapan besar kepada sosok muda visioner dan tokoh independent Agung Manik Danendra AMD untuk maju sebagai Calon Gubernur Bali dari jalur independent (perseorangan) atau non partai politik pada Pilgub Bali tahun 2024.

Dukungan untuk AMD maju tarung Pilgub Bali dari Jalur Independent pun tak terbendung karena hanya AMD satu-satunya yang dinilai menjadi harapan perubahan ketika tokoh-tokoh lain banyak tersandera berbagai kepentingan politik.

Terlebih calon kepala daerah dari Jalur Independent dibolehkan oleh UU. “Dan jika terealisasi AMD maju dari Jalur Independent maka akan menjadi catatan sejarah di Bali bahwa terjadi Pertarungan Jalur Independent Vs Parpol di Pilgub Bali,” kata salah satu tokoh Bali.

Maka tidaklah mengherankan jika nama Tokoh Independent AMD masih terus menjadi buah bibir karena namanya secara konsisten masih terus merajai sejumlah Polling Pilgub Bali 2024. Narasi tokoh independen vs tokoh parpol untuk tarung di Pilgub Bali 2024 juga semakin santer bergema.

Kekuatan dukungan untuk AMD sebagai satu-satunya tokoh independent yang dinilai bisa menjadi lawan tanding yang setara untuk melawan Gubernur Bali Wayan Koster di Pilgub Bali 2024 tergambar jelas dalam hasil sementara Polling Ngrembug Semeton Bali “Mencari Calon Gubernur Bali 2024-2029” yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan dapat diakses pada situs https://rembukrakyat.psi.id/bali/

Dari awal, poling PSI itu berjalan hingga kini memasuki hampir 1 bulan, AMD masih merajai hasil polling dengan dukungan yang bisa dibilang hampir tidak masuk akal mendekati angka sempurna nyaris 100 persen yakni di angka 93 persen.

Dukungan untuk AMD jauh meninggalkan dukungan untuk Gubernur Koster maupun Bupati Badung Nyoman Giri Prasta yang digadang-gadang juga tarung di Pilgub Bali 2024.

“Hasil dukungan signifikan kepada AMD di polling PSI ini sangat luar biasa. Memang seperti hal di luar nalar tapi itu memang nyata terjadi. Ini bisa saja menunjukkan memang publik di Bali ingin ada tokoh independent menjadi pemimpin Bali, mereka tidak ingin lagi ada pemimpin dari parpol,” kata salah satu tokoh Bali yang juga pengamat politik di Bali.

Untuk Polling Ngrembug Semeton Bali “Mencari Calon Gubernur Bali 2024-2029” yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang resmi diluncurkan PSI sejak 28 Oktober 2022 dengan memunculkan 20 nama tokoh Bali yang bisa dipilih oleh publik sebagai sosok yang layak menjadi Calon Gubernur Bali 2024.

Hasil polling per tanggal 23 November 2022 menunjukkan bahwa AMD masih di atas angin, tidak terkalahkan dengan dukungan mencapai 93 persen dari hasil 5203 vote.

Tokoh bernama lengkap Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn., asal Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini selama ini dikenal sebagai sosok yang humanis suka berbagi dan beryadnya, memiliki pengalaman organisasi, intelektual tinggi dan disegani kaum millenial.

Maka tidak heran AMD yang dikenal gemar berbagi ini dijuluki sebagai The Real Sultan Dermawan dan dikenal sebagai Pejuang Hindu Nusantara Sejati.

AMD merupakan tokoh independen yang  irit bicara politik, sosok gabungan intelektual dan spiritual tinggi dikenal tokoh yang bersih dan gemar berbagi dari uang kantor pribadinya.

AMD namanya harum dan viral dengan berbagai aksi mensupport berbagai kegiatan UMKM dan membantu membangkitkan perekonomian Bali, menssuport berbagai kegiatan milenial sehingga namanya cukup menarik perhatian publik dan semakin moncer di Bali.

Baca Juga:  Hasil Survei, Dipasangkan dengan Ganjar atau Anies, Airlangga Capres Teratas

“AMD kuat di grassroots dengan pendukung milenial yang riil. Hal ini terbukti dari elektabilitas dan popularitasnya di Pemilih Muda.

Apalagi AMD banyak mendukung kegiatan anak-anak muda dan dengan cara berpikir yang progresif dan visioner maka AMD layak jadi harapan pembaruan,” kata salah satu tokoh pemuda Bali.

“Sekarang jamannya generasi muda dan AMD bisa menjadi penimpin untuk perubahan,” ujar salah satu tokoh milenial Bali.

“Perlu kita ingat juga AMD ini juga kuat di jaringan puri dan tingkat atas. Dia sosok pemimpin yang tepat untuk membangkitkan taksu Bali,” ujar salah satu tokoh Bali.

Di posisi peringkat kedua polling ada nama Gubernur Koster yang dukungannya jauh di bawah AMD, ibarat bumi dan langit dengan hanya mengantongi dukungan 93 vote.

Di posisi ketiga polling ada nama Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa dengan dukungan 64 vote disusul oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dengan 56 vote di peringkat keempat.

Lalu Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di posisi kelima dengan 51 vote. Tokoh perempuan yang juga Rektor Universitas Ngurah Rai Dr. Ni Putu Tirka Widanti menjadi satu-satu tokoh perempuan yang masih dalam posisi enam besar polling dengan dukungan 31 vote dan berada di peringkat keenam polling.

Dalam polling PSI, tokoh seperti Wakil Gubernur Bali Cok Ace, Mantan Walikota Denpasar Rai Mantra, Bupati Jembrana Nengah Tamba, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga juga masuk dalm polling namun suaranya masih sangat jauh di bawah.

AMD berada di posisi teratas sejumlah polling Pilgub Bali tidak hanya di polling PSI tapi juga di polling Kabar Bali Satu (KBS).

AMD kini berada di tangga teratas polling KBS dengan dukungan 27.51%.  AMD unggul jauh dari Koster yang berada di urutan kedua polling KBS dengan dukungan 24.94%. Sedangkan Giri Prasta berada di urutan ketiga dengan dukungan 12.98%.

Di posisi keempat ada nama senator dari Bali Arya Wedakarna (AWK) dengan dukungan 7.66% dan di posisi kelima ditempati politisi senior Golkar yang juga Anggota DPR RI dari Bali Gde Sumarjaya Linggih (Demer) dengan dukungan 4.45%.

Di sisi lain, Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali Nengah Yasa Adi Susanto menjawab adanya anggapan miring dari beberapa pihak yang mengatakan apa yang dilakukan PSI adalah survei abal-abal sehingga meragukan polling ini.

Politisi yang akrab disapa Bro Adi itu menegaskan PSI bukan membuat survei melainkan polling. Tentu polling dan survei dalam konteks politik itu bisa sangat berbeda pada sisi metodologi dan sebaran sampelnya.

Polling adalah proses di mana pendapat kelompok tertentu mengenai suatu topik tertentu atau seseorang dipertanyakan dan penilaian mereka dihitung untuk mencapai kesimpulan.

“Kalau ada yang bilang ini survei abal-abal, lho itu salah kaprah. Kita bukan membuat survei tapi kita membuat polling, siapa saja bisa memberikan pilihannya dan itu real. Polling itu gampang sekali kalau mau ikut berpartisipasi, ketika punya handphone dan alamat email, bisa memberikan dukungan,” papar Bro Adi menjelaskan.

Dia menjelaskan, melalui Polling Ngrembug Semeton Bali “Mencari Calon Gubernur Bali 2024-2029” PSI ingin menampilkan tokoh-tokoh Bali yang digadang-gadang untuk menjadi Calon Gubernur Bali di Pilgub Bali 2024.

Baca Juga:  Memulai 2021, AMD Menapak Kecerdasan Spiritual Bersama Guru Nabe

Dirinya pun menyebut jika ada tokoh tertentu yang mendapatkan dukungan terbanyak dalam polling ini seperti yang terjadi pada AMD itu artinya pendukungnya lah yang memberikan dukungan itu secara nyata.

“Kita ingin ada partisipasi masyarakat dan kalau kebetulan ada tokoh yang namanya ada di polling dan dapat signifikan itu tentu pendukung-pendukungnya yang memilih.

Kalau si A misalnya mau namanya melejit yang tinggal kerahkan saja pendukung-pendukungnya untuk memilih dia. Metode itu yang tidak dilakukan yang lainnya sehingga ada nama yang sangat signifikan dapat dukungan dari pendukungnya (AMD) dan namanya melejit, sudah ribuan yang memilih,” jelas Bro Adi.

Yang jelas Adi Susanto menegaskan pemilih atau orang-orang yang memberikan pilihan kepada tokoh jagoannya atau tokoh yang didukung dalam polling PSI ini memang benar-benar riil.

Sistem dari polling ini juga adalah sistem nasional yang terproteksi dengan baik bukan sistem yang gampang ditembus oleh akun-akun yang tidak riil atau bisa dimainkan oleh pihak luar.

“Ini memang riil, masak ada orang yang tidak riil mau memilih. Kalau ada orang menggunakan beberapa email, itu tidak bisa kita kontrol. Tapi nanti sistem yang akan menyaring. Sistem terpercaya, secara nasional, kita buat bisa kita bisa pertanggungjawabkan,” tegas Bro Adi.’

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2023, seluruh semeton warga Bali mempunyai kesempatan untuk mengikuti polling, berpartisipasi aktif memilih calon Gubernur Bali tahun 2024-2029.

Secara periodik setiap 3 (tiga) bulan, akan dievaluasi dan nama-nama tokoh akan dikerucutkan hingga pada tahap akhir polling “Ngerembug Semeton Bali” mendapatkan 5 (lima) tokoh dengan polling teratas untuk diserahkan ke DPP PSI agar salah satunya direkomendasikan menjadi Bakal Calon Gubernur yang didukung oleh PSI,

Saat ditanya tanggapan melihat trend pilihan kepada AMD yang terus naik dan apa tindak lanjutnya nanti terhadap hasil ini, Bro Adi kembali menegaskan bahwa hasil polling ini masih bersifat sementara dan masih berproses sehingga bisa ada kemungkinan hasilnya berubah sesuai dengan dukungan yang masuk.

“Sekarang masa penjaringan, kita bersyukur nama-nama sudah mendapatkan pilihan masyarakat. Dan ini masih berproses. Bisa jadi nanti pendukungnya Pak Koster dan pendukungnya Pak Giri Prasta ikut memilih poling ini, suaranya bisa berbeda drastis. Jadi kita tidak pernah tahu,” ujar politisi asal Desa Bugbug Karangasem itu.

Saat ditanya apakah tokoh yang mendapatkan dukungan sementara paling banyak dari polling ini, track record detailnya akan disampaikan kepada publik sehingga publik bisa lebih dalam mengenal tokoh ini, Bro Adi menegaskan tentunya hal itu akan dilakukan. “Oh iya pasti nanti, pasti akan kita sampaikan ke publik sehingga publik juga tahu,” pungkasnya.

Sementara itu pengamat politik Made Arjaya menilai sah-sah saja PSI menggelar Polling Ngrembug Semeton Bali “Mencari Calon Gubernur Bali 2024-2029” sebagai sebuah wadah aspirasi dan partisipasi publik serta ini sangat baik agar masyarakat Bali berpartisipasi aktif menentukan ikut calon pemimpinnya.

Arjaya pun mengingatkan Koster juga belum tentu bisa mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Gubernur Bali dari PDI Perjuangan. “Jadi Koster pun masih belum aman di internal PDIP Bali,” tegas mantan Anggota DPRD Bali dua periode ini. (ken) 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/